Tampilkan postingan dengan label Inspiring Story. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inspiring Story. Tampilkan semua postingan

Minggu, 19 Juni 2016

Kisah Panglima Perang Yang Di Pecat Karena Tak Pernah Berbuat Kesalahan



Pada zaman pemerintahan Khalifah Syaidina Umar bin Khatab, ada seorang panglima perang yang disegani lawan dan dicintai kawan. Panglima perang yang tak pernah kalah sepanjang karirnya memimpin tentara di medan perang. Baik pada saat beliau masih menjadi panglima Quraish, maupun setelah beliau masuk Islam dan menjadi panglima perang umat muslim. Beliau adalah Jenderal Khalid bin Walid.

Namanya harum dimana-mana. Semua orang memujinya dan mengelu-elukannya. Kemana beliau pergi selalu disambut dengan teriakan, "Hidup Khalid, hidup Jenderal, hidup Panglima Perang, hidup Pedang Allah yang Terhunus." Ya! beliau mendapat gelar langsung dari Rasulullah SAW yang menyebutnya sebagai Pedang Allah yang Terhunus.

Dalam suatu peperangan beliau pernah mengalahkan pasukan tentara Byzantium dengan jumlah pasukan 240.000. Padahal pasukan muslim yang dipimpinnya saat itu hanya berjumlah 46.000 orang. Dengan kejeliannya mengatur strategi, pertempuran itu bisa dimenangkannya dengan mudah. Pasukan musuh lari terbirit-birit.

Itulah Khalid bin Walid, beliau bahkan tak gentar sedikitpun menghadapi lawan yang jauh lebih banyak.
Ada satu kisah menarik dari Khalid bin Walid. Dia memang sangat sempurna di bidangnya; ahli siasat perang, mahir segala senjata, piawai dalam berkuda, dan karismatik di tengah prajuritnya. Dia juga tidak sombong dan lapang dada walaupun dia berada dalam puncak popularitas.

Pada suatu ketika, di saat beliau sedang berada di garis depan, memimpin peperangan, tiba-tiba datang seorang utusan dari Amirul mukminin, Syaidina Umar bin Khatab, yang mengantarkan sebuah surat. Di dalam surat tersebut tertulis pesan singkat, "Dengan ini saya nyatakan Jenderal Khalid bin Walid di pecat sebagai panglima perang. Segera menghadap!"

Menerima khabar tersebut tentu saja sang jenderal sangat gusar hingga tak bisa tidur. Beliau terus-menerus memikirkan alasan pemecatannya. Kesalahan apa yang telah saya lakukan? Kira-kira begitulah yang berkecamuk di dalam pikiran beliau kala itu.

Sebagai prajurit yang baik, taat pada atasan, beliaupun segera bersiap menghadap Khalifah Umar Bin Khatab. Sebelum berangkat beliau menyerahkan komando perang kepada penggantinya.
Sesampai di depan Umar beliau memberikan salam, "Assalamualaikum ya Amirul mukminin! Langsung saja! Saya menerima surat pemecatan. Apa betul saya di pecat?"
"Walaikumsalam warahmatullah! Betul Khalid!" Jawab Khalifah.
"Kalau masalah dipecat itu hak Anda sebagai pemimpin. Tapi, kalau boleh tahu, kesalahan saya apa?"
"Kamu tidak punya kesalahan."
"Kalu tidak punya kesalahan kenapa saya dipecat? Apa saya tak mampu menjadi panglima?"
"Pada zaman ini kamu adalah panglima terbaik."
"Lalu kenapa saya dipecat?" tanya Jenderal Khalid yang tak bisa menahan rasa penasarannya.

Dengan tenang Khalifah Umar bin Khatab menjawab, "Khalid, Anda itu jenderal terbaik, panglima perang terhebat. Ratusan peperangan telah Anda pimpin, dan tak pernah satu kalipun Anda kalah. Setiap hari Masyarakat dan prajurit selalu menyanjung Anda. Tak pernah saya mendengar orang menjelek-jelekkan Anda. Tapi, ingat Khalid, Anda juga adalah manusia biasa. Terlalu banyak orang yang memuji bukan tidak mungkin akan timbul rasa sombong dalam hatimu. Sedangkan Allah sangat membenci orang yang memiliki rasa sombong. Seberat debu rasa sombong di dalam hati maka neraka jahanamlah tempatmu. Karena itu, maafkan aku wahai saudaraku, untuk menjagamu terpaksa saat ini Anda saya pecat. Supaya Anda tahu, jangankan di hadapan Allah, di depan Umar saja Anda tak bisa berbuat apa-apa!"
Mendengar jawaban itu, Jenderal Khalid tertegun, bergetar, dan goyah. Dan dengan segenap kekuatan yang Ada beliau langsung mendekap Khalifah Umar. Sambil menangis belaiu berbisik, "Terima kasih ya Khalifah. Engkau saudaraku!"

Bayangkan Sahabat…. jenderal mana yang berlaku mulia seperti itu? Mengucapkan terima kasih setelah dipecat. Padahal beliau tak berbuat kesalahan apapun. Adakah jenderal yang mampu berlaku mulia seperti itu saat ini?

Hebatnya lagi, setelah dipecat beliau balik lagi ke medan perang. Tapi, tidak lagi sebagai panglima perang. Beliau bertempur sebagai prajurit biasa, sebagai bawahan, dipimpin oleh mantan bawahannya kemarin.

Beberapa orang prajurit terheran-heran melihat mantan panglima yang gagah berani tersebut masih mau ikut ambil bagian dalam peperangan. Padahal sudah dipecat. Lalu, ada diantara mereka yang bertanya, "Ya Jenderal, mengapa Anda masih mau berperang? Padahal Anda sudah dipecat."
Dengan tenang Khalid bin Walid menjawab, "Saya berperang bukan karena jabatan, popularitas, bukan juga karena Khalifah Umar. Saya berperang semata-mata karena mencari keridhaan Allah."

***
Sebuah kisah yang sangat indah dari seorang jenderal, panglima perang, Pedang Allah yang Terhunus. Kita bisa mengambil banyak hikmah dari kisah ini. Betapa rendah hati Sahabat Nabi yang mulia ini. Beliau penuh kemuliaan, punya jabatan, populer, dan tak pernah berbuat kesalahan. Namun, ketika semua itu dicabut beliau sedikitpun tak terpengaruh. Beliau tetap berbuat yang terbaik. Karena memang tujuannya semata-mata hanya mencari keridhaan Allah SWT...

From WA grup

Rabu, 24 Agustus 2011

Arti Senyum



"Senyuman tidak memiliki harga,namun senyuman dapat memberi banyak."

Bahran seorang pemuda yang miskin.Ibunya sakit selama dua pekan.
Para dokter belum menemukan penyakit yang di derita sang ibunda.
Sementara tagihan biaya terus membengkak, Bahran pun bingung untuk membayarnya.

Saat Bahran sholat di masjid ia pun berdoa."Duhai Yang Maha Menghidupkan dan Mematikan, aku bermohon kepadamu jangan kau cabut nyawa ibuku sebelum aku mampu memberikan sesuatu yang berarti bagi ibuku. Aku mengerti kasih sayang ibuku tak mungkin terbalas, tapi aku ingin berbuat sesuatu yang mampu membahagiakan ibuku. Beri aku petunjuk dan pertolongan agar aku mamapu membahagiakan ibuku walau sesaat. Duhai yang Maha Pengasih izinkanlah... izinkanlah...” Bahran terisak haru.

Usai berdoa ia terbarkan senyum khasnya kepada setiap pengunjung masjid, tak nampak kesedihannya. Ia tawarkan jasa pijat refleksi kepada para pengunjung masjid. Ketika para pengguna jasa itu selesai dipijat dan hendak mengeluarkan dompet, buru-buru Bahran mencegahnya. Bahran memegang tangan orang itu sambil tersenyum dan berkata, “Maaf pak saya tidak meminta ini saya hanya minta bapak mendoakan agar ibunya saya segera sembuh dari sakitnya. Hanya dengan cara ini saya bisa berbakti kepada ibu saya.”

Ajaibnya, entah karena ketulusan Bahran, doa dari orang-orang yang dipijatnya atau sebab lain, tiga hari kemudian ibunya dinyatakan sehat dan boleh pulang kerumah tanpa diketahui apa penyakitnya. Bahran tentu bersyukur. Yang semakin menaambah Syukur bahran, semua biaya yang belum terbayar dirumah sakit ternyata ditanggung oleh salah seorang jamaah masjid yang terkesan dengan senyum dan cara Bahran berbakti kepada ibunya.

Insight : Senyum terbukti memiliki daya magis. Cobalah tersenyum dengan anak, istri, kerabat, rekan kerja, dan siapapun yang kita temui, kekakuan, ketidaknyamanan, kebencian dan kemarahan akan berubah menjadi rasa hormat,
cinta, kasih saying, dan cairnya suasana.

Sabtu, 06 Agustus 2011

Kecemburuan Aisyah RA & Kegalakkan Istri Umar ibn Khattab



Nabi juga memiliki sikap yang sangat hangat kepada setiap istrinya. Saat itu Nabi bersama beberapa sahabat. Seorang utusan datang membawa nampan makanan. Ketika mengetahui nampan itu berasal dari Ummu Salamah, Aisyah langsung menampakkan kecemburuannya yang luar biasa. Nampan itu ia lempar sehingga pecah. Nabi tersenyum dan beliau hanya bilang sekedarnya saja pada para sahabatnya, “Ibu kalian sedang cemburu”. Ada teladan luar biasa dalam setiap jengkal hidup Nabi.

Suatu ketika, ada sahabat yang mengadu pada Umar perihal istrinya yang marah-marah kepadanya. Sahabat itu mendapatkan jawaban Umar yang tak disangka. “Istriku juga marah kepadaku, tapi aku diam saja. Ia yang mengurus rumahku, mencuci pakaianku, memasak makanan untukku dan merawat anak-anakku. Ia berhak untuk marah kepadaku kalau aku juga tak menurut kepadanya.” Ada teladan yang tak biasa dalam setiap jengkal hidup para
sahabat.

Senin, 30 Mei 2011

Bibit Yang Tak Bertunas

"kejujuran ibarat mutiara yang harus kita miliki dan pelihara, serta bagaikan mata uang yang berlaku dimana-mana. Dengan kejujuran, kita bisa hidup bahagia tanpa perasaan was-was, takut dan cemas."

- Anonymous-


Bibit Yang Tak Bertunas

Alkisah di sebuah kerajaan, karena raja tidak punya putra penerus,
ia menganggap perlu mencari dan memilih calon penggantinya.
Untuk itu beliau membuat sayembara,
agar diseleksi di setiap daerah hingga ujian terakhir yang akan diseleksi oleh baginda raja sendiri.

Saat babak akhir tiba, tersisa 8 orang yang memiliki kepandaian setara dan lulus seleksi berbagai tahap sebelumnya. Untuk itu, mereka harus menjalani tes terakhir sang raja di ibukota kerajaan.

Raja dengan seksama menyeleksi mereka satu persatu. Di hadapan mereka, sang raja menyampaikan pesan. “anak-anakku tugas seorang abdi negara bukanlah hal yang mudah.
Itu adalah amanah yang harus diemban dengan tanggung jawab penuh. Kalian ber-8 terpilih sebagai calon terbaik. Nah, sebagai tes terakhir, akan kuberi tiap orang 5 butir biji bibit tanaman. Tanam dan rawatlah seperti engkau nantinya harus memelihara kerajaan dan rakyat negeri ini. Pulang dan datanglah 2 minggu lagi kemari beserta hasil tanaman yang kalian bawa pulang ini.”, titah sang raja.

