Tampilkan postingan dengan label Film. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Film. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 29 Mei 2021

Variety Show Korea - Law of The Jungle di Indonesia

law of the jungle in Sumatera with Suku Mentawai

Selama pandemi ini dimana wajib stay at home maka pelarian saya seperti banyak orang lainnya adalah lebih banyak aktifitas online. Selain kerja online WFH, juga hiburan-hiburan online. Sebenernya saya tidak terlalu sering nonton K-drama, hanya K-drama yang booming baru saya tonton. K-drama terakhir yang saya tonton waktu itu adalah Crash Landing on you tahun 2019. 

Berawal jadi pantauers ig top search, lalu wara wiri muncul wajah Han ji pyeong aka kim seonho di akun2 ig fintech yang lagi sering saya baca karena lagi belajar alternatif investasi sampai akhirnya nonton k-drama bertema invetasi Itaewon Class dan Start Up, hingga akhirnya dengerin theme song k-drama tsb yang salah satu lagunya V BTS, sampe akhirnya makin penasaran sama Kim seonho dan BTS dan berujung nontonin variety shownya Kim seonho yaitu 2 day 1 night dan variety shownya BTS.

Terlepas variety show tsb real atau not real, saya sih enjoy nontonnya, terhiburlah. Makanya setelah 2 variety show tadi saya mulai searching variety show yang lain, termasuk Master in the House karena ada cha eun woo yang baru join awal 2020, sampe akhirnya role back nonton season 1 nya yg ternyata lebih lucu karena ada yook sungjae dan lee sang yoon. Dan yang akhir2 ini saya rutin tonton adalah kingdom the legendary war tentang persaingan grup idol cowo legendaris yg bersaing untuk jadi yang terbaik dan Law of the jungle, tentang penyintasan (survival) artis-artis korea di hutan-hutan seluruh dunia termasuk yang paling sering adalah di hutan-hutan indonesia. 

Serunya Lotj selain bangga karena hutan indonesia jadi terkenal di korea, juga banyak pengetahuan survival yang bisa dipelajari. Mulai dari cara bikin api tanpa korek, bikin tempat berteduh/rumah pohon tanpa paku, cari makanan tumbuhan hingga hewan2 yg bisa dimakan dihutan/laut, cara nangkep ikan dilaut dengan alat bikin sendiri dan cara olah/masak sederhana tanpa bumbu. Dari acara ini juga baru tau klo biawak bisa dimakan dan dagingnya mirip ayam. Baru tau juga banyak hewan laut yg bisa dimakan asal gak beracun.

Kalo dihitung2 memang lotj paling sering syuting di Indonesia. Hampir semua pulau besar di Indonesia sudah di singgahi Law of the jungle. Berikut ringkasannya.

1. Law of the jungle (LOTJ) Season 1 - Papua tahun 2011 episode 7-11

Karena sudah cukup lama, nyari video episode ini susah banget, jangankan yang sudah ada subtitel, yang raw aja susah. Mulai nyari dari situs resmi sampe gak resmi saya masih belum berhasil nemu. Yang ketemu episode papua nugini. Ya jelas beda negara lah ya. Tapi episode papua kadang-kadang suka di flash back di episode lain. Misalnya di episode Sumatera dan Brunei, dimana kim byung man sebagai kepala suku ngajarin makan ulat sagu dan bikin papeda dari olahan pohon sagu yang dia pelajari saat berkunjung ke Papua. Terus dia juga sempet bikin rumah pohon yg tinggi banget buat anggota tripnya di episode Borneo agar bisa merasakan apa yang dia alami waktu naik rumah pohon suku korowai Papua.

2. Law of the jungle (LOTJ) Season 3 - Manado tahun 2017 episode 247-255

Law of the jungle in kota Manado Indonesia grup 1

Episode ini sangat booming karena salah satu castnya adalah Jin BTS yang waktu itu sedang tenar-tenarnya, emm sebenernya sampe sekarang masih tenar sih, makin tenar malah hehe. Mulai dari bandara bahkan sampe pulau tepat shooting ada army (fans bts) yang ngikutin untuk liat Jin syuting. Bahkan sokjin sempat hampir pingsan karena kelelahan akibat lokasi penyintasan yang lumayan ekstrim. Penasaran? silahkan tonton sendiri ehehe.

3. Law of the jungle (LOTJ) Season 3 - Sumatera tahun 2017 episode 256-264

Law of the jungle in Sumatera grup 1

 
Law of the Jungle in Sumatera grup 2

Episode ini juga seru karena ada yook sung jae dan paniel BTOB yg saat itu juga sedang tenar. Shooting episode sumatera ini ada di beberapa tempat yaitu sumbar (pulau sikuai), sumut (gunung sibayak dan pulau mentawai), serta di aceh untuk menemukan orang utan dan bunga raflesia.

4. Law of the jungle (LOTJ) Season 4 - Pulau Komodo Flores tahun 2017 episode 274-282

Law of the jungle in Komodo Island

Episode ini lebih seru lagi karena mereka camping di pulau yang ada Komodonya. Tiap hari liat komodo wara-wiri disekitar area camping dan sempat lihat komodo lagi ngunyah-ngunyah rusa dengan nikmat, sampe komodo dateng ngobrak-ngabrik peralatan shooting kru lotj, wkwkwk spoiler alert.

5. Law of the jungle (LOTJ) Season 5 - Sunda Island tahun 2019 episode 383-392

Law of the jungle in Sunda Island Indonesia

Law of the jungle sebenernya ada di viu, sayangnya belum semua episode ada. Tapi episode sunda island ini ada kok di viu. Salah satu yang bikin episode ini menarik adalah Doyoung NCT ikut trip ini dan dia berhasil menemukan salak sebagai salah satu buah yang menjadi misi untuk dicari. Dan setelah syuting ini, kalau teringat indonesia doyoung sering banget nyebut-nyebut salak sebagai salah satu buah terenak yang pernah dia makan. Dan setiap ke indonesia dia pasti nyari salak.

Sebenernya ada episode Borneo, tapi shootingnya di area borneo Malaysia, bukan yang di Indonesia. Dan di episode Borneo ini mereka juga ketemu suku dayak dan suku Bajau. Jadi ya hampir semua pulau besar di Indonesia sudah di singgahi Law of the jungle. Yang belum tinggal maluku & raja ampat. Saya belum nonton semua episode law of the jungle sih, tapi klo pandemi dah lewat dan LOTJ mau shooting lagi di Indonesia, saya rekomendasikan yang ikonik itu ke Berau kepulauan Derawan. Di kepulauan Derawan masing-masing pulaunya punya keunikan misalnya pulau kakaban dimana ada danau kakaban dengan ubur-ubur air tawar yang tidak menyengat dan bisa berenang denga hiu paus dan pari manta raksasa, di pulau sangalaki ada penangkaran penyu, berenang di gua, dan danau labuan cermin. Selain itu saya juga merekomendasikan raja ampat dan kepulauan Maluku yang punya banyak banget pantai cantik dengan pasir putih dan laut zambrud dengan aneka ragam biota lautnya.

 

 

  


Jumat, 24 Agustus 2012

Review : Film Perahu Kertas


Terus terang saya belum membaca novel ini. Maka dengan gembar gembor bahwa film ini berangkat dari novel best seller plus saya juga lagi penasaran sama adipati dolken, akhirnya saya pilih film ini untuk ditonton dibanding film lain yg tayang berbarengan di bioskop.

Ekspetasi saya tambah besar karena film ini di sutradarai Hanung Bramantyo salah satu sutradara indonesia favorite saya.

Awalnya saya pikir perahu kertas hanya sekedar simbol filosofis yang tidak akan dibahas kuat oleh dewi lestari sebagai penulis novel ini. Ternyata simbol filosofis itu mampu diterjemahkan dan digambarkan menjadi tema kuat yg mudah dimengerti dan sering di ulang pada beberapa scene hingga nempel di memory penonton.

***

Film dibuka dengan view bawah laut yg menyorot posisi perahu kayu dari bagian bawah. Di susul dengan deskripsi filosofis perahu kertas yg menjadi tema film. Baru pengenalan karakter tokoh. Proses pengenalan tokoh berjalan cukup cepat sampai saya hampir gak mudeng kenapa Kugy (Ayunda) sangat terpengaruh dengan cerita dewa laut Neptunus

Adalah Kugy (Maudy Ayunda), seorang cewe unik yang bermimpi untuk menjadi pendongeng, makanya Kugy kuliah di fakultas sastra di sebuah kampus di Bandung. Sejak kecil Kugy sudah hobi menulis dan banyak memenangkan perhargaan dan lomba menulis. Uniknya, setiap cerita yg dia tulis akan di lipat menjadi perahu kertas dan dihanyutkan ke aliran air manapun. Dengan harapan ceritanya akan sampai ke Neptunus sang Dewa laut.

Di Bandung Kugy kost bareng sahabat SMA nya bernama Noni yang pacaran dengan Eko. Gak lama di Bandung, Eko kedatangan sepupu gantengnya dari Jerman bernama Keenan (Adipati Dolken). Keenan sendiri bertipe 11 12 dengan Kugy. Artistik, berpenampilan sangat casual, cuek dan berantakan.

Keenan sebenernya ingin menjadi pelukis. Tapi ayahnya yang pengusaha menginginkan keenan belajar manajemen di fakultas ekonomi.

Kekaguman kugy pada keenan dimulai saat keenan membuat gambar ilustrasi dongeng-dongengnya kugy. Dan keenan terkagum kagum dengan kugy yang berani bermimpi dan tau bagaimana mewujudkan mimpinya menjadi pendongeng. Sedangkan keenan merasa belum berani mewujudkan mimpinya menjadi pelukis. Dari sinilah mereka mulai saling naksir dan mengagumi. Sayangnya kugy saat itu masih punya pacar ganteng teman SMA bernama ojosh (Dion Wiyono). Tapi kugy sempat melantik keenan menjadi agen neptunus.

Karena sekampus dan mereka sering kongkow bareng maka kugy menamakan geng mereka "pura-pura ninja", sesuai kegandrungan kugy dengan karakter kura-kura ninja. Sayang kemudian persahabatan mereka merenggang karena ada konflik asmara dan konflik persahabatan antara Kugy degan Noni dan Kugy dengan Keenan.

Mulailah mereka sibuk dengan hidupnya masing-masing. Kugy pindah kost karena di cuekin noni akibat kugy gak dateng ke pesta ultahnya noni yang diselenggarakan di rumah wanda (Kimberly Ryder) sepupu noni yg kece abis dari australia yg dijodoh jodohin dengan keenan. Keenan keluar kuliah dan pindah ke ubud untuk belajar lukis. Sedangkan kugy sibuk kerja sosial di sekolah darurat, putus dari ojosh pacarnya sampai kugy lulus kuliah dan kerja di perusahaan advertising hingga bertemu dan dekat dengan romy (Reza Rahardian).

Di ubud keenan dekat dengan seorang gadis Bali bernama lohde. Lohde lah yang banyak memotivasi keenan dalam melukis selain wayan pemilik galeri lukis tempat tinggal keenan di ubud.

Karena ayahnya stroke, keenan terpaksa kembali ke Jakarta untuk membantu perusahaan ayahnya. Kugy keenan bertemu kembali secara tidak sengaja di pesta pernikahan noni dan eko. Lalu bagaimana selanjutnya? Penasaran? Samaaa,,heheee..

Silahkan tunggu sequelnya yaa.. walaupun novelnya tidak berseri, filmnya jadi berseri karena ceritanya tidak bisa tertampung pada durasi 1 film saja.

***

Sebagai pecinta novel, herannya saya belum pernah sekalipun membaca novelnya Dee. Hanya beberapa review atau sinopsis novelnya saja yg saya baca.Yang saya tau novel dee berbahasa agak berat, sehingga saya kurang tertarik untuk membacanya walaupun dengan iming iming best seller. Maklum, otak cepet baik konslet kalo buat baca yang berat-berat, yg akibatnya tentu ke voltase mata yg gampang meredup saat membaca, hehee..

Saya suka sekali dengan karakter kuat kugy yang berhasil diterjemahkan dengan sangat baik oleh Maudi Ayunda. Akting kuat ayunda inilah yg mampu menutupi kurang gregetnya akting adipati. Reza rahardian yg baru muncul di tengah film mampu mengalihkan perhatian saya atas ke"cool"an adipati di awal film. Saya jadi mulai berfikir ending idealnya kugy sama romy aja deh dari pada sama keenan.

Dialog pun dibuat sangat indah. Ada kalimat percakapan yang bisa menjadi kutipan bagus. View film juga dibuat indah dan artistik. Dari semua kekerenan film ini juaranya adalah tata musiknya. OST-nya bagus bagus. Lirik lagu sih mudah di tebak pasti dibuat oleh Dee yg nota bene juga penulis lagu. Notasi lagunya Dee juga khas, saya pribadi mudah mengenali karya musik Dee. Yang gak disangka ternyata lagunya dinyanyikan oleh Maudy Ayunda. Norak banget ya, gw baru tau kalo Maudy Ayunda jago nyanyi *nyengir*

Kesimpulannya sih saya suka dengan film ini. Ringan, mudah di tebak endingnya tapi detailnya yang agak unik dan beda yg justru menjadi daya tarik film ini. Dari range max 5 saya kasih 3.5 jempol untuk film ini. Happy watching ^_^

Jumat, 22 April 2011

Film Tanda Tanya Hanung Bramantyo


Kontroversi terhadap beredarnya film Tanda Tanya membuat keinginan saya untuk menonton film yang mengusung potret kehidupan keberagaman beragama di Indonesia ini semakin kuat.

Film yang dituduh berkedok toleransi dan akan mendangkalkan akidah umat bahkan mengajak umat menjadi murtad ini, menurut saya justru sarat akan makna agama yang sesungguhnya. Film ini berani mengungkap pertentangan dan gesekan-gesekan sosial antara agama-agama dalam masyarakat yang menjadi konflik sosial yang terjadi sehari-hari dan semakin banyak jumlahnya karena perbedaan pandangan hidup. Film ini kembali mengingatkan bangsa ini tentang pentingnya sikap toleransi ditengah keragaman. Mengingatkan kembali semangat Indonesia sediakala. Dimana sikap saling mengerti dibutuhkan dalam memandang keragaman yang ada. Saling mendukung dengan segala pengertian atas perbedaan yang ada. Memaknai arti toleransi untuk dapat hidup berdampingan dengan damai dan penuh kasih, serta kemudian membahas mengenai bagaimana pertentangan-pertentangan ini bisa diselesaikan.

Dikisahkan kehidupan keluarga-keluarga yang hidup ditengah perbedaan etnis dan agama. Hidup berdampingan dalam lingkungan yang dikelilingi oleh Mesjid, Gereja dan Klenteng. Keluarga Tan Kat Sun, pemilik restoran Canton masakan Cina yang walaupun menyediakan masakan tidak halal, namun dengan kesadaran dan toleransinya yang tinggi, ia juga mengakomodir kebutuhan makanan halal bagi pelanggan muslim-nya. Walaupun banyak mendapat ketidakyakinan akan kehalalan masakan halal-nya, penganut Budha yang taat ini berbesar hati dan konsisten untuk tetap menghargai karyawan, tetangga maupun pelanggan muslimnya.

Rika (Endhita), seorang mualaf Kristen, janda dengan seorang anak, yang tetap mengajarkan iman islam kepada Abi anaknya bahkan mampu mendatangkan kembali orangtuanya kerumahnya dalam syukuran khatam Al-Quran putra sematawayangnya. Tersirat dikisahkan Rika memiliki hubungan dengan Surya (Agus Kuncoro) pemuda muslim yang bersedia memerankan tokoh Yesus yang disiksa dan disalib dalam drama Paskah juga sebagai Yosef, suami Maria ibu Yesus dalam drama Natal.

Rasa toleransi beragama yang tinggi dari sang majikan membuat Menuk (Revalina S Temat), satu-satunya anak buahnya yang berjilbab, sangat loyal terhadap Tan Kat Sun (Hengki Sulaiman). Namun, Soleh (Reza Rahardian), suami Menuk, cemburu pada Ping Hen alias Hendra (Rio Dewanto), anak Tan Kat Sun. Latar belakang anugrah saling mencintai dalam perbedaan agama yang pernah dijalin Hendra dan Menuk membuat pasangan suami-istri ini sering berselisih paham.

Lewat film yang diilhami oleh kisah nyata ini, Hanung Bramantyo mencoba mengumandangkan pesan tentang toleransi beragama yang dinilainya kian luntur belakangan ini. Film yang mengedukasi kaum muda yang sudah terkontaminasi jalan pikirannya bahwa berbeda itu haram, untuk kembali diluruskan sehingga dapat memaknai indahnya perbedaan dalam kasih.

Seperti judulnya, “Tanda Tanya”, film ini pun meninggalkan tanda tanya dalam hati saya setelah menyaksikannya. Sebuah tanda tanya sangat besar sepertinya. Tanda tanya yang tersisa seperti dalam tag-line film ini: “Masih pentingkah kita berbeda?” di negeri yang pada masa merebut kemerdekaannya, telah menumpahkan darah anak-anak bangsa yang tidak hanya dari satu agama maupun etnis. Tetapi yang faktanya dapat kita lihat di taman makam pahlawan diseluruh negeri ini, bahwa darah tertumpah untuk merebut kemerdekaan juga tertumpah dari anak bangsa yang beribadah di mesjid, gereja, vihara maupun pura.

Hanung Bramantyo, dalam film ini sangat jeli memperhatikan hal-hal kecil. Banyak dijumpai gambar-gambar yang dapat memperkuat visualisasi dan tata artistic. Setiap lokasi memiliki detil-detil kecil yang teliti sehingga member kesan sangat realistis.

Walau bukan film komedi, tak ada slapstick tetapi beberapa adegan sanggup membuat saya tertawa terbahak karena adegan-adegan tersebut sering terjadi dalam keseharian kita. Ketika tertawa, film ini membuat penonton menertawakan realitas Indonesia sebagai negara plural yang tidak siap menjadi pluralis.

Tanda Tanya juga bukan film drama, tetapi benarlah apa yang saya dengar dikamar kecil theater. Ketika sekelompok anak SMP yang baru saja selesai menonton pada jam sebelum sesi saya, saling bertanya: “Eh elo tadi nangis juga ya,? Gila gue ngga bisa nahan ngga nangis tau! Sedih gitu waktu si engkoh-nya digebug sama Soleh.”

Ya, film ini mengguncang emosi saya. Dengan tidak bermaksud terlalu banyak member spoiler pada film ini. Tetapi saya menjadikan film ini menjadi salah satu film terbaik Indonesia tahun ini, dan wajib ditonton! (sarah simanjuntak).

***

Saking kerennya semua acting pemainnya, saya doakan semoga film dan aktor aktrisnya menang PPI tahun depan yaa...

Jadi makin ga sabar nunggu film-filmnya mas Hanung selanjutnya nih ^.^

Sabtu, 01 Mei 2010

Bangkok Traffic Love Story


Judul asli film ini adalah "Rot Fai Faa... Maha Na Ter".

Film ini sendiri berhasil menjadi yang terlaris di Thailand tahun lalu mengalahkan pesaing terdekatnya film horor "Phobia 2" yang sebelumnya lebih diunggulkan.

Dibintangi oleh aktor muda Thailand yang sedang melejit Theeradej Wongpuapan (Ken) yang menjadi karakter Lung serta pasangan mainnya Sirin Horwang yang melakoni peran sebagai Mei Li, film komedi romantis ini diarahkan oleh Adisorn Trisirikasem (sebelumnya menggarap Lucky Loser).

Sejak menabrakkan mobil keluarga dengan fatal karena mabuk berat pada acara pernikahan sahabatnya, kehidupan Mei yang ugal-ugalan harus berubah 180 derajat. Mobil yang selama ini menjadi kendaraannya harus diambil paksa oleh sang ayah.

Demi terus beraktivitas, Mei harus menempuh perjalanan menaiki angkutan umum setiap hari. Mulai dari jasa taksi hingga ojek pun dilakoni perempuan berusia 30 tahun itu untuk berangkat dan pulang kerja setiap harinya.

Kecelakaan yang menimpa Mei beberapa waktu sebelumnya rupanya membawa hikmah. Dia ditolong oleh seorang pria muda. Suatu kejadian yang menghebohkan di rumah Mei akhirnya membawa pria muda nan misterius itu datang lagi dalam hidupnya.

Sejak itu,intensitas pertemuan mereka makin sering karena Mei dan pemuda bernama Lung itu sama-sama pengguna kereta api super cepat MRT (Mass Rapid Transportation). Cinta pun bersemi di tengah riuhnya kota Bangkok yang sibuk.

Film ini juga menjual festival budaya rakyat dalam menyambut tahun baru yaitu 'Songkran' juga tidak luput sebagai bagian dari kisah romantik ini.

Berdurasi sepanjang 126 menit, film ini sukses mengumpulkan total pendapatan domestik hingga THB 142,890,000 atau setara dengan angka Rp 4 Miliar dalam satu bulan peredarannya.

Dalam gelaran akbar People's Choice Awards 2009 versi Thailand, film ini sukses memborong tiga gelar penghargaan yaitu untuk kategori "Best Picture", "Best Actor" yang dimenangkan Theeradej Wongpuapan, serta "Best Actress" yang dijuarai oleh Cris Horwang.

Lagi-lagi film ini tidak tanyang di cineplex 21 tapi hanya di Blitz Megaplex. Menurut saya film ini cukup lucu, terutama karena karakter mei lin yang cenderung ceroboh. Ada beberapa adegan yang agak lebay dan kasar yang agak mengganggu kenyamanan dalam menonton film ini dan seharusnya bisa diganti dengan jalan cerita yang lebih smooth. Karena adegan tersebut saya hampir malas meneruskan untuk menyaksikan sisa film kalau saja saya tidak membaca beberapa resensi mengenai film ini sebelumnya.

Tapi tema kisah cinta yang diangkat sangat saya suka, yaitu tentang perjuangan cinta & pencarian jodoh seorang wanita muda berumur "deadline" untuk menikah. Saya cukup menikmati ceritanya kok. ayoo....buruan yang tertarik untuk nonton, mumpung masih tayang di Blitz.

Review: 3 Idiots,, very awesome movie in 2010


Pertama denger and liat trailer film 3 idiots,,"iih.... ga banget sih nie film" batin saya. Bad first impression karena saya pikir, ga penting banget bikin film tentang orang idiot, apa manfaatnya? cuma mengeksploitasi kekurangan orang trus dijadiin bahan ketawaan. Lebih ekstrim lagi saya anggap bikin film tentang orang idiot hanya untuk jokes adalah ga manusiawi.

But next,,ada seorang temen di facebook yang bilang klo film itu bagus banget. Trus saya dapet rekomendasi juga dari seorang temen kerja keturunan India yang dah nonton film itu di Australia. Jadi makin penasaran deh. Klo my name is khan aja dah beda sama kebanyakan film Bollywood lainnya, apa ini juga sebagus "my name is khan" ya?

Ternyata, film yang di sutradarai oleh Raj Kumar Hirani ini diangkat dari sebuah novel yang berjudul "Five Point Someone" yang merupakan novel pertama dari Chetan Bhagat's. Awalnya, Hirani menginginkan tokoh Rancho dimainkan oleh Shah Rukh Khan dengan Kajol sebagai pasangannya. Tapi karena keduanya sibuk shooting my name is khan, maka akhirnya peran tersebut di serahkan pada Amir Khan.

Sayangnya 3 idiots ga tayang di 21 cineplex, hanya tayang di Blitz Megaplex. Berhubung Blitz agak jauh dari rumah and biasanya agak mahal harga tiketnya, so rasa penasaran ingin nonton agak terhambat. Sampe someday saat ada waktu jalan-jalan di Roxy Mas saya sempet-sempetin nyari DVD nya.

Film ini menceritakan 2 sahabat yaitu Farhan & yang mencari sahabat mereka Rancho yang menghilang setelah lulus kuliah. Cerita diawali saat Farhan, salah satu anggota 3 idiots, sedang dalam pesawat yang siap take off tiba-tiba dapat telepon penting dari seseorang yang menginformasikan bahwa Rancho-salah satu anggota 3 idiots- sahabat mereka yang menghilang tanpa kabar setelah lulus kuliah telah kembali. Pesawat yang sudah mulai terbang tiba-tiba harus kembali mendarat karena keadaan darurat. Farhan tiba-tiba pingsan karena serangan jantung. Guest what? yes..itu salah satu tipuan konyol Farhan untuk membatalkan penerbangan karena dia harus segera menemui Rancho.

Yang paling menarik dalam film ini adalah tokoh Rancho yang diperankan sangat baik oleh Amir Khan. Rancho adalah seorang mahasiswa cerdas yang mempunyai pola pikir yang berbeda dengan kebanyakan orang, sangat optimis, ceria dan sangat charming. Rancho mempunyai kekuatan untuk selalu membuat orang lain disekitarnya tersenyum dan mampu membuat seorang dosennya yang paling senior & galak akhirnya mengakui kecerdasannya.

Walaupun durasi film ini hampir 3 jam (seperti kebanyakan film india :D) tapi tidak terasa, karena film ini sangat tidak membosankan. Memang masih ada tarian dan nyanyian ala film india pada umumnya tapi tidak menganggu keasikan nonton film ini. Justru saya salut karena walaupun sudah go international tapi film-film india tetap mempertahankan ciri khasnya dengan tarian & nyanyian.

Menurut saya sih, ini film india terbaik yang saya pernah saya tonton, bahkan lebih bagus dari my name is khan. Dan film ini sekaligus film india dengan pendapatan terbesar sepanjang sejarah dengan menangguk keuntungan sebesar 86 juta US dollar. Rugi deh klo ga nonton karena film ini sarat pelajaran hidup & beda banget.