Tampilkan postingan dengan label Books. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Books. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 18 April 2015

Quote of Chocolate Wars: Mars & Hershey

"Coklat juara adalah yang meleleh di mulut, bukan di tangan"

 
   

Jumat, 22 April 2011

Negeri Van Oranje


Perkenalkan Lintang, Banjar, Wicak, Daus, dan Geri. Lima anak manusia terlahir di Indonesia, terdampar bersekolah di Belanda demi meraih gelar S2. Mulai dari kurang tidur karena begadang demi paper, kurang tenaga karena mesti genjot sepeda 5 km bolak-balik ke kampus setiap hari, sampai kurang duit hingga terpaksa mencari pekerjaan paruh waktu; semua pernah mereka alami.

Selain menjalani kisah susah senangnya menjadi mahasiswa rantau di Eropa, mereka juga menjalin persahabatan dan berbagi survival tip hidup di Belanda. Mereka pun bergelut dengan selintas pertanyaan di benak mahasiswa yang pernah bersekolah di luar negeri: untuk apa pulang ke Indonesia? Dalam perjalanan menemukan jawaban masing-masing, takdir menuntut mereka memiliki keteguhan hati untuk melampaui rintangan, menggapai impian, serta melakukan hal yang paling sulit: the courage to love!

PLUS

Novel ini ditulis dengan gaya lincah, kocak, sekaligus menyentuh emosi pembaca. Kita juga akan diajak berkeliling mulai dari Brussels hingga Barcelona, mengunjungi tempat-tempat memikat di Eropa, dan berbagi tip berpetualang ala backpacker sekaligus how to survive sebagai mahasiswa beasiswa di Belanda dan Eropa pada umumnya jadi ga bikin boring bacanya.

MINUS
Ada beberapa kalimat canda yang agak sarkas yang menurut ukuran saya jadi terkesan lebay. Yah walaupun mungkin itu memang gaya bercanda khas anak muda. Jalan ceritanya agak lambat didepan karena pengenalan tokoh yang cukup banyak. Konflik tidak terlalu dalam, tapi endingnya lumayan bikin suprise.

NILAI
Menghibur tapi kurang menggigit. Karena isinya perpaduan antara fiksi dan non-fiksi.

Sabtu, 11 Desember 2010

The Naked Traveler







Ini bukan buku travelling pertama yang saya baca, tepatnya buku ketiga, karena saya termasuk pecinta buku travelling. Walaupun booming buku ini lebih boombastis dari buku travelling or backpacker lain, entah kenapa saya lebih tertarik dengan buku traveller lain yang tidak hanya memberikan cerita tempat-temapt wisata menarik di luar negeri tapi juga kumplit dengan perkiraan biaya dan info jalur transportasi yang paling nyaman & aman untuk turis. Maklumlah, saya bercita-cita jadi backpaker, alias jalan-jalan dengan budget minimalis :)

Tapi akhirnya saya beli juga buku ini, karena penasaran seberapa seru sih buku ini sampai banyak orang suka & jadi best seller. Ternyata, saya bener-bener suka dengan buku ini. Kalimat tuturnya sangat mengalir, lucu, mudah dimengerti dan dibayangkan, serulah pokoknya. Pembacanya seperti bisa ikut merasakan keseruan perjalanannya triniti yg dibaginya dalam buku ini.

Banyak tips yang dibagi dalam buku ini. Tapi tips tersebut tersembunyi dalam paragraf-paragraf cerita, tidak dalam bentuk pointer terpisah.

Yang paling lucu menurut saya adalah saat dia menceritakan tentang beberapa bandara sederhana dibeberapa daerah terpencil. Ada yang jalur landasan pesawatnya harus digunakan bergantian dengan jalur angkot. Ada yang ruang tunggu boardingnya di bawah pohon rindang. Sampai memanggil penumpang pesawat yang akan take off menggunakan TOA,,heheee... Informatif sekaligus menghibur bangetkan travelling storynya?

Masih banyak loh cerita serunya yang disharing dalam 3 buku travellingnya trinity (saya baru punya 2 buku). Ga nyesel deh beli buku ini *bukan bantuin promosi, tapi asli keren* and buat koleksi. Soalnya kapan kita mau travelling buku ini bisa jadi referensi sebelum berangkat, bisa juga jadi obat kalo lagi bete agar bisa kembali tersenyum. Selamat membaca ^_^

Selasa, 03 Agustus 2010

Imam Syafi'i said...


Orang berilmu dan beradab tidak akan diam di kampung halaman. Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang. Merantaulah, kau akan dapatkan pengganti dari kerabat dan kawan. Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang.

Aku melihat air menjadi rusak karena diam tertahan. Jika mengalir menjadi jernih, jika tidak, kan keruh menggenang.

Singa jika tak tinggalkan sarang tak akan dapat mangsa. Anak panah jika tidak tinggalkan busur tak akan kena sasaran.

Jika matahari di orbitnya tidak bergerak dan terus diam tentu manusia bosan padanya dan enggan memandang.

Bijih emas bagaikan tanah biasa sebelum digali dari tambang. Kayu gaharu tak ubahnya seperti kayu biasa jika masih di dalam hutan.

Taken from novel "negeri 5 menara"

Minggu, 01 Agustus 2010

Perbedaan STRESS Pada Wanita & Pria


Dalam keadaan tertekan, wanita berbicara tanpa berpikir, sedangkan laki-laki bertindak tanpa berpikir.

Perbedaan stres antara pria & wanita yang paling sulit dipahami adalah mogok bicara total. Pria emoh bicara dengan siapa pun ketika ia dalam tekanan berat atau perlu menemukan solusi bagi masalah yang serius. Pria melancarkan gencatan bicara dan wanita menjadi sangat cemas karenanya. Lalu wanita mulai biacara dan pria merasa tak tahan. Agar pria merasa lebih baik, wanita bisa membantu dengan membujuknya agar mau membicarakan persoalannya. Tapi inilah pekerjaan terburuk bagi wanita. Si pria akan menyuruhnya pergi dan ia akan mengucilkan diri ke tempat lain.

Pria benar-benar memutuskan bagian otaknya yang mengendalikan emosi, masuk ke mode penyelesaian masalah, dan mogok bicara. Mogok bicara total yg dilakukan pria sungguh membuat wanita ketakutan. Karena wanita juga melakukan hal yg sama jika wanita merasa sakit hati, dibohongi, atau didzalimi. Wanita berasumsi, jika pria melakukan hal itu, tentulah mereka tengah menghadapai persoalan yang sama. Si wanita merasa yakin telah menyakiti hati pria dan tidak akan dicintai lagi. Ia akan berusaha membujuk sang pria agar mau bicara. Namun usaha ini ditolak karena si pria merasa diragukan kemampuannya untuk menyelesaikan persoalannya sendiri.

Ketika merasa sakit hati wanita akan mogok bicara. Tapi pria menganggap demikian karena butuh dibiarkan sendirian. Dan mereka akan ke kafe bersama teman-teman atau membersihkan karburator mobil.

Jika pria mogok bicara total, biarkanlah mereka bersikap demikian. Jika wanita mogok bicara, ada masalah yg tengah menjalar dan inilah saatnya untuk berbicara dari hati ke hati. Itulah kenapa wanita sering curhat sama siapa saja saat mereka punya masalah. Terkadang mereka tidak begitu membutuhkan solusi atau nasihat tapi lebih butuh untuk didengarkan keluh kesahnya.

Note : Smoga bermanfaat ya friends... in built your relationship. Untuk bisa lebih memahami pasangan anda, sahabat, kawan, saudara, atau bahkan rekan kerja anda. Kesimpulan ini adalah berdasarkan study pshyco analisyst terhadap penyebab fluktuasi hubungan yang terjadi antara pria dan wanita pada umumnya.

This info take from this book

Sabtu, 03 April 2010

Sun Tzu; The Art of War


Sejarah Sun Tzu
Sun Tzu; The Art of War
ditulis oleh Sun Wu sekitar tahun 770 - 476 SM yang merupakan karya ilmu kemiliteran tertua di Cina dan teori militer tertua di dunia.

Sun Wu mendapat gelar kehormatan “Tzu”, adalah gelar kehormatan seorang laki-laki pada jaman kuno di Cina. Karena itu Sun Wu dikenal sebagai Sun Tzu dan teori militer yang ditulisnya dinamakan Sun Tzu; The Art of War.
Sampai saat ini belum belum ada riset tertulis mengenai tanggal lahir dan meninggalnya. Dipastikan ia hidup di jaman Confusius, Sun Tzu adalah seorang ahli militer terkenal dan merupakan orang pertama dalam daftar ahli strategi militer dalam sejarah Cina.
Kedudukannya dalam ilmu pengetahuan kemiliteran Cina setara dengan Confusius (Guru) dalam ajaran Confusianisme. Karena itu Sun Tzu diberi gelar “Guru Militer” dari Cina.
Sun Tzu, adalah seorang jenderal militer dari Cina pada zaman Sebelum Masehi lampau. Namun, karyanya The Art of War, yang terinspirasi dari kemenangan-kemenangannya di medan perang, hingga kini masih menjadi bacaan yang populer, dan dimanfaatkan oleh para pemimpin masa kini dalam merencanakan, mengembangkan dan mengimplementasikan strategi.

The Art of War merupakan buku yang isinya merupakan filosofi-filosofi dalam berperang dan memenangkannya. Buku ini tidak hanya populer di bidang militer, melainkan juga di bidang politik hingga bisnis. Filosofi yang dibicarakan dalam buku ini mengenai strategi, rupanya dapat diimplementasikan secara luas untuk berbagai macam bidang.

Bagian pertama dari buku Sun Tzu merupakan tentang `Laying Plans` yang dalam dunia bisnis biasa kita sebut dengan Strategic Planning. Pemikiran Sun Tzu dalam strategic planning masih relevan digunakan hingga saat ini. Inilah yang mungkin menyebabkan The Art of War begitu populer.

Aplikasi Sun Tzu dalam Sejarah
Meskipun buku Sun Tzu; The Art of War adalah buku kuno, namun karya klasik ini banyak diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa di dunia.

Buku Sun Tzu; The Art of War pertama kali dibawa ke Jepang sekitar abad ke-7 oleh utusan mahasiswa yang pernah ke negeri Cina pada masa Dinasti Tang. Orang Jepang memperlakukannya sebagai “Kitab Suci” Ilmu perang. Gagasan utama buku ilmu perang kuno Jepang pun berasal dari buku ini. Dalam sejarah, Angkatan Laut Jepang berhasil mengalahkan Armada Rusia di Selat Tsu dalam perang Jepang-Rusia di awal abad 20. Pimpinan Angkatan Laut Jepang menerapkan asas dalam buku ini, “Menunggu dengan tenang sampai musuh kelelahan”.
Di Eropa, buku ini diterjemahkan oleh French Missionary Amor dalam bahasa Perancis di abad 18 dan diterbitkan di Paris tahun 1782. Napoleon Bonaparte yang menyapu bersih Benua Eropa pada masa itu telah mempelajari buku Sun Tzu; The Art of War.
Dalam Bahasa Inggris buku ini diterjemahkan oleh Calob tahun 1900 sampai kemudian diterjemahkan ulah oleh seorang Sinolog Inggris bernama Charles yang dilengkapi dengan catatan-catatan. Buku ini diterbitkan kemudian pada tahun 1910.
Setelah Perang Dunia II, Sitolengko dari Uni Sovyet menerbitkan terjemahan versi barunya. Tidak mau ketinggalan, Menteri Pertahanan Jerman Timur ikut menterjemahkan versi ini ke dalam bahasa Jerman dan menjadikannya sebagai bahan pendidikan dalam akademi militer.
Sejak saat itu Rusia, Italia, Jerman, Cekoslovakia, dan negera-negara lain di dunia turut menterjemahkan ke dalam bahasa masing-masing untuk kepentingan riset di bidang strategi militer dan ekonomi.

Raja dan Panglima Perang Menurut Sun Tzu


Menurut Sun Tzu:

Perang adalah kegiatan tipu muslihat.
Panglima yang akan memenangkan peperangan adalah panglima yang tekun menyusun dan menyiapkan siasat perang dengan cermat.
Panglima perang adalah pengawal negara. Jika pengawal negara kuat maka negara kuat. Jika panglima lemah maka negara akan lemah. Seorang raja bisa menghancurkan negaranya sendiri karena:
1. Raja tidak mengetahui bahwa angkatan perangnya tidak boleh maju perang bahkan malah memerintahkan berperang. Siasat ini dinamakan raja membelenggu tentara sendiri. (Tentara diperbudak oleh raja semaunya).
2. Raja tidak tahu-menahu soal kemiliteran tetapi ikut campur dalam menangani hal-hal militer. Hal ini membuat panglima dan prajurit menjadi kebingungan.
3. Raja tidak tahu-menahu soal memilih panglima perang, tetapi ia ikut campur dalam menentukan dan mengangkat seorang panglima perang sehingga tentara menjadi curiga. Jika tentara kebingungan dan penuh kecurigaan maka akan datang gangguan dari negara tetangga . Hal ini dinamakan raja menghancurkan angkatan perangnya sendiri.
5 Sifat yang Salah dari Panglima Perang
Ada 5 sifat kepribadian yang salah dari seorang Panglima Perang, di mana hal ini bisa mencelakakannya dan pasukannya dalam suatu pertempuran. Hancurnya sebuah angkatan perang dan tewasnya seorang Panglima harus diteliti secara seksama. Seorang Panglima harus menghindari 5 kesalahan berikut:
1. Panglima pemberani dan tak takut mati. Panglima dengan sifat seperti ini biasanya nekat sampai melupakan perhitungan dalam sebuah peperangan. Ia dapat saja mati terbunuh atau dibunuh sehingga merugikan pasukannya.
2. Panglima penakut dan takut mati. Panglima dengan sifat seperti ini biasanya selalu mencari perlindungan dan ia akan mudah tertawan dan ditawan sehingga pasukan kehilangan pegangan.
3. Panglima yang selalu tergesa-gesa dan gampang naik darah. Panglima dengan sifat seperti ini akan diserang kepribadiannya dengan cara diolok-olok sehingga ia cepat marah.
4. Panglima yang jujur dan teguh menjaga nama baiknya. Panglima dengan sifat seperti ini akan diserang kepribadiannya dengan cara dipermalukan.
5. Panglima yang bijaksana dan penuh kasih sayang. Panglima dengan sifat seperti ini akan diserang kepribadiannya dengan cara diganggu dan diuji kasih sayang dan kebijaksanaannya

Dalam Manajemen Bisnis

Perang adalah sebuah seni bak tarian kuas diatas kanvas seorang pelukis. strategi adalah keras dan lembutnya kuasan cat, taktik adalah gelap dan terangnya goresan warna. kemenangan adalah kepuasan tatapan mata sang pelukis diantara bangkai-bangkai cipratan cat dan bulu-bulu kuas yang berserakan.

Dan berikut ini adalah sebagian isi dari art of war yang monumental tersebut sebagai pencerahan untuk para politikus dan juga anda yang sekarang sedang "berperang" dibisnis, kantor, organisasi atau ditengah masyarakat.

"seni perang sangat penting buat negara. ini menyangkut masalah hidup dan mati. satu jalan (tao) menuju keselamatan atau kehancuran"

"kenali musuhmu, kenali dirimu maka kau bisa berjuang dalam 100 pertempuran tanpa resiko kalah. kenali bumi, kenali langit dan kemenanganmu akan menjadi lengkap"

"sang jendral adalah pelindung negara. ketika sang pelindung utuh tentu negaranya kuat. kalau sang pelindungnya cacat tentu negaranya lemah"

"kemungkinan menang terletak pada serangan. mereka yang menduduki medan pertempurannya lebih dulu dn menantikan musuhnya akan memperoleh kemenangan"

"mengetahui kapan seseorang dapat dan tidak dapat bertempur adalah kemenangan"

"mengetahui menggunakan yang banyak dan yang sedikit adalah kemenangan"

"atasan dan bawahan yang menginginkan hasrat yang sama adalah kemenangan"

"bersikap siap dan menunggu musuh tidak siap adalah kemenangan"

"militer yang menang, sudah menang lebih dulu baru bertempur dan militer yang kalah bertempur dulu, baru mencari kemenangan"

"melawan yang banyak sama seperti melawan yang sedikit, itu hanya soal bentuk dan nama"

"kejarlah rancangan-rancangan yang strategis untuk membuat musuh takjub. maka kau bisa merebut kota-kota musuh dan menggulingkan negaranya"

"untuk menyerang dan pasti merebutnya, seranglah dimana mereka tidak bertahan"

"untuk bertahan dan pasti tidak teguh, bertahanlah dimana mereka pasti menyerang"

"demikianlah kalau seorang tampil menyerang, musuh tidak tahu dimana ia harus bertahan. kalau seorang terampil bertahan musuh tidak tahu dimana ia harus menyerang"

"jendral yang terampil akan membentuk lawannya, sementara ia sendiri tanpa bentuk"

"bagi seorang jendral ada lima bahaya. bertekad mati ia bisa tewas. bertekad hidup ia bisa terperangkap. cepat marah ia bisa dihasut. murni dan jujur ia bisa dipermalukan. mengasihi orang banyak ia bisa dibuat jengkel. kelimanya ialah bencana dalam militer"

"gunakan keteraturan untuk menantikan kekacauan. gunakan ketenangan untuk menantikan kebisingan. inilah yang dimaksud mengatur hati dan pikiran"

"buatlah jalan mereka memutar. dan pancinglah mereka dengan keuntungan"

"ketika serangan elang meremukan tubuh mangsanya. itulah berkat waktu (timing). waktu adalah serupa dengan ditariknya pelatuk"

"jangan ulangi cara-cara meraih kemenangan"

"komandan yang handal dalam perang, meningkatkan pengaruh moral dan patuh terhadap hukum dan peraturan. demikianlah ia berkuasa mengendalikan sukses"

"adalah urusan seorang jendral tidak banyak bicara, sehingga lebih dapat menyimak"

"seorang jendral mewakili nilai-nilai kebaikan dan kebijaksanaan, ketulusan, kemurahan hati, keberanian dan kedisiplinan"

"meraih 100 kemenangan dalam 100 pertempuran bukanlah puncak ketrampilan. menaklukan musuh tanpa bertempurlah kesempurnaan tertinggi"

"mata-mata merupakan elemen penting dalam perang, karena dipundak mereka bergantung kemampuan pasukan untuk bergerak"

"rahasia dari tipu daya adalah mengetahui bagaimana memanipulasi pandangan musuh. membuat yang jauh kelihatan dekat dan yang dekat kelihatan jauh"

"jendral yang baik menghindari musuh yang semangatnya tinggi. ia menyerang musuh pada saat mereka lelah"

"kunci memenangkan pertempuran adalah memahami maksud musuh. konsentrasikan kekuatan disatu arah. tempuhlah jarak 100 li dan bunuhlah jendralnya"

"ada enam kesalahan yang bisa menyebabkan kekalahan; yaitu penghianatan, ketidakpatuhan, kesia-siaan, ketergesa-gesaan, kekacauan dan kekurangmampuan"

"kemiliteran adalah tao penyesatan. ketika dekat, wujudkan seolah-olah jauh. ketika jauh wujudkan seolah-olah dekat. demikian ketika ia mencari keuntungan, pancinglah dia"

"keunggulan tertinggi adalah kemampuan menembus pertahanan musuh tanpa harus berperang. pejuang terhebat adalah yang mampu menekan musuh untuk menyerah tanpa perlawanan"

Belajar Disiplin

Suatu ketika Sun Tzu dipanggil oleh kaisar dan Sun Tzu diminta untuk membuktikan teori-teorinya tentang kedisiplinan, “Coba buktikan teori-teorimu tentang kedisiplinan dengan mengatur selir-selirku, “ perintah Kaisar.

Sun Tzu tahu, Kaisar sangat pusing mengatur 150 selirnya yang tidak disiplin. Sun Tzu bersedia melakukan perintah Kaisar, syaratnya adalah Kaisar harus memberikan wewenang penuh kepada Sun Tzu untuk melakukan apa saja yang dianggapnya perlu. Kaisar yang sudah tiba pada puncak kepusingannya tak keberatan dengan syarat yang diminta.

Sun Tzu berpendapat bahwa disiplin itu bisa ditanamkan melalui pelajaran baris berbaris, ia pun tahu bahwa mengajar 150 selir sekaligus baris berbaris adalah sebuah kesulitan. Ia lalu memilih tiga selir yang paling dikasihi oleh Kaisar, ketiga orang itulah yang kemudian dididiknya secara khusus untuk menjadi pelatih baris berbaris.

Setelah dianggap cukup, ketiga selir itu dimintanya melatih pasukan selir yang telah dibagi menjadi tiga bagian. Dapat diduga, acara itu segera berubah menjadi kekacauan besar, ketiga pelatih maupun semua peserta hanya cekikikan di lapangan dan mereka sengaja membuat kesalahan-kesalah untuk meledakkan tawa yang lebih besar.

Sun Tzu lalu membubarkan barisan dan memanggail ketiga selir kesayangan Kaisar itu. “Begini, nyonya-nyonya, saya adalah orang yang percaya bahwa bila saya gagal menurunkan suatu ilmu, artinya saya yang tidak berhasil menjelaskannya dengan baik, karena itu, prosesnya harus saya ulangi sekali lagi”.Lalu proses yang membosankan itu pun diulangi. Sun Tzu menyampaikan pelajarannya lebih lambat, sehingga terperinci, ketiga selir mengikuti pelajaran sambil menguap lebar-lebar dan sesekali berbisik-bisik dengan sesamanya.

Pelajaran baris berbaris utnuk semua selir pun diselenggarakan kembali. Persis sama dengan yang pertama, acara itu pun berantakan. Sun Tzu berkali-kali membubarkan barisan.
“Nyonya-Nyonya”, kata Sun Tzu dengan sabar, di depan tiga selir utama. “Kalau kekeliruan ternyata telah terjadi lagi, maka saya pikir kesalahannya terletak pada nyonya-nyonya dalam menyerap dan menyampaikan kembali pelajaran itu. Sekarang saya beri kesempatan sekali lagi kepada nyonya-nyonya untuk melatih baris-berbaris secara baik dan penuh disiplin, sementara itu bila ada hal-hal yang belum jelas, silahkan bertanya sekarang?”
Ternyata tak ada yang bertanya, ketiganya menyampaikan bahwa baris-berbaris adalah urusan yang gampang, mereka juga meremehkan Sun Tzu sambil menyanggupi bahwa esok pagi pasti pelajaran baris-berbaris akan berjalan lancar.

Esoknya terjadi kekacauan, Sun Tzu pun mengumpulkan ketiga selir utama, setelah membubarkan barisan, “Nyonya-Nyonya, berdasarkan teori siasat yang saya buat, bila tiga kali berturut-turut suatu hal gagal dilakukan, maka seseorang yang gagal harus dihukum pancung, karena itu besok di hadapan seluruh selir Kaisar, saya akan melaksanakan hukuman itu”.
Ketiga selir itu kaget, mereka lari menghadap kaisar untuk mengadukan Sun Tzu, Sun Tzu pun segera dipanggil menghadap, “Benarkah, Jenderal hendak memacung ketiga selir terkasih saya, “ kata Kaisar, “Benar, Paduka”.

“Saya minta Jenderal membatalkan niat itu, saya sangat mencintai mereka dan tak ingin kehilangan satu pun dari mereka.”

“Tetapi bukankah kaisar telah memberi wewenang kepada saya untuk mendisiplinkan ke 150 selir paduka.”

Kaisar akhirnya menyerah, ia tidak ingin mencabut wewenang yang telah didelegasikan kepada Jenderal Sun Tzu.

Besok paginya, kehebohan terjadi, Jenderal Sun Tzu memenggal leher jenjang ketiga selir elok itu di depan semua selir yang hadir lengkap. Lalu Sun Tzu berkata, “Sekarang saya akan memilih tiga orang lagi untuk menjadi pelatih baris-berbaris, akan saya berikan tiga kali kesempatan kepada mereka, untuk melatih baris-berbaris dengan baik, Bila gagal, nyonya-nyonya tahu apa yang akan saya lakukan.”

Sun Tzu berhasil, kaisar kini tak pusing dengan ke 147 selirnya yang masih hidup serta penuh disiplin, semuanya berusaha untuk memberikan yang terbaik untuk kebahagiaan kaisar, Kaisar yang telah kehilangan tiga selir yang paling dikasihinya, tetapi ia masih memiliki 147 selir yang jauh lebih disayang.

Ini kisah benar-benar pernah terjadi di zaman Sun Tzu, salam antusias.

Intinya Bukan masalah pemacungannya yang merupakan perbuatan biadab, tetapi lebih kepada disiplin dan stategi untuk mencapai sukses. Para Naga sering menggunakan trik ini yaitu dengan adanya Reward and Punishment yang mendukung pencapaian tujuan. Semua ini merupakan proses yang harus dijalani untuk menuju sukses.

Minggu, 03 Januari 2010

He's Just Not That Into You

He's Just Not That Into You - Cintakah Dia Padaku?
Dari dulu wanita suka kumpul bareng, mengobrol malam-malam di telepon sembari membicarakan tingkah laku para pria yang membingungkan. Kayaknya dia takut patah hati lagi. Mungkin dia tidak mau merusak persahabatan kami. Mungkin dia merasa terintimidasi olehku. Dia baru saja putus cinta. Greg Behrendt dan Liz Tuccillo dalam buku ini mengungkapkan bahwa pria bukanlah makhluk yang rumit, meskipun mereka ingin Anda menganggapnya demikian. Dan, isyarat mereka sama sekali tidak membingungkan. He's Just Not That Into You---ditulis berdasarkan serial populer Sex and the City---memberi petunjuk bagi para wanita cara mengetahui kapan pria ingin menjalin hubungan yang serius. Dengan begitu, mereka tidak perlu membuang-buang waktu untuk mencari-cari dalih atas hubungan yang tidak jelas. Seorang pria tidak serius menjalin hubungan dengan wanita jika: Dia tidak mengajak Anda keluar. Dia terlalu sibuk untuk menjawab panggilan telepon dari Anda. Dia berselingkuh. Dia tidak mau menikah dengan Anda. He's Just Not That Into You sungguh provokatif, enak dibaca, kocak, dan yang terpenting di atas segalanya: Inspiratif. Buku ini pantas mendapat tempat di atas meja di samping tempat tidur setiap wanita. Greg dan Liz tahu bahwa Anda adalah wanita yang cantik, cerdas, lucu, dan pantas mendapatkan pria yang benar-benar mencintai Anda.

Kedua penulisnya mengaku kalau buku ini diinspirasi serial populer Sex and the City episode "Pick-A-Little, Talk-A-Little" dimana Miranda bertanya pada pacar Carrie, Jack Berger, tentang potensi ketertarikan seorang pria di dalam percintaan. Miranda resah karena ada seorang pria yang menolak undangan untuk datang ke apartemennya dengan alasan harus rapat pagi harinya. Jack lalu mengatakan "He's just not that into you" karena saat seorang memang ditakdirkan untukmu, dia akan datang tanpa diundang, ada atau tidak ada rapat esok paginya.

Buku ini juga diangkat ke layar lebar. Sebuah penyajian unik diawal cerita dimana para wanita dari beberapa negara memberikan saran menyesatkan kepada teman wanita mereka yang sedang galau menerka perasaan seorang pria. Padahal sebenarnya yang diperlukan para wanita tersebut hanyalah sebuah kalimat kejujuran “He is Just Not That Into You”. Bukankah kejujuran yang menyakitkan lebih baik daripada berkamuflase membohongi perasaan sendiri?

Sutradara film ini, Ken Kwapis, sebelumnya pernah sukses menggarap serial tv populer semacam E.R, The Office, dan Malcolm in the Middle. Ken yang merasa tertantang mengadaptasi buku populer ini ke dalam format selluloid lalu membuatnya dalam beberapa cerita dan tokoh yang saling memiliki benang merah. Sebagai karakter utama ia memilih Gigi (Ginnifer Goodwin), seorang wanita muda yang selalu salah mengerti sinyal yang ia dapatkan dari pria-pria teman kencannya. Sampai kemudian ia berkenalan dengan seorang pemilik bar, alex (Justin Long). Koneksi cerita terjalin saat teman Gigi, Janine (Jennifer Connelly) yang selama ini merasa kehidupan rumah tangganya baik-baik saja mulai menyadari kalau ia hanya menipu diri sendiri, padahal antara ia dan suaminya Ben (Bradley Cooper)sudah tidak ada gairah percintaan lagi. Dan tanpa sepengatahuannya, Ben malah terlibat perselingkuhan dengan seorang wanita seksi, Anna (Scarlett Johansson), yang ia bantu menjadi seorang penyanyi. Teman kerja Gigi yang lainnya, Beth (Jennifer Aniston) sebetulnya merasa enjoy menjalani 5 tahun hidup serumah dengan Neil (Ben Affleck) tetapi lama kelamaan ia kesal juga karena Neil tidak kunjung memintanya untuk menikah. Sang produser executive, (Drew Barrymore, juga tidak mau ketinggalan tampil sebagai Marry, teman Anna yang akhirnya malah jadian dengan Connor, mantan pacar Anna sekaligus juga salah satu pria yang pernah menolak Gigi.

Inti cerita He’s Just Not That Into You memang simpel, tentang kehidupan beberapa wanita serta quarterlife crisis nya. Namun yang membuat film ini unik adalah cara untuk memahami bahasa laki-laki yang disampaikan melalui gesture dan ucapan bersayap mereka. Banyak wanita kurang bisa menangkap gesture dan pesan bersayap dari para lelaki atau bahkan pasangannya sendiri. Apakah dirinya cuma sekedar the rule or exception?

Sabtu, 25 Juli 2009

Three Cups of Tea




Three Cups of Tea


Penulis : GREG MORTENSON dan DAVID OLIVER RELIN

Penerbit : Hikmah

Harga : Rp. 89.000


Inilah kisah menakjubkan dan inspiratif tentang Indiana Jones sejati dan perjuangan kemanusiaannya yang mengharukan di “pekarangan belakang” rezim Taliban.

Seorang pendaki gunung, Greg Mortenson, dibawa nasib ke pegunungan Karakoram yang gersang di Pakistan setelah gagal mendaki puncak K2, gunung tertinggi kedua di dunia. Tersentuh oleh keramahan penduduknya, dia berjanji untuk kembali dan membangun sebuah sekolah.

Three Cups of Tea berisi mengenai kisah pemenuhan janji tersebut, beserta hasilnya yang mencengangkan. Ya, selama satu dekade berikutnya, Mortenson telah membangun tak kurang dari lima puluh satu sekolah—terutama untuk anak-anak perempuan—di lingkar terluar daerah terlarang rezim Taliban.

Kisahnya adalah sebuah petualangan seru sekaligus kesaksian akan kekuatan semangat kemanusiaan.Pada 1993, seorang perawat Amerika, Greg Mortenson, berhasrat menaklukan puncak gunung