2 minggu kemudian, di hadapan raja 7 pemuda dengan bangga memperlihatkan tanaman yang mulai tumbuh bertunas. Tiba giliran pemuda ke-8. wajahnya tertunduk, nampak sedih dan malu. Ia berkata, “Ampuni dan maafkan hamba Baginda, biji yang baginda berikan pada hamba, telah hamba tanam dan rawat dengan hati-hati, tetapi hingga hari ini, bibit ini tidak mau tumbuh seperti yang diharapkan. Hamba telah gagal menjalani titah baginda, tetapi hamba telah berusaha semaksimal mungkin,
namun tidak tahu dimana letak kesalahan hamba.” Ujarnya.

Namun sang raja nampak tersnyum puas, bahkan beliau tertawa terbahak-bahak.
Semua yang hadir di sana berpandangan heran melihat reaksi sang raja.
Lalu sang raja menepuk pundak si pemuda ke-8 dan berkata, “Terima kasih, anak muda aku senang dan puas. ternyata harapanku tidak sia-sia. Masih ada pemuda calon pemimpin bangsa di antara seluruh rakyat negeri ini.” sambil berpandangan kepada semuanya, sang raja melanjutkan. “dengar baik-baik, pemuda ini telah memenuhi harapan terakhirku, ia pemuda yang jujur, calon pemimpin kerajaan ini di masa depan.

Memang tanamannya tidak tumbuh. Nampaknya ia gagal, tetapi sesungguhnya, biji yang aku berikan pada semua peserta telah aku rebus terlebih dahulu.
Jadi jelas tidak mungkin bisa tumbuh tunas walaupun dirawat sebaik apapun.

Aku sangat kecewa melihat tumbuhnya tunas yang kalian bawa. Kalian 7 pemuda yang tidak jujur! Berani benar, kalian menipu Rajamu!”

Segera ke7 pemuda yang lain memohon ampun, tetapi sang raja memerintahkan untuk menangkap dan menghukum berat ke7 pemuda itu.

Sabtu, 29 Januari 2011

Pribadi Sang Nabi

#MalMing ini, berkenankah #KulTwit hal-hal 'pribadi' dari Sang Nabi dari Asy Syamaail Al Muhammadiyah karya At Tirmidzi Shalih(in+at)?;)

1. Perawakan Sang #Nabi tidak tinggi, tidak pendek. Rambutnya tidak keriting, tak pula lurus. Wajah beliau tidak bulat, bukan pula persegi.

2. Kulit Sang #Nabi cerah, putih kemerah-merahan. Rambutnya disisir ketika sebahu, digerai ketika sepapak daun telinga. Dahinya lebar.

3. Alis Sang #Nabi melengkung & panjang, tebal, nyaris bertaut di tengah. Di antara keduanya terdapat urat yang memerah saat beliau marah.

4. Bola mata Sang #Nabi indah & hitam, bulu matanya lentik menawan. Hidungnya mancung, bagian atasnya pancarkan cahaya. Kedua pipinya datar.

5. Janggut Sang #Nabi menggaris dari depan telinga, menebal menuju dagu. Mulutnya lebar, gigi-giginya besar, dari selanya memancar cahaya.

6. Dari bawah janggut Sang #Nabi beralur kebawah bulu-bulu halus, lewat leher, melebat di dada, melajur bagai tongkat hingga ke pusarnya.

7. Leher Sang #Nabi jenjang & indah. Perut beliau sama rata dengan dadanya yang bidang. Jarak antara kedua bahu lebar. Persendiannya kokoh.

8. Lengan Sang #Nabi jenjang, telapaknya lebar & tebal, jemarinya panjang. Telapak kaki beliau melengkung, halus hingga airpun tak menempel.

9. Sang #Nabi berjalan dengan langkah kaki nan lebar, begitu langsam seolah menuruni bukit, tubuh beliau ikut bergoyang anggun tiap langkah.

10. Kalau menoleh, #Sang Nabi berbalik dengan seluruh badan, lebih sering menunduk dibanding mendangak, melihat dengan penuh perhatian.

11. Dulu #Nabi suka menyisir rambut ke belakang, seperti Ahli Kitab. Saat nyata keingkaran, beliau selisihi mereka dengan menyisir belahnya.

12. Sang #Nabi suka memperbanyak minyak rambut. Kata Anas, uban beliau nan 20 helai jadi tak tampak. Beliau gemar merapikan janggutnya.

13. Sang #Nabi punya sebuah celak khusus yang beliau gunakan menjelang tidurnya. Tiga kali untuk kanan & kiri, sejuk & menumbuhkan bulu.

14. Pakaian kesukaan Sang #Nabi adalah gamis berwarna putih, hibarah buatan Yaman berwarna merah, & baju sampir 2 helai warna hijau & hitam.

15. Sang #Nabi berminyak wangi di seluruh tubuhnya. Isteri beliau mengoleskan di sekujur badan, lalu beliau sendiri wangikan bagian 'aurat.

16. Jemari manis RasuluLlah dilingkari cincin perak, matanya dari batu Habasyah bertulis "Muhammad Rasul Allah". Dilepas jika ke Peturasan.

17. Sang #Nabi menyimpan selalu selimut Khadijah; selimut yang menenangkan saat beliau terguncang wahyu pertama & di dalamnya beliau diseru.

18. Sang #Nabi suka olahraga lari. Kadang bersama isteri. Kadang dengan anak-anak kecil yang beliau lombakan siapa duluan menangkap beliau.

19. #Nabi suka minum susu di wadah yang sama dengan isterinya, ditepatkan di bekas bibirnya. Anggur, zaitun, & buah lain, segigit berdua.

20. Tidur Sang #Nabi tak pernah tengkurap. Jika miring berbantal telapak & kakinya disilang, jika telentang kaki kanan diletak di atas kiri.

21. Kadang dalam renung khusyu', Sang #Nabi duduk dengan lutut diangkat menempel ke perut. Suka bersandar bantal, tapi TIDAK di saat makan.

22. #Nabi suka mandi bersama & bercanda main air dengan isteri-isterinya, bahkan pada Saudah yang tua. Usia tak menghalangi kemesraan itu.

23. Penutup kepala kesayangan #Nabi adalah serban hitam, dikenakan dengan ujung menjatuh di pundak. Sandalnya bertali dua dari kulit hewan.

24. Makanan kesukaan #Nabi -jarang beliau nikmati- adalah paha kanan kambing. Camilannya hais; campuran kurma rendam dengan keju & yoghurt.

25. #Nabi yang penuh cinta memberi nama semua miliknya; dari perkakas rumah-tangga, bejana, gelas, kuda, unta, keledai, pedang, tombak, dll.

26. #Nabi makan roti dari tepung utuh yang tak diayak (dulu dianggap rendah; sekarang sehat berserat;), lauknya minyak zaitun, cuka, labu.

27. #Nabi TIDAK PERNAH mencela makan. Jika menyukainya beliau memakannya penuh syukur, jika tidak suka beliau cukup diam tanpa komentar.

28. #Nabi mengerjakan sendiri apa yang beliau bisa di urusan rumah tangga; menambal baju sobek, menjahit sandal rusak, memerah susu, dll.

29. #Nabi sangat suka bersiwak bersih gigi; akan shalat, akan membaca Al Quran, akan menemui tamu & sahabat, & terutama akan MENEMUI ISTERI.

30. #Nabi tak pernah jijik pada isteri yang haidh (sebagaimana kebiasaan Arab & Yahudi), beliau tetap bermesra, hanya menghindari jima'.

31. Saat 'Aisyah haidh, #Nabi tiduran di pangkuannya sambil baca Quran; atau meletakkan kepala di antara paha 'Aisyah, tidur dalam hangat.

32. Bahkan tuk shalat malampun, #Nabi minta izin pada isteri yg sedang bersama di ranjang. "Apa kau izinkan malam ini aku menghadap Rabbku?"

33. Karena sempitnya kamar #Nabi, saat shalat malam beliau b'diri hadap 'Aisyah. Jk hendak sujud, disentuhnya kaki sang isteri agar ditekuk.

Masih akan terus di-update.. tunggu kelanjutannya, sahabat!

SUMBER
Kultwit ust @Salimafillah

Selasa, 21 Desember 2010

#BahagiaAdalah

1. #BahagiaAdalah Insyaf bahwa tiap nikmat membawa ujian. Seperti tampanmu: cemburu, keterbuangan, perbudakan, nafsu, penjara, kuasa. #YUSUF

2. #BahagiaAdalah Kau impikan 11 bintang, bulan, & mentari sujud padamu. Itulah awal petualangan hidup nan paling bermakna & berliku. #YUSUF

3. #BahagiaAdalah Dia cantik, kaya, kuasa. Kau tergoda, kau terhasrat, tapi nama RabbMu lebih agung dalam dada. Larimu terkoyak baju. #YUSUF

4. #BahagiaAdalah Wanita-wanita mabuk mentakjubi parasmu, tersayat-sayat jari mereka tanpa rasa. Tapi katamu: Penjara lebih kusuka. #YUSUF

5. #BahagiaAdalah Saat dia yang kau cinta, tapi pernah nyaris bersama jatuh dalam petaka, kini tersatu lagi di jalan yang diridhaiNya #YUSUF

6. #BahagiaAdalah Saat kau berhasil sembunyikan gelegak hati karena disebut 'Pencuri', demi mulusnya drama keluarga nan menyejarah. #YUSUF

7. #BahagiaAdalah Saat kau yang buta mencium bau khas anak tersayang nan hilang. Tapi anak lain candaimu: Kau masih dalam sesatmu. #YA'QUB

8. #BahagiaAdalah Saat kau pejam mata; mengeja cinta pada sibiran tulang sekaligus taat pada pencipta kehidupan. Domba itu muncul. #IBRAHIM

9. #BahagiaAdalah Kau, wanita ringkih & bayi merah ditinggal di gersang mematikan. Katamu tegar: Allah takkan pernah sia-siakan kami. #HAJAR

10. #BahagiaAdalah Saat baik sangkamu harus ditopang upaya; kau lari bolak-balik 7 kali unjukkan kesungguhan. Zam-zam di kaki bayimu. #HAJAR

11. #BahagiaAdalah Tahu bahwa Allah bisa memuliakan dan mendidik dengan cara apapun. Jika tak sabar bertugas, sabarlah dalam musibah. #YUNUS

12. #BahagiaAdalah Harta langsak, milik musnah, anak mati satu-satu, sakitmu rontokkan jasad. Ujarmu: Sisakan hati&lisan mendzikirMu. #AYYUB

13. #BahagiaAdalah Merencanakan agar sesuai dengan rencanaNya, bertindak dalam kehendakNya. "Jadilah kehendakMu, bukan kehendakku." #ISA

14. #BahagiaAdalah Berdiri malam-malam, bersujud dalam-dalam. Lalu sedekahkan hati yang terisi cinta Ilahi pada segenap penghuni bumi. #Nabi

15. #BahagiaAdalah Membagi senyum ketika kau terluka, memberi minum ketika kau dahaga, menghibur jiwa-jiwa ketika kau berduka. #Nabi

16. #BahagiaAdalah Ditawari tinggal dalam syahdu-sentausa di langit sana, tapi kau pilih turun ke bumi. Menebar bajik, halaukan serik. #Nabi

17. #BahagiaAdalah Malaikat tawari binasakan orang nan sakitimu. Jawabmu: Ampunilah sebab mereka tak tahu, kelak keturunannya esakanMu #Nabi

18. #BahagiaAdalah Dipanggang terik, pasir membara,

tindihan batu, cambukan kejam, darah berlelehan. Lisanmu

teguh berucap, "Ahad!" #Bilal

19. #BahagiaAdalah Kau jaga Sang #Nabi, tubuhmu koyak 70 luka nan mencucurkan merah. Doamu: Ambil darahku Tuhan, sampai Kau ridha. #Thalhah

20. #BahagiaAdalah Terkejut di depanNya: "Allah, amalku tak sebanyak ini" FirmanNya: "Memang. Tapi kau inspirasi. Pahala mereka untukmu jua"

21. #BahagiaAdalah Kebaikanmu terceritakan pada dunia, lalu manusia terilham untuk berkarya. Adapun kau, bersembunyi menanti pahalaNya.

22. #BahagiaAdalah Iri pada mereka yang diberi limpahan harta & ilmu, lalu kita janji pada Allah akan BERBUAT lebih jika diberi nan serupa.

23. #BahagiaAdalah Saat orang lain hanya bisa bicarakan keburukanmu. Maka gugurlah dosamu. Sementara kebaikanmu tersimpan dalam senyum Tuhan

24. #BahagiaAdalah Saat prasangka tak bisa mengalahkan akhlaqmu, saat kebencian tak meruntuhkan adilmu, saat dendam tenggelam dalam maafmu.

25. #BahagiaAdalah Saat kau membalas semua yang kotor & keji dengan yang baik & suci. Sebab hanya itu yang kau punya tuk dibagi. #Nabi

26. #BahagiaAdalah Saat dendam kau anggap bagai racun: ditenggak sendiri tapi berharap orang lain yang mati. Lalu kaupun memaafkan :)

27. #BahagiaAdalah Membersamai orang shalih. Wajahnya ingatkan pada surga, kata-katanya mendzikirmu akan Allah, amalnya mengilhami berkarya.

28. #BahagiaAdalah Allah hadir di mata yang kaupakai melihat, telinga yang kauguna mendengar, tangan untuk bertindak, kaki untuk melangkah.

29. #BahagiaAdalah Janji yang tertunaikan, amanah yang tersampaikan, silaturrahmi yang tersambung kembali.

30. #BahagiaAdalah Masa lalumu tak membelenggu, masa depanmu tak menghantu, masa kinimu terisi puncak karya yang kau bisa.

31. #BahagiaAdalah Saat hati, lisan, dan perbuatan menarikan kebenaran dan kebaikan dalam selarasnya irama. Tak satupun yang sumbang.

32. #BahagiaAdalah Berani jujur pada hati dan kuat mengikuti bisik nurani. Kadang memang tersepi dan sunyi. Tapi senyum Tuhan membersamai.

33. #BahagiaAdalah Ditutup aib kita, diampuni dosa-dosa, dan dijadikan lebih baik pribadi ini dari semua kemuliaan yang disematkan manusia.

34. #BahagiaAdalah Dalam pandangan diri merasa rendah, dalam penilaian orang dianggap tengah-tengah, di sisi Allah jadi yang paling mulia.

35. #BahagiaAdalah Hidup dlm prasangka baik sesama pada kita, lalu mensyukuri baik sangka itu dengan berjuang tuk menjadi benar-benar baik.

36. #BahagiaAdalah Tak usah banyak cerita tentang diri. Yang mencinta tak memerlukan. Yang benci takkan percaya. Cukup penilaianNya saja;)

38. #BahagiaAdalah Lapang hati menerima nan tak terubah, keberanian bertindak atas ia yang bisa diubah, & kebijaksanaan membedakan keduanya.

39. #BahagiaAdalah Keterampilan menyampaikan kebenaran atas kesalahan dia yang terkasih, ketika semua kata luruh ditelan rasa-rasa.

40. #BahagiaAdalah Berhasil menyembunyikan ibadah pada Allah dari mata manusia, dan menampakkan bekasnya nyata-nyata berupa akhlaq mulia.

41. #BahagiaAdalah Selalu menjaga agar sebuah IKATAN -persaudaraan, pernikahan, apapun- lebih berharga daripada SITUASI yang sedang terjadi.

42. #BahagiaAdalah Berbagi senyum kecil&pujian sederhana,agar hati nan nyaris putus asa kembali percaya bahwa ia berhak&layak berbuat baik.

43. #BahagiaAdalah Bisa membenci kesalahan, tapi tetap memperlakukan pelakunya dengan cinta. Baik yang silap diri sendiri maupun orang lain.

44. #BahagiaAdalah Meneladani ahli surga nan sahaja, melepas segala sesak dada akibat beban rasa pada sesama. Damai bagi diri dan dunia.

45. #BahagiaAdalah Ketika merasa bahwa semua orang punya masalah dengan kita, curiga bahwa diri kita inilah masalahnya. Lalu benahi jiwa;)

46. #BahagiaAdalah Jika semua kelebihan yang dipunya tak bisa menumbangkan kerendahan hati kita.

47. #BahagiaAdalah Saat ikhlasmu bagai susu. Tak campur kotoran, tak tersusup darah. Murni, bergizi, menguati. Langit ridha, bumi terilhami.

48. #BahagiaAdalah TIDAK bersaing dalam rasa derita. Ketika ada yang berkata, "Pesawat saya delay 3 jam", kita sambut, "Lha saya 8 jam!"

49. #BahagiaAdalah Menjadi karang yang ridha ditumbuhi lumut, lalu keangkuhannya remuk menjadi butiran hara yang menyuburkan bumi.

50. #BahagiaAdalah Mati dalam 'amal terbaik, tinggalkan jejak yang ditumbuhi harum melati, atau dibenami pancang tuk bergayutnya anak-cucu.

51. #BahagiaAdalah Keyakinan atas kebenaran yang tak menghalangi penghormatan pada mereka nan berbeda. #ParaImamMadzhab

52. #BahagiaAdalah Kawan mulia. Jika berkunjung, katanya, "Sebab keutamaanmu." Jika kita tandang, ujarnya, "Ini kemurahan hatimu." #Syafii

53. #BahagiaAdalah Memaknai semua aniaya sebagai berfoya. Dibuang itu tamasya, dipenjara itu rehat, dibunuh menghadap Kekasih. #IbnuTaimiyah


Sumber
Ust. Salim A Fillah
twitter : @salimafillah

Jumat, 17 Desember 2010

" SEMOGA INI BAIK , INSYA ALLAH "

Dikisahkan, ada seorang raja yang setiap pergi berburu selalu ditemani oleh seorang sahabatnya yang terkenal dengan ketakwaan dan wirainya. Tiap kali raja menemui sesuatu yang tidak mengenakkan, sahabatnya selalu berkata, “Semoga itu baik, insya Allah.” Kata-kata ini selalu diulang-ulanginya pada setiap kejadian yang secara dhahir adalah kejadian buruk.

Pada suatu hari saat sang raja berburu bersama sahabatnya ditemani oleh pengawalnya, jari raja terkena tombak dan terpotong. Darah pun mengucur. Si sahabat berkata, “Semoga itu baik, insya Allah.” Raja marah dan memerintahkan pengawalnya untuk memenjarakannya. Saat pengawal ditanya, “Apa yang dikatakannya saat kalian menutup pintu penjara?” Pengawal menjawab, “Ia hanya mengatakan, ‘Semoga ini baik, insya Allah.”

Suatu ketika saat raja pergi berburu tanpa ditemani oleh sahabatnya, ia tersesat di hutan. Sedangkan di hutan tersebut terdapat suku yang menyembah berhala dan tiap tahun mengorbankan orang kepada berhalanya tersebut. Raja pun ditangkap oleh suku tersebut. Namun, saat diperiksa didapati bahwa jari raja tidak lengkap. Mereka pun menolak mengorbankannya, sebab korban harus dalam kondisi yang sempurna. Raja lalu dilepas dan ia kembali ke istananya.

Akhirnya ia menyadari kebenaran ucapan sahabatnya. Sahabatnya pun dikeluarkan dari penjara. Raja bertanya, “Ketika engkau mengatakan, ‘Semoga itu baik, insya Allah.’ Saat jariku terpotong, aku menyadari bahwa kebaikan itu adalah aku tidak jadi disembelih untuk berhala karena fisikku tidak sempurna. Sekarang saat engkau dipenjara, apakah kebaikan itu?” Ia menjawab, “Andaikata saat itu saya bersamamu, maka mereka akan menyembelih saya sebagai penggantimu.”

*****

Jika anda mendapat kejadian buruk ucapkan : "Semoga ini baik, insya Allah.” Semoga ALLOH SWT memberi kebaikan pada kehidupan Anda. Amiin :)

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah Maha Mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetauhi”. (QS Al-Baqarah : 216).

Kau dan Ibu

Saat km berumur 1 tahun, dia menyuapi dan memandikan.
Sebagai balasannya, km menangis sepanjang malam.

Saat kau berumur 2 tahun, dia mengajarimu bagaimana cara berjalan.
Sebagai balasannya, kau kabur saat dia memanggilmu.

Saat kau berumur 3 tahun, dia memasakkan semua makananmu dengan kasih
sayang. Sebagai balasannya, kau buang piring berisi makanan ke lantai.

Saat kau berumur 4 tahun, dia memberimu pensil berwarna Sebagai balasannya,
kau coret-coret dinding rumah dan meja makan

Saat kau berumur 5 tahun, dia membelikanmu pakaian2 yang mahal dan indah.
Sebagai balasannya,kau memakainya untuk bermain di kubangan lumpur dekat rumah

Saat kau berumur 6 tahun, dia mengantarmu pergi ke sekolah. Sebagai
balasannya, kau berteriak.”NGGAK MAU!!”

Saat kau berumur 7 tahun, dia membelikanmu bola.
Sebagai balasannya, kau lemparkan bola ke jendela tetangga.

Saat kau berumur 8 tahun, dia memberimu es krim.
Sebagai balasannya, kau tumpahkan hingga mengotori seluruh bajumu.

Saat kau berumur 9 tahun, dia membayar mahal untuk kursus ngaji. Sebagai
balasannya, kau sering bolos dan sama sekali tidak pernah berlatih.

Saat kau berumur 10 tahun, dia mengantarmu ke mana saja, dari kolam renang hingga sekolah. Sebagai balasannya, kau melompat keluar mobil tanpa memberi salam.

Saat kau berumur 11 tahun, dia mengantar kau dan teman-temanmu ke bioskop.
Sebagai balasannya, kau minta dia duduk di baris lain

Saat kau berumur 12 tahun, dia melarangmu untuk melihat acara TV khusus orang dewasa. Sebagai balasannya, kau tunggu dia sampai di keluar rumah

Saat kau berumur 13 tahun, dia menyarankanmu untuk memotong rambut, karena sudah waktunya. Sebagai balasannya, kau katakan dia tidak tahu mode.

Saat kau berumur 14 tahun, dia membayar biaya untuk kempingmu selama sebulan liburan
Sebagai balasannya, kau tak pernah meneleponnya..

Saat kau berumur 15 tahun, pulang kerja ingin memelukmu.
Sebagai balasannya, kau kunci pintu kamarmu.

Saat kau berumur 16 tahun, dia ajari kau mengemudi mobilnya.
Sebagai balasannya, kau pakai mobilnya setiap ada kesempatan tanpa peduli kepentingannya.

Saat kau berumur 17 tahun, dia sedang menunggu telepon yang penting
Sebagai balasannya, kau pakai telepon nonstop semalaman

Saat kau berumur 18 tahun, dia menangis terharu ketika kau lulus SMA
Sebagai balasannya, kau berpesta dengan temanmu hingga pagi.

Saat kau berumur 19 tahun, dia membayar biaya kuliahmu dan mengantarmu ke kampus pada hari pertama. Sebagai balasannya, kau minta diturunkan jauh dari pintu gerbang agar kau tidak malu di depan teman-temanmu.

Saat kau berumur 20 tahun, dia bertanya, “Dari mana saja seharian ini?”
Sebagai balasannya, kau jawab,”Ah Ibu cerewet amat sih, ingin tahu urusan orang!”

Saat kau berumur 21 tahun, dia menyarankan satu pekerjaan yang bagus utk karirmu di masa depan. Sebagai balasannya, kau katakan,”Aku tidak ingin seperti Ibu.”

Saat kau berumur 22 tahun, dia memelukmu dengan haru saat kau lulus perguruan tinggi
Sebagai balasannya, kau tanya dia kapan kau bisa ke Bali.

Saat kau berumur 23 tahun, dia membelikanmu 1set furnitur untuk rumah barumu.
Sebagai balasannya, kau ceritakan pada temanmu betapa jeleknya furnitur itu.

Saat kau berumur 24 tahun, dia bertemu dengan tunanganmu dan bertanya ttg rencananya di masa depan. Sebagai balasannya, kau mengeluh,”Aduuh, bagaimana Ibu ini, kok bertanya spt itu?”

Saat kau berumur 25 tahun, dia mambantumu membiayai penikahanmu.
Sebagai balasannya, kau pindah ke kota lain yang jaraknya lebih dari 500km.

Saat kau berumur 30 tahun, dia memberikan beberapa nasehat bagaimana merawat bayimu.
Sebagai balasannya, kau katakan padanya,”Bu, sekarang jamannya sudah berbeda!”

Saat kau berumur 40 tahun, dia menelepon untuk memberitahukan pesta ulang tahun salah seorang kerabat. Sebagai balasannya, kau jawab,”Bu, saya sibuk sekali, nggak ada waktu”.

Saat kau berumur 50 tahun, dia sakit-sakitan sehingga memerlukan perawatanmu.
Sebagai balasannya, kau baca tentang pengaruh negatif orang tua yang menumpang tinggal di rumah anak-anaknya.

Dan hingga suatu hari, dia meninggal dengan tenang, dan tiba-tiba kau teringat semua yang belum pernah kau lakukan.

Semoga uraian di atas bisa memberikan banyak inspirasi dan motivasi. Terutama agar kita bisa lebih mencintai & berbakti pada IBU tanpa menyakiti hatinya.

****

Hikmah : Ya Allah Hapuskan Dosa2 Orang Tua ku dan muliakan & bahagiakan beliau di dunia dan akhirat....

“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah’ dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: ‘Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.’” (Al Isro’: 23)

sumber : http://www.antonhuang.com/satu-lagi-cerita-motivasi-terbesar-yang-akan-mengubah-kehidupan/

Senin, 13 Desember 2010

#MTQuote

Kebahagiaanmu adalah kebebasan untuk melakukan yang ingin kau lakukan, dan dalam melakukannya engkau dikenali dengan kekayaan yang utuh.

Masa depanmu itu akan penuh kenangan indah, jika hari ini engkau menjadi pengasih dan pembahagia keluarga dan sahabatmu.

Sepasang pria dan wanita akan dibahagiakan jika mereka saling mengasihi dan bersama-sama MEMANDANG KE MASA DEPAN.

Setiap saat, sebetulnya engkau sedang membangun kenangan bagi masa depanmu.

Janganlah menuntut pembahagiaanmu dari orang lain. Engkau jiwa kecintaan Tuhan. Berharaplah hanya kepada-Nya.

Jika hatimu penuh kemarahan hari ini, masa depanmu akan penuh penyesalan.

Org yg rajin, sesungguhnya berumur panjang walau dia meninggal usia muda, krn hidupnya penuh dgn kebaikan yg diwarisi oleh keturunan & penerusnya.

Kesabaran bukanlah sifat, tetapi sebuah akibat. Sabar adalah biaya kebahagiaan.

Kehati-hatian dalam bereaksi terhadap yang membuat Anda marah itulah yang menjadikan Anda tampil sabar.

Kebaikan adalah pemanjang usia, dan penebus rumah kita di surga setelah urusan dunia kita selesai. #MTQuote

Orang yg malas,sebetulnya berumur pendek walau dia meninggal di usia 100 tahun,karena hidupnya hampa dari manfaat bagi diri dan sesamanya.

Pikiran, hati, dan perilaku yang tidak baik adalah pelemah kehidupan dan pembatal kebahagiaan.

Sesungguhnya, kesabaran adalah kesetiaan untuk tetap meyakini maksud baik Tuhan.

Berbahagialah pribadi yang patuh kepada pikiran dan perilaku yang baik, yang mendamaikan keluarga dan sesamanya

Pikiran, hati, dan perilaku yang baik adalah pemantas bagi dikabulkannya semua doa. #MTQuote

Perilaku yang tidak lurus, menjauhkan penilaian baik. #MTQuote

Hati yang gemar keburukan, menjauhkan kedamaian dan ilham. #MTQuote

Pikiran yang tidak bersih, menjauhkan ide dan inspirasi baik. #MTQuote

Sesungguhnya yg dibutuhkan adalah rasa hormat kepada diri sendiri yg lebih sehat, yg tdk menggantungkan kebahagiaan kepada persetujuan org lain.

Pilunya hati dari orang yang sedang jatuh cinta, adalah karena akutnya keinginan untuk diinginkan.

Yang kita sebut sebagai ‘hak’ itu, menjadi hak kita, jika kita memenuhi syarat baginya.

Hanya Tuhan,yang mampu sepenuhnya mencintai kita beserta semua kelemahan kita.

Tuhan mencintai kita bukan karena kita sempurna tetapi karena kita menyerahkan diri bersama semua kekurangan kita.

Karena kita sering berdoa dalam kemarahan dan ketergesaan, maka belum terjawabnya banyak dari doa kita, adalah justru jawaban yang terbaik.

Suka atau tidak suka, masalah adalah perintah untuk segera bekerja menuju keadaan yang kita sukai.

Menunda tindakan nyata untuk menyelesaikan masalah, adalah perilaku yang mengijinkan masalah tumbuh lebih besar daripada kemampuan kita.

Gunakanlah siang Anda untuk terlibat dalam kegiatan bersama orang lain yang sibuk mengunduh rezeki.

Gunakanlah malam Anda untuk beristirahat dengan penuh kesyukuran.

Jika ketertarikan Anda adl melanjutkan keluhan mengenai bagaimana kehidupan ini tdk berlaku adil kepada Anda, maka tumbuhlah kesedihan Anda.

Semakin Anda malas, semakin cita-cita itu menjadi tidak berarti. #MTQuote

Jika Anda telah memiliki impian, berilah tanggal bagi pencapaiannya, dan impian itu akan menjadi cita-cita.

Bukan besarnya tindakan yang menjamin keberhasilan, tapi besarnya kesungguhan untuk bekerja dalam kesederhanaan yang jujur.

Pilihlah pekerjaan yang sederhana, yang mudah untuk segera Anda lakukan. #MTQuote

Syukurilah keindahan dari impian Anda #MTQuote

Kita tidak mungkin berhasil melihat dunia yang baru, tanpa membarukan cara kita melihat diri sendiri.

Hijrah-lah. Berubahlah dengan sepenuhya. Usahakan untuk tidak mengangsur perubahan.

Sebetulnya hatimu tahu, bahwa kualitas hidupmu adalah akibat dari kualitas ketegasanmu.

Tetapkanlah bagimu rincian sifat dan sikap baru yang segar, yang meyakini hakmu untuk berhasil dan berbahagia.

Saat terbaik untuk menetapkan siapa dirimu yg baru, adalah justru saat kau merasa sudah kehilangan dirimu sendiri. Jadilah pribadi yg baru.

Apakah yg Anda kerjakan hari ini memperkaya org lain/hny menjadi bagian dari biaya?Org yg ingin menjadi orang kaya,hrs memperkaya org lain.

Orang yang malas belajar, sebetulnya rajin melambankan dan menumpulkan pikirannya sendiri. #MTQuote

Selasa, 03 Agustus 2010

Kenapa Hanya 1 Bungkus??


Orang tua itu berwujud sebagai bapak penjual kue semprong yg muncul dihadapanku saat ku menunggu bus di depan kantor. Dia menawarkan dagangannya padaku,dan segera ku tolak dgn halus "tidak, terima kasih pa" seraya kusisipkan senyum tulus.
Terus terang,aku memang kurang berminat untuk membelinya. Tanpa menyerah, dia tawari lagi dagangannya padaku. Dan dengan gaya yg sama masih juga ku tolak tawarannya.
Sekonyong konyong dia kekeuh menawari dagangannya padaku lalu lirih ku dengar ia berucap
"belum laku jualan sampai sore mba..."
Duaaaarrrr!!!
Meledaklah nalar,gendang telinga,dan hatiku mendengar lirihnya yg terakhir yg terdengar seperti curhatan ketimbang keluhan.
Akhirnya kubeli 1 bungkus setelah kutanyakan harganya, kemudian kubergegas pergi karena bus sudah lewat di depanku.
Disepanjang perjalanan pulang, tanggul pertahananku jebol, meledaklah tangisku, airmata tumpah ruah tak terbendung. Terbayang beratnya perjuang demi sesuap nasi seorang ayah untuk keluarganya. Membuncahlah rasa sesalku yg terdalam, penyesalan terdahsyat dalam hidupku lebih daripada sesal kehilangan kekasih. Bagaimana bisa cukup untuk makan keluarganya dan ongkos pulang ke rumah hanya dengan penghasilan 1 bungkus kue semprong??
Kenapa? Kenapa hanya 1 bungkus? Padahal uangku masih lebih dari cukup jika membelinya lebih dari 1 bungkus. Jika berniat membantu seharusnya aku beli lebih dari satu. Kenapa? Kenapa bus itu cepat datang? Apa hanya itu kesempatanku? oohh Tuhan....

Dalam isak tangis akhirnya kutambah doa untuknya seiring tasbih butiran airmataku, "Ya Allah yg Maha Kaya lagi Maha Pemberi rezeki. Cukupkanlah rezeki untuknya & untukku yg Engkau berkahi & ridhoi" Amiin......

Besarkan Badanku Tuhan


Pada zaman nabi Musa As hiduplah seorang ahli ibadah ('abid) yang sangat alim. Dia hidup menyepi di pinggi desa jauh dari penduduk demi menjaga kekhusyuan ibadahnya.

Suatu hari ia mendengar nabi Musa As singgah di desanya. Tanpa buang waktu, sang 'abid segera menemui nabi Musa As. Saat bertemu ada pertanyaan ingin sejak lama ingin di tanyakannya pada nabi Musa As. "Wahai sang nabi, dapatkah kau tanyakan pada Allah dalam doamu, disyurga manakah kelak aku berada?" dengan sangat yakin sang 'abid menanyakan hal tsb pada nabi Musa As.
Kemudian berdoalah Nabi Musa As sesuai permintaan sang'abid. SEtelah menj\dapatkan jawaban dari Allah SWT lalu berkatalah Nabi Musa As "wahai 'abid, aku tak melihatmu di surga", "lalu di mana aku?" tanya sang 'abid penasaran. "Aku melihatmu di neraka", jawab Nabi Musa As. Kemudian pulanglah sang 'abid ke rumahnya dengan penuh kesedihan.

Tak lama berselang, Nabi Musa As terlihat tergesa-gesa menyusul sang 'abid ke rumahnya. Lalu, tok tok tok "Assalamuaikum 'abid!" Nabi Musa As mulai mengetuk-ngetuk pintu rumah 'abid. "Alaikum salam.." jawab 'abid seraya membuka pintu rumahnya.
"Wahai Nabi, gerangan apa yang membawa anda datang ke rumah saya?" "mari silakan masuk".
Kemudian sang nabi mulai menjelaskan, "saya heran, tadi saya melihat anda di neraka, tapi tak lama kemudian setelah anda pulang, saya melihat anda ada di surga". "kenapa bisa seperti itu?" "apa yang anda telah anda lakukan 'abid?"
Lalu sang 'abid manggut-manggut sambil menjelaskan, "setelah saya mengetahui bahwa saya ternyata akan masuk neraka, saya sangat sedih. Tapi saya tidak protes pada Allah SWT, saya hanya berdoa untuk meminta 1 hal".
"apakah itu wahai 'abid?" tanya Nabi Musa As.
"jika saya masuk neraka, saya minta pada Allah agar tubuh saya di perbesar hingga menutupi seluruh neraka. Agar tidak ada lagi orang lain yang masuk neraka selain saya. cukup saya saja yang masuk neraka" jawab sang 'abid.

***
Begitulah, karena kesombongan, nilai ibadah seumur hidup menjadi tidak berarti. Karena untuk masuk surga, bukanlah semata-mata karena ibadah kita, tetapi juga karena rahmat Allah SWT pada hambanya.
Tapi karena berdoa demi kebaikan orang lain lah sang 'abid mendapatkan rahmat Allah sehingga masuk ke surga.

>> semoga bisa menjadi inspirasi untuk senantiasa mendoakan kebaikan untuk orang lain di sekitar kita. Amin....

Jumat, 07 Mei 2010

Cerita, "Cinta dan Waktu"

Dahulu kala, ada sebuah pulau kecil dengan berbagai macam kehidupan. Kebahagiaan, Kesedihan, Pengetahuan, dan Cinta, serta Emosi-Emosi yang lain, tinggal di pulau ini.

Suatu hari, Emosi mengetahui bahwa pulau itu akan tenggelam. Setiap orang kemudian bersiap-siap untuk meninggalkan pulau itu, kecuali Cinta. Cinta bersikeras bahwa dia akan tinggal di pulau itu hingga menit terakhir.

Beberapa hari kemudian, ketika pulau itu hampir tenggelam, Cinta berpikirkan untuk meminta bantuan. Pada saat itu, ia melihat Kekayaan lewat dengan sebuah kapal besar.

Cinta bertanya: "Kekayaan, maukah Anda membawa saya bersama Anda?" Kekayaan berkata: "Tidak, kapalku penuh dengan emas, perak dan harta lainnya. Tidak ada ruang untuk Anda." Lalu Cinta melihat Kesombongan sedang di atas sebuah kapal yang sangat megah dan bertanya: "Kesombongan, tolong bantu saya! "


Kesombongan berkata: "Saya tidak bisa membantu Anda. Anda basah kuyup dan dan hanya akan mengotori kapal saya yang indah. "

Ketika Kesedihan lewat, Cinta meminta bantuan: "Kesedihan, biarkan saya pergi dengan Anda." "Oh, saya sangat sangat sedih, saya hanya ingin sendirian!" jawab Kesedihan.

Ketika Kebahagiaan lewat, karena terlalu gembira, ia tidak mendengar saat Cinta memanggilnya minta tolong. Tiba-tiba, sebuah suara memanggil: "Kemarilah, Cinta. Saya akan membawa Anda bersama saya.” Dia adalah seorang bapak tua. Cinta sangat bersuka cita karena harapannya terwujud hingga lupa untuk menanyakan nama orang tua tersebut. Ketika mereka sampai di darat, orang tua itu telah pergi.

Cinta sangat berterima kasih dan bertanya kepada orang tua yang lain siapa nama orang tua yang telah menyelamatkan dirinya tadi. "Namanya adalah Waktu," Pengetahuan menjawab. "Waktu?" Cinta bertanya, "Mengapa Waktu berkehendak untuk menolong saya?"

Pengetahuan tersenyum: "Itu karena hanyalah Waktu, satu-satunya yang dapat memahami betapa besarnya Cinta itu”.

Karena cinta dalam tulisan Salim A Fillah menyatakan bahwa, CINTA, SEBUAH KATA KERJA.
(Di Posting Oleh : BaoYuan

Selasa, 25 Agustus 2009

Kehidupan Sang Elang


Elang merupakan jenis unggas yang mempunyai umur paling panjang didunia. Umurnya dapat mencapai 70 tahun. Tetapi untuk mencapai umur sepanjang itu seekor elang harus membuat suatu keputusan yang sangat berat pada umurnya yang ke 40.


Ketika elang berumur 40 tahun, cakarnya mulai menua, paruhnya menjadi panjang dan membengkok hingga hampir menyentuh dadanya. Sayapnya menjadi sangat berat karena bulunya telah tumbuh lebat dan tebal, sehingga sangat menyulitkan waktu terbang. Pada saat itu, elang hanya mempunyai dua pilihan:Menunggu kematian, atau mengalami suatu proses transformasi yang sangat menyakitkan --- suatu proses transformasi yang panjang selama 150 hari.


Untuk melakukan transformasi itu, elang harus berusaha keras terbang ke atas puncak gunung untuk kemudian membuat sarang di tepi jurang , berhenti dan tinggal disana selama proses transformasi berlangsung.


Pertama-tama, elang harus mematukkan paruhnya pada batu karang sampai paruh tersebut terlepas dari mulutnya, kemudian berdiam beberapa lama menunggu tumbuhnya paruh baru. Dengan paruh yang baru tumbuh itu, ia harus mencabut satu persatu cakar-cakarnya dan ketika cakar yang baru sudah tumbuh, ia akan mencabut bulu badannya satu demi satu. Suatu proses yang panjang dan menyakitkan. Lima bulan kemudian, bulu-bulu elang yang baru sudah tumbuh. Elang mulai dapat terbang kembali. Dengan paruh dan cakar baru, elang tersebut mulai menjalani 30 tahun kehidupan barunya dengan penuh energi!


Dalam kehidupan kita ini, kadang kita juga harus melakukan suatu keputusan yang sangat berat untuk memulai sesuatu proses pembaharuan. Kita harus berani dan mau membuang semua kebiasaan lama yang mengikat, meskipun kebiasaan lama itu adalah sesuatu yang menyenangkan dan melenakan.


Kita harus rela untuk meninggalkan perilaku lama kita agar kita dapat mulai terbang lagi menggapai tujuan yang lebih baik di masa depan. Hanya bila kita bersedia melepaskan beban lama, membuka diri untuk belajar hal-hal yang baru, kita baru mempunyai kesempatan untuk mengembangkan kemampuan kita yang terpendam, mengasah keahlian baru dan menatap masa depan dengan penuh keyakinan.


Halangan terbesar untuk berubah terletak di dalam diri sendiri dan andalah sang penguasa atas diri anda. Jangan biarkan masa lalu menumpulkan asa dan melayukan semangat kita. Anda adalah elang-elang itu.


Perubahan pasti terjadi. Maka itu, kita harus berubah!


Sumber : Admin SKI

Sabtu, 08 Agustus 2009

Semua Yang Hadir Juga Saya Denda !


Ketika AS mengalami depresi ekonomi pada pertengahan tahun 1930. Ada sebuah kisah unik yang mengingatkan kita pada kisah Umar bin Khotthob yang mengadili pencuri yang miskin.

Berikut ceritanya :

Saat itu hari amat dingin. Di seluruh penjuru kota , orang-orang miskin nyaris kelaparan.Di suatu ruang sidang pengadilan, seorang hakim duduk menyimak tuntutan terhadap seorang wanita tua yang dituduh mencuri septong roti.

Wanita tua itu sudah meminta maaf, dan mengatakan bahwa anak perempuannya sakit, cucunya kelaparan, dan karena suaminya telah meninggalkan dirinya. Tetap saja penjaga toko yang rotinya dicuri menolak untuk membatalkan tuntutan. Ia memaksa bahwa wanita itu harus dihukum untuk menjadi contoh bagi yang lainnya. Hakim itu menghela nafasnya. Sebenarnya ia enggan menghakimi wanita ini. Tetapi ia tidak punya pilihan lain.

"Maafkan saya," katanya sambil memandang wanita itu.

"Saya tidak bisa membuat pengecualian. Hukum adalah hukum, jadi Anda harus dihukum. Saya mendenda kamu sepuluh dolar, dan jika kamu tidak mampu membayarnya maka kamu harus masuk penjara sepuluh hari.

"Wanita itu tertunduk, hatinya remuk. matanya berkaca-kaca. Tanpa disadarinya, sang hakim mencopot topinya, mengambil uang sepuluh dolar dari dompetnya, dan meletakkan uang itu dalam topinya.

Ia berkata kepada hadirin: "Saya juga mendenda masing-masing orang yang hadir di ruang sidang inisebesar lima puluh sen karena tinggal dan hidup di kota ini , yang membiarkan seseorang kelaparan sampai harus mencuri untuk menyelamatkan cucunya dari kelaparan......

"Tuan Bailiff, tolong kumpulkan dendanya dalam topi ini lalu berikan kepada terdakwa."

Akhir cerita, wanita itu meninggalkan ruang sidang sambil mengantongi empat puluh tujuh dolar dan lima puluh sen, termasuk di dalamnya lima puluh sen yang dibayarkan oleh penjaga toko yang malu karena telah menuntutnya.

Tepuk tangan meriah dari kumpulan penjahat kecil, polisi New York , dan staf pengadilan yang berada dalam ruangan sidang mengiringi kepergian sang wanita tua.


Sumber : NN - Inspiring Story Group


"Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? Mereka Itulah orang yang menghardik anak yatim, dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin." (QS Al Maa’uun :107, 1-3)


Rabu, 05 Agustus 2009

Janganlah Hatimu Menciptakan Jarak


Seorang murid bertanya pada Ustadz yang bijak "Mengapa ketika seseorang sedang dalam keadaan marah, biasanya berbicara dengan suara keras bahkan berteriak? "

Ustadz itu tersenyum " Adakah yang bisa menjawab pertanyaan teman kalian ini " Sang Guru menguji kebijakan murid-muridnya.

Seorang murid setelah berpikir cukup lama mengangkat tangan dan menjawab;"Karena ia telah kehilangan kesabaran, karena itu ia berteriak."

" Hmm, Padahal lawan bicaranya justru berada dekat disampingnya. Mengapa harus berteriak? Apakah ia tak dapat berbicara secara halus?" Pancing Sang Ustadz

Semua murid memberikan sejumlah alasan yang dikira benar menurut pertimbangan mereka. Namun tak satupun jawaban yang memuaskan.

Sang Ustadz lalu berkata; "Ketika dua orang sedang berada dalam situasi kemarahan, jarak antara ke dua hati mereka menjadi amat jauh walau secara fisik mereka begitu dekat. Karena itu, untuk mencapai jarak yang demikian, mereka harus berteriak.

Namun anehnya, semakin keras mereka berteriak, semakin pula mereka menjadi marah dan dengan sendirinya jarak hati yang ada di antara keduanya pun menjadi lebih jauh lagi. Karena itu mereka terpaksa berteriak lebih keras lagi."

Sang guru masih melanjutkan; "Sebaliknya, apa yang terjadi ketika dua orang saling jatuh cinta? Mereka tak hanya tidak berteriak, namun ketika mereka berbicara suara yang keluar dari mulut mereka begitu halus dan kecil. Sehalus apapun, keduanya bisa mendengarkannya dengan begitu jelas."

"Mengapa demikian?" Sang Ustadz bertanya sambil memperhatikan para muridnya. Mereka terdiam, tak satupun berani memberikan jawaban.

"Karena hati mereka begitu dekat, hati mereka tak berjarak. Pada akhirnya sepatah katapun tak perlu diucapkan. Sebuah pandangan mata saja amatlah cukup membuat mereka memahami apa yang ingin mereka sampaikan."

Sang Ustadz menutup dengan sebuah nasehat :
"Ketika kalian sedang dilanda kemarahan, janganlah hatimu menciptakan jarak. Apalagi mengucapkan kata yang mendatangkan jarak di antara kamu.

Mungkin di saat seperti itu, tak mengucapkan kata-kata mungkin merupakan cara yang bijaksana. Karena waktu akan membantu Kalian."

oOo

Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu.” [Ali ‘Imran:159]

Orang kuat itu bukanlah orang yang menang bergulat, tetapi orang kuat ialah orang yang dapat menahan dirinya ketika marah.” ( HR Buhkori )

Bila seorang dari kamu sedang marah hendaklah diam. (HR. Ahmad)

Apabila ada orang yang mencaci-maki kamu tentang apa yang dia ketahui pada dirimu, janganlah kamu balas mencaci-maki dia tentang apa yang kamu ketahui tentang dirinya.Karena pahalanya untuk kamu dan kecelakaan untuk dia. (HR. Ad-Dailami)

"Rasa marah itu bagian dari tabi’at manusia yang pasti ada. Akan tetapi kuasailah dirimu ketika muncul rasa marah. Supaya kemarahanmu itu tidak menimbulkan dampak yang tidak baik. Sesungguhnya kemarahan adalah bara api yang dilemparkan oleh syaithan ke dalam lubuk hati bani Adam. Oleh sebab itulah anda bisa melihat kalau orang sedang marah maka kedua matanya pun menjadi merah dan urat lehernya menonjol dan menegang. Bahkan terkadang rambutnya ikut rontok dan berjatuhan akibat luapan marah. Dan berbagai hal lain yang tidak terpuji timbul di belakangnya. Sehingga terkadang pelakunya merasa sangat menyesal atas perbuatan yang telah dia lakukan”. ( Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin )

From Group Inspirinf Story 2 Face Book

Selasa, 28 Juli 2009

Mari Pandai Bersyukur


Ada seorang ibu rumah tangga yang memiliki 4 anak laki-laki. Urusan belanja, cucian, makan, kebersihan & kerapihan rumah dapat ditanganinya dengan baik. Rumah tampak selalu rapih, bersih & teratur dan suami serta anak-anaknya sangat menghargai pengabdiannya itu.

Cuma ada satu masalah, ibu yg pembersih ini sangat tidak suka kalau karpet di rumahnya kotor.Ia bisa meledak dan marah berkepanjangan hanya gara-gara melihat jejak sepatu di atas karpet, dan suasana tidak enak akan berlangsung seharian. Padahal, dengan 4 anak laki-laki di rumah, hal ini mudah sekali terjadi dan menyiksanya.

Atas saran keluarganya, ia pergi menemui seorang psikolog bernama Virginia Satir, dan menceritakan masalahnya. Setelah mendengarkan cerita sang ibu dengan penuh perhatian, Virginia Satir tersenyum & berkata kepada sang ibu :

"Ibu harap tutup mata ibu dan bayangkan apa yang akan saya katakan"Ibu itu kemudian menutup matanya.

"Bayangkan rumah ibu yang rapih dan karpet ibu yang bersih mengembang, tak ternoda, tanpa kotoran, tanpa jejak sepatu, bagaimana perasaan ibu?"

Sambil tetap menutup mata, senyum ibu itu merekah, mukanya yg murung berubah cerah. Ia tampak senang dengan bayangan yang dilihatnya.

Virginia Satir melanjutkan; "Itu artinya tidak ada seorangpun di rumah ibu. Tak ada suami, tak ada anak-anak, tak terdengar gurau canda dan tawa ceria mereka. Rumah ibu sepi dan kosong tanpa orang-orang yang ibu kasihi".

Seketika muka ibu itu berubah keruh, senyumnya langsung menghilang, napasnya mengandung isak. Perasaannya terguncang. Pikirannya langsung cemas membayangkan apa yang tengah terjadi pada suami dan anak-anaknya.

"Sekarang lihat kembali karpet itu, ibu melihat jejak sepatu & kotoran disana, artinya suami dan anak-anak ibu ada di rumah, orang-orang yang ibu cintai ada bersama ibu dan kehadiran mereka menghangatkan hati ibu". Ibu itu mulai tersenyum kembali, ia merasa nyaman dengan visualisasi tsb.

"Sekarang bukalah mata ibu" Ibu itu membuka matanya"Bagaimana, apakah karpet kotor masih menjadi masalah buat ibu?"

Ibu itu tersenyum dan menggelengkan kepalanya."Aku tahu maksud anda" ujar sang ibu, "Jika kita melihat dengan sudut yang tepat, maka hal yang tampak negatif dapat dilihat secara positif".

Sejak saat itu, sang ibu tak pernah lagi mengeluh soal karpetnya yang kotor, karena setiap melihat jejak sepatu disana, ia tahu, keluarga yg dikasihinya ada di rumah.

Kisah di atas adalah kisah nyata. Virginia Satir adalah seorang psikolog terkenal yang mengilhami Richard Binder & John Adler untuk menciptakan NLP (Neurolinguistic Programming) .

Teknik yang dipakainya di atas disebut Reframing, yaitu bagaimana kita 'membingkai ulang' sudut pandang kita sehingga sesuatu yg tadinya negatif dapat menjadi positif, salah satu caranya dengan mengubah sudut pandangnya.

Terlampir beberapa contoh pengubahan sudut pandang :

Saya BERSYUKUR;

1. Untuk istri yang mengatakan malam ini kita hanya makan mie instan, karena itu artinya ia bersamaku bukan dengan orang lain

2. Untuk suami yang hanya duduk malas di sofa menonton TV, karena itu artinya ia berada di rumah dan bukan di bar, kafe, atau di tempat maksiat.

3. Untuk anak-anak yang ribut mengeluh tentang banyak hal, karena itu artinya mereka di rumah dan tidak jadi anak jalanan

4. Untuk Tagihan Pajak yang cukup besar, karena itu artinya saya bekerja dan digaji tinggi

5. Untuk sampah dan kotoran bekas pesta yang harus saya bersihkan, karena itu artinya keluarga kami dikelilingi banyak teman

6. Untuk pakaian yang mulai kesempitan, karena itu artinya saya cukup makan

7. Untuk rasa lelah, capai dan penat di penghujung hari, karena itu artinya saya masih mampu bekerja keras

8. Untuk semua kritik yang saya dengar tentang pemerintah, karena itu artinya masih ada kebebasan berpendapat

9. Untuk bunyi alarm keras jam 5 pagi yg membangunkan saya, karena itu artinya saya masih bisa terbangun, masih hidup

10. Untuk setiap permasalahan hidup yang saya hadapi, karena itu artinya Tuhan sedang membentuk dan menempa saya untuk menjadi lebih baik lagi...


-if God brings you to it, He will bring you through it.-


Diambil dari berbagai sumber

Desy

Senin, 27 Juli 2009

Karena kau tulang rusukku...

Sebuah senja yang sempurna, sepotong donat, dan lagu cinta yang lembut. Adakah yang lebih indah dari itu, bagi sepasang manusia yang memadu kasih? Raka dan Dara duduk di punggung senja itu, berpotong percakapan lewat, beratus tawa timpas, lalu Dara pun memulai meminta kepastian. ya, tentang cinta.
Dara : Siapa yang paling kamu cintai di dunia ini?
Raka : Kamu dong?
Dara : Menurut kamu, aku ini siapa?
Raka : (Berpikir sejenak, lalu menatap Dara dengan pasti) Kamu tulang rusukku! Ada tertulis,

Tuhan melihat bahwa Adam kesepian. Saat Adam tidur, Tuhan mengambil rusuk dari Adam dan menciptakan Hawa. Semua pria mencari tulang rusuknya yang hilang dan saat menemukan wanita untuknya, tidak lagi merasakan sakit di hati."Setelah menikah, Dara dan Raka mengalami masa yang indah dan manis untuk sesaat. Setelah itu, pasangan muda ini mulai tenggelam dalam kesibukan masing-masing dan kepenatan hidup yang kain mendera. Hidup mereka menjadi membosankan. Kenyataan hidup yang kejam membuat mereka mulai menyisihkan impian dan cinta satu sama lain.Mereka mulai bertengkar dan pertengkaran itu mulai menjadi semakin panas. Pada suatu hari, pada akhir sebuah pertengkaran, Dara lari keluar rumah. Saat tiba di seberang jalan, dia berteriak, "Kamu nggak cinta lagi sama aku!"Raka sangat membenci ketidakdewasaan Dara dan secara spontan balik berteriak, "Aku menyesal kita menikah! Kamu ternyata bukan tulang rusukku!"Tiba-tiba Dara menjadi terdiam , berdiri terpaku untuk beberapa saat. Matanya basah. Ia menatap Raka, seakan tak percaya pada apa yang telah dia dengar.Raka menyesal akan apa yang sudah dia ucapkan. Tetapi seperti air yang telah tertumpah, ucapan itu tidak mungkin untuk diambil kembali.Dengan berlinang air mata, Dara kembali ke rumah dan mengambil barang-barangnya, bertekad untuk berpisah. "Kalau aku bukan tulang rusukmu, biarkan aku pergi. Biarkan kita berpisah dan mencari pasangan sejati masing-masing."Lima tahun berlalu.Raka tidak menikah lagi, tetapi berusaha mencari tahu akan kehidupan Dara. Dara pernah ke luar negeri, menikah dengan orang asing, bercerai, dan kini kembali ke kota semula. Dan Raka yang tahu semua informasi tentang Dara, merasa kecewa, karena dia tak pernah diberi kesempatan untuk kembali, Dara tak menunggunya.Dan di tengah malam yang sunyi, saat Raka meminum kopinya, ia merasakan ada yang sakit di dadanya. Tapi dia tidak sanggup mengakui bahwa dia merindukan Dara.Suatu hari, mereka akhirnya kembali bertemu. Di airport, di tempat ketika banyak terjadi pertemuan dan perpisahan, mereka dipisahkan hanya oleh sebuah dinding pembatas, mata mereka tak saling mau lepas.
Raka : Apa kabar?
Dara : Baik... ngg.., apakah kamu sudah menemukan rusukmu yang hilang?
Raka : Belum.
Dara : Aku terbang ke New York dengan penerbangan berikut.
Raka : Aku akan kembali 2 minggu lagi. Telpon aku kalau kamu sempat. Kamu tahu nomor telepon kita, belum ada yang berubah. Tidak akan ada yang berubah.Dara tersenyum manis, lalu berlalu."Good bye...."
Seminggu kemudian, Raka mendengar bahwa Dara mengalami kecelakaan, mati. Malam itu, sekali lagi, Raka mereguk kopinya dan kembali merasakan sakit di dadanya. Akhirnya dia sadar bahwa sakit itu adalah karena Dara, tulang rusuknya sendiri, yang telah dengan bodohnya dia patahkan."Kita melampiaskan 99% kemarahan justru kepada orang yang paling kita cintai. Dan akibatnya seringkali adalah fatal"
Hikmah :Istri pendamping setia yang ada di sisi kita adalah Tulang rusuk kita, justru yang kita cintai. namun sadarkah kita "Kita melampiaskan 99% kemarahan justru kepada orang yang paling kita cintai. Dan akibatnya seringkali adalah fatal"Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ“Dan bergaullah kalian (para suami) dengan mereka (para istri) secara patut.” (An-Nisa`: 19)
Al-Hafizh Ibnu Katsir rahimahullah ketika menafsirkan ayat di atas menyatakan: “Yakni perindah ucapan kalian terhadap mereka (para istri) dan perbagus perbuatan serta penampilan kalian sesuai kemampuan. Sebagaimana engkau menyukai bila ia (istri) berbuat demikian, maka engkau (semestinya) juga berbuat yang sama.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman dalam hal ini:وَلَهُنَّ مِثْلُ الَّذِي عَلَيْهِنَّ بِالْمَعْرُوفِ“Dan para istri memiliki hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma’ruf.” (Al-Baqarah: 228)
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam sendiri telah bersabda:خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لِأَهْلِهِ، وَأَنَا خَيْرُكُمْ لِأَهْلِيْ“Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap keluarga (istri)nya. Dan aku adalah orang yang paling baik di antara kalian terhadap keluarga (istri)ku.”
(Tafsir Al-Qur`anil ‘Azhim, 2/173)Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:فَإِنْ كَرِهْتُمُوهُنَّ فَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَيَجْعَلَ اللهُ فِيهِ خَيْرًا كَثِيرًا“Kemudian bila kalian tidak menyukai mereka maka bersabarlah karena mungkin kalian tidak menyukai sesuatu padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.” (An-Nisa`: 19)
Dalam tafsir Al-Jami’ li Ahkamil Qur`an (5/65), Al-Imam Al-Qurthubi rahimahullah berkata: “Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala: فَإِنْ كَرِهْتُمُوهُنَّ (“Kemudian bila kalian tidak menyukai mereka”), dikarenakan parasnya yang buruk atau perangainya yang jelek, bukan karena si istri berbuat keji dan nusyuz, maka disenangi (dianjurkan) (bagi si suami) untuk bersabar menanggung kekurangan tersebut. Mudah-mudahan hal itu mendatangkan rizki berupa anak-anak yang shalih yang diperoleh dari istri tersebut.”
Al-Hafizh Ibnu Katsir rahimahullah berkata: “Yakni mudah-mudahan kesabaran kalian dengan tetap menahan mereka (para istri dalam ikatan pernikahan), sementara kalian tidak menyukai mereka, akan menjadi kebaikan yang banyak bagi kalian di dunia dan di akhirat.
Sebagaimana perkataan Ibnu ‘Abbas radhiyallahu 'anhuma tentang ayat ini: ‘Si suami mengasihani (menaruh iba) istri (yang tidak disukainya) hingga Allah Subhanahu wa Ta'ala berikan rizki kepadanya berupa anak dari istri tersebut dan pada anak itu ada kebaikan yang banyak’.” (Tafsir Ibnu Katsir, 2/173)
Dalam hadits Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu disebutkan bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:لاَ يَفْرَكْ مُؤْمِنٌ مُؤْمِنَةً إِنْ كَرِهَ مِنْهَا خُلُقًا رَضِيَ مِنْهَا آخَرَ“Janganlah seorang mukmin membenci seorang mukminah, jika ia tidak suka satu tabiat/perangainya maka (bisa jadi) ia ridha (senang) dengan tabiat/perangainya yang lain.” (HR. Muslim no. 1469)
Al-Imam An-Nawawi rahimahullah berkata: “Hadits ini menunjukkan larangan (untuk membenci), yakni sepantasnya seorang suami tidak membenci istrinya. Karena bila ia menemukan pada istrinya satu perangai yang tidak ia sukai, namun di sisi lain ia bisa dapatkan perangai yang disenanginya pada si istri.
Misalnya istrinya tidak baik perilakunya, tetapi ia seorang yang beragama, atau berparas cantik, atau menjaga kehormatan diri, atau bersikap lemah lembut dan halus padanya, atau yang semisalnya..” (Al-Minhaj, 10/58)

dari grup "Inspiring Story"

Minggu, 26 Juli 2009

Aku Akan Terus Membopongmu


Aku Akan Terus Membopongmu

Pada hari pernikahan, aku membopong istriku. Mobil pengantin berhenti di depan flat kami yang cuma berkamar satu. Sahabatku menyuruhku untuk membopongnya begitu keluar dari mobil. Jadi kubopong ia memasuki rumah kami. Ia kelihatan malu-malu. Aku adalah seorang pengantin pria yang sangat bahagia. Dan ia sangat tahu itu. Ini adalah kejadian 10 tahun yang lalu. Hari-hari selanjutnya berlalu demikian simpel seperti secangkir air bening: Kami mempunyai seorang anak, saya terjun ke dunia usaha dan berusaha untukmenghasilkan banyak uang. Begitu kemakmuran meningkat, jalinan kasih diantara kami pun semakin surut. Ia adalah pegawai sipil. Setiap pagi kami berangkat kerja bersama dan sampai di rumah juga pada waktu yang bersamaan. Anak kami sedang belajar di luar negeri. Perkawinan kami kelihatan bahagia. Tapi ketenangan hidup berubah dipengaruhi oleh perubahan yang tidak kusangka...
Dewi hadir dalam kehidupanku. Waktu itu adalah hari yang cerah. Aku berdiri di balkon. Dengan Dewi yang sedang merangkulku. Hatiku sekali lagi terbenam dalam aliran cintanya. ini adalah apartemen yang kubelikan untuknya. Dewi berkata, "Kamu adalah jenis pria terbaik yang menarik para gadis." Kata-katanya tiba-tiba mengingatkanku pada istriku. Ketika kami baru menikah, istriku pernah berkata, "Pria sepertimu, begitu sukses, akan menjadi sangat menarik bagi para gadis." Berpikir tentang ini, Aku menjadi ragu-ragu. Aku tahu kalau aku telah menghianati istriku. Tapi aku tidak sanggup menghentikannya. Aku melepaskan tangan Dewi dan berkata, "Kamu harus pergi membeli beberapa perabot, O.K.? Aku ada sedikit urusan di kantor."
Kelihatan ia jadi tidak senang karena aku telah berjanji menemaninya. Pada saat tersebut, ide perceraian menjadi semakin jelas di pikiranku walaupun kelihatan tidak mungkin. Bagaimanapun, aku merasa sangat sulit untuk membicarakan hal ini pada istriku. Walau bagaimanapun kujelaskan, ia pasti akan sangat terluka. Sejujurnya, ia adalah seorang istri yang baik. Setiap malam ia sibuk menyiapkan makan malam. Aku duduk santai di depan TV. Makan malam segera tersedia. Lalu kami akan menonton TV bersama. Atau, aku akan menghidupkan komputer, membayangkan tubuh Dewi. Ini adalah hiburan bagiku.
Suatu hari aku berbicara dalam guyon, "Seandainya kita bercerai, apa yang akan kau lakukan?" Ia menatap padaku selama beberapa detik tanpa bersuara. Kenyataannya ia percaya bahwa perceraian adalah sesuatu yang sangat jauh darinya. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana ia akan menghadapi kenyataan jika tahu bahwa aku serius.
Ketika istriku mengunjungi kantorku, Dewi baru saja keluar dari ruanganku. Hampir seluruh staff menatap istriku dengan mata penuh simpati dan berusaha untuk menyembunyikan segala sesuatu selama berbicara dengannya. Ia kelihatan sedikit curiga. Ia berusaha tersenyum pada bawahanku. Tapi aku membaca ada kelukaan di matanya.
Sekali lagi, Dewi berkata padaku, "Hei Ning, ceraikan ia, O.K? Lalu kita akan hidup bersama." Aku mengangguk. Aku tahu aku tidak boleh ragu lagi. Ketika malam itu istriku menyiapkan makan malam, kupegang tangannya, "Ada sesuatu yang harus kukatakan"Ia duduk diam dan makan tanpa bersuara. Sekali lagi aku melihat ada luka di matanya. Tiba-tiba aku tidak tahu harus berkata apa. Tapi ia tahu kalau aku terus berpikir. "Aku ingin bercerai," kuungkapkan topikini dengan serius tapi tenang. Ia seperti tidak terpengaruh oleh kata-kataku, tapi ia bertanya secara lembut, "Kenapa?""Aku serius." Aku menghindari pertanyaannya.Jawaban ini membuat ia sangat marah. Ia melemparkan sumpit dan berteriak kepadaku, "Kamu bukan laki-laki!"
Pada malam itu, kami sekali saling membisu. Ia sedang menangis. Aku tahu kalau ia ingin tahu apa yang telah terjadi dengan perkawinan kami. Tapi aku tidak bisa memberikan jawaban yang memuaskan sebab hatiku telah dibawa pergi oleh Dewi.
Dengan perasaan yang amat bersalah, Aku menuliskan surai perceraian di mana istriku memperoleh rumah, mobil dan 30% saham dari perusahaanku. Ia memandangnya sekilas dan mengoyaknya jadi beberapa bagian. Aku merasakan sakit dalam hati. Wanita yang telah 10 tahun hidup bersamaku sekarang menjadi seorang yang asing dalam hidupku. Tapi aku tidak bisa mengembalikan apa yang telah kuucapkan.
Akhirnya ia menangis dengan keras di depanku, hal tersebut tidak pernah kulihat sebelumnya. Bagiku, tangisannya merupakan suatu pembebasan untukku. Ide perceraian telah menghantuiku dalam beberapaminggu ini dan sekarang sungguh telah terjadi...
Pada larut malam, aku kembali ke rumah setelah menemui klienku. Aku melihat ia sedang menulis sesuatu. karena capek aku segera ketiduran. Ketika aku terbangun tengah malam, aku melihat ia masih menulis. Aku tertidur kembali. Ia menuliskan syarat dari perceraiannya: ia tidak menginginkan apa pun dariku, tapi aku harus memberikan waktu sebulan sebelum menceraikannya, dan dalam waktu sebulan itu kami harus hidup bersama seperti biasanya. Alasannya sangat sederhana: Anak kami akan segera menyelesaikkan pendidikannya dan liburannya adalah sebulan lagi dan ia tidak ingin anak kami melihat kehancuran rumah tangga kami. Ia menyerahkan persyaratan tersebut dan bertanya, "Hei Ning, apakah kamu masih ingat bagaimana aku memasuki rumah kita ketika pada hari pernikahan kita?" Pertanyaan ini tiba-tiba mengembalikan beberapa kenangan indah kepadaku. Aku mengangguk dan mengiyakan. "Kamu membopongku di lenganmu", katanya, "jadi aku punya sebuah permintaan, yaitu kamu akan tetap membopongkuku pada waktu perceraian kita. Dari sekarang sampai akhir bulan ini, setiap pagi kamu harus membopongku keluar dari kamar tidur ke pintu ." Aku menerima dengan senyum. Aku tahu ia merindukan beberapa kenangan indah yang telah berlalu dan berharap perkawinannya diakhiri dengan suasana romantis.
Aku memberitahukan Dewi soal syarat perceraian dari istriku. Ia tertawa keras dan berpikir itu tidak ada gunanya. "Bagaimanapun trik yang ia lakukan, ia harus menghadapi hasil dari perceraian ini," ia mencemooh. Kata-katanya membuatku merasa tidak enak.
Istriku dan aku tidak mengadakan kontak badan lagi sejak kukatakan perceraian itu. Kami saling menganggap orang asing. Jadi ketika aku membopongnya di hari pertama, kami kelihatan salah tingkah. Anak kami menepuk punggung kami, "Wah, papa membopong mama, mesra sekali." Kata-katanya membuatku merasa sakit... Dari kamar tidur ke ruang duduk, lalu ke pintu, aku berjalan 10 meter dengan ia dalam lenganku. Ia memejamkan mata dan berkata dengan lembut, "Mari kita mulai hari ini, jangan memberitahukan pada anak kita." Aku mengangguk, merasa sedikit bimbang. Aku melepaskan ia di pintu. Ia pergi menunggu bus, dan aku pergi ke kantor.
Pada hari kedua, bagi kami terasa lebih mudah. Ia merebah di dadaku, kami begitu dekat sampai-sampai aku bisa mencium wangi di bajunya. Aku menyadari bahwa aku telah sangat lama tidak melihat dengan mesra wanita ini. Aku melihat bahwa ia tidak muda lagi, beberapa kerut tampak di wajahnya.
Pada hari ketiga, ia berbisik padaku, "kebun dil uar sedang dibongkar, hati-hati kalau kamu lewat sana."Hari keempat, ketika aku membangunkannya, aku merasa kalau kami masih mesra seperti sepasang suami istri dan aku masih membopong kekasihku di lenganku. Bayangan Dewi menjadi samar. Pada hari kelima dan enam, ia masih mengingatkan aku beberapa hal, seperti, di mana ia telah menyimpan bajuku yang telah ia setrika, aku harus hati-hati saat memasak, dll. Aku mengangguk. Perasaan kedekatan terasa semakin erat. Aku tidak memberitahu Dewi tentang ini. Aku merasa begitu ringan membopongnya. Berharap setiap hari pergike kantor bisa membuatku semakin kuat.Aku berkata padanya, "Kelihatannya tidaklah sulit membopongmu sekarang" Ia sedang mencoba pakaiannya, aku sedang menunggu untuk membopongnya keluar. Ia berusaha mencoba beberapa tapi tidak bisa menemukan yang cocok. Lalu ia melihat, "Semua pakaianku kebesaran". Aku tersenyum. Tapi tiba-tiba aku menyadarinya sebab ia semakin kurus. Itu sebabnya aku bisa membopongnya dengan ringan bukan disebabkan aku semakin kuat. Aku tahu ia mengubur semua kesedihannya dalam hati. Sekali lagi, aku merasakan sakit. Tanpa sadar ku sentuh kepalanya.
Anak kami masuk pada saat tersebut. "Pa, sudah waktunya membopong Mama keluar." Baginya, melihat papanya sedang membopong mamanya keluar menjadi bagian yang penting. Ia memberikan isyarat agar anak kami mendekatinya dan merangkulnya dengan erat. Aku membalikkan wajah sebab aku takut aku akan berubah pikiran pada detik terakhir. Aku menyanggah ia dilenganku, berjalan dari kamar tidur, melewati ruang duduk ke teras. Tangannya memegangku secara lembut dan alami. Aku menyanggah badannya dengan kuat seperti kami kembali ke hari pernikahan. Tapi ia kelihatan agak pucat dan kurus, membuatku sedih.
Pada hari terakhir, ketika aku membopongnya di lenganku, aku melangkah dengan berat. Anak kami telah kembali ke sekolah. Ia berkata, "Sesungguhnya aku berharap kamu akan membopongku sampai kita tua" Aku memeluknya dengan kuat dan berkata, "Antara kita saling tidak menyadari bahwa kehidupan kita begitu mesra".
Aku melompat turun dari mobil tanpa sempat menguncinya. Aku takut keterlambatan akan membuat pikiranku berubah. Aku menaiki tangga. Dewi membuka pintu. Aku berkata padanya, "Maaf Dewi, Aku tidak ingin bercerai. Aku serius". Ia melihat kepadaku, kaget. Ia menyentuh dahiku. "Kamu tidak demam". Kutepiskan tanganya dari dahiku, "Maaf Dewi, aku cuma bisa bilang maaf padamu, aku tidak ingin bercerai. Kehidupan rumah tanggaku membosankan disebabkan ia dan aku tidak bisa merasakan nilai dari kehidupan, bukan disebabkan kami tidak saling mencintai lagi. Sekarang aku mengerti sejak aku membopongnya masuk ke rumahku, ia telah melahirkan anakku. Aku akan menjaganya sampai tua. Jadi aku minta maaf padamu."
Dewi tiba-tiba seperti tersadar. Ia memberikan tamparan keras kepadaku dan menutup pintu dengan kencang dan tangisannya meledak. Aku menuruni tangga dan pergi ke kantor. Dalam perjalanan aku melewati sebuah toko bunga, kupesan sebuah buket bunga kesayangan istriku. Penjual bertanya apa yang mesti ia tulis dalam kartu ucapan? Aku tersenyum, dan menulis, "Aku akan membopongmu setiap pagi, sampai kita tua."


From : Suara Merdeka Online

Sabtu, 27 September 2008

Hidup adalah Anugerah

HIDUP ADALAH ANUGRAH

Ada seorang gadis buta yang membenci dirinya sendiri karena kebutaannya itu. Tidak hanya terhadap dirinya sendiri, tetapi dia juga membenci semua orang
kecuali kekasihnya. Kekasihnya selalu ada disampingnya untuk menemani dan
menghiburnya
. Dia berkata akan menikahi kekasihnya

hanya jika dia bisa melihat dunia .
Suatu hari, ada seseorang yang mendonorkan sepasang mata kepadanya sehingga dia bisa melihat semua hal, termasuk kekasihnya.
Kekasihnya Bertanya, "Sekarang kamu bisa melihat dunia. Apakah kamu mau menikah denganku?" Gadis itu terguncang saat melihat bahwa kekasihnya ternyata buta. Dia menolak untuk menikah dengannya.
Kekasihnya pergi dengan air mata mengalir, dan kemudian menulis sepucuk
surat singkat kepada gadis itu,
"Sayangku, tolong jaga baik-baik mata saya."

Kisah di atas memperlihatkan bagaimana pikiran manusia berubah saat status dalam hidupnya berubah.
Hanya sedikit orang yang ingat bagaimana keadaan
hidup sebelumnya dan lebih sedikit lagi yang ingat terhadap siapa harus
berterima kasih karena telah menyertai dan menopang bahkan di saat yang
paling menyakitkan.



Hari ini sebelum engkau berpikir untuk mengucapkan kata-kata kasar - Ingatlah akan seseorang yang tidak bisa berbicara.

Sebelum engkau mengeluh mengenai cita rasa makananmu - Ingatlah akan seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan.

Sebelum engkau mengeluh tentang suami atau isterimu - Ingatlah akan Meseorang yang menangis kepada Tuhan meminta pasangan hidup.

Hari ini sebelum engkau mengeluh tentang hidupmu -
Ingatlah akan seseorang yang begitu cepat pergi ke surga.

Sebelum engkau mengeluh tentang anak-anakmu - Ingatlah akan seseorang yang begitu mengharapkan kehadiran seorang anak,
tetapi tidak mendapatnya.
Sebelum engkau bertengkar karena rumahmu yang kotor, dan tidak ada yang membersihkan atau menyapu lantai - Ingatlah akan orang gelandangan yang tinggal di jalanan.

Sebelum merengek karena harus menyupir terlalu jauh - Ingatlah akan sesorang yang harus berjalan kaki untuk menempuh jarak yang
sama.


Dan ketika engkau lelah dan mengeluh tentang pekerjaanmu -
Ingatlah akan para pengangguran, orang cacat dan mereka yang menginginkan
pekerjaanmu.


Sebelum engkau menuding atau menyalahkan orang lain - Ingatlah bahwa tidak ada seorang pun yang tidak berdosa dan kita harus

menghadap pengadilan Tuhan.


Dan ketika beban hidup tampaknya akan menjatuhkanmu - Pasanglah senyuman di wajahmu dan
berterima kasihlah pada Tuhan karena engkau masih hidup dan ada di dunia ini.



Hidup adalah anugerah, jalanilah, nikmatilah, rayakan dan isilah itu.

NIKMATILAH SETIAP SAAT DALAM HIDUPMU, KARENA MUNGKIN ITU TIDAK AKAN TERULANG LAGI.

Pernikahan Adalah Sekolah Cinta

Pernikahan Adalah Sekolah Cinta
Bertahun-tahun yang lalu, saya berdoa kepada Tuhan
untuk memberikan
saya pasangan,
"Engkau tidak memiliki pasangan karena
engkau tidak memintanya", Tuhan
menjawab.

Tidak hanya saya meminta
kepada Tuhan, seraya menjelaskan kriteria
pasangan yang saya inginkan.
Saya menginginkan pasangan yang baik hati, lembut, mudah
mengampuni,
hangat, jujur, penuh dengan damai dan suka cita, murah hati,
penuh
pengertian, pintar, humoris, penuh perhatian.
Saya bahkan
memberikan kriteria pasangan tersebut secara fisik, yang
selama ini saya
impikan.

Sejalan dengan berlalunya waktu, saya menambahkan daftar
kriteria yang
saya inginkan dalam pasangan saya.
Suatu malam, dalam doa,
Tuhan berkata dalam hati saya, "Hambaku, Aku
tidak dapat memberikan apa yang
engkau inginkan. "

Saya bertanya, "Mengapa Tuhan?"
Dan Ia menjawab,
"Kerna AKU adalahTuhan, dan AKU adalah Kebenaran, dan
segala yang AKU lakukan
adalah benar."

Aku bertanya lagi, "Tuhan, aku tidak mengerti mengapa aku
tidak dapat
memperoleh apa yang aku pinta dari-Mu?"

Jawab Tuhan, "Aku
akan menjelaskan kepadamu. Adalah suatu
ketidakadilan dan ketidakbenaran
bagi-Ku untuk memenuhi keinginanmu,
karena AKU tidak dapat memberikan sesuatu
yang bukan seperti engkau.
Tidaklah adil bagi-Ku untuk memberikan seseorang
yang penuh dengan
cinta dan kasih kepadamu, jika terkadang engkau masih
kasar; atau
memberikan seseorang yang pemurah tetapi engkau masih kejam;
atau
seseorang yang mudah mengampuni, tetapi engkau sendiri masih
suka
menyimpan dendam; seseorang yang sensitif, namun engkau
sendiri
tidak...."

Kemudian Ia berkata kepada saya,
"Adalah lebih
baik jika AKU memberikan kepadamu seseorang yang AKU
tahu dapat menumbuhkan
segala kualitas yang engkau cari selama ini
daripada membuat engkau membuang
waktu mencari seseorang yang sudah
mempunyai semua itu.

Pasanganmu
akan berasal dari tulangmu & dagingmu, dan engkau akan
melihat sendiri
dirimu sendiri di dalam dirinya. Dan kalian berdua
akan menjadi satu.
Pernikahan adalah seperti sekolah, suatu pendidikan jangka
panjang.
Pernikahan adalah tempat dimana engkau dan pasanganmu akan
saling
menyesuaikan diri dan tidak hanya bertujuan untuk menyenangkan
hati
satu sama lain, tetapi untuk menjadikan kalian manusia yang
lebih
baik, dan membuat suatu kerja sama yang solid.
Aku tidak memberikan
pasangan yang sempurna, karena engkau tidak
sempurna.
Aku memberikanmu
seseorang yang dapat bertumbuh bersamamu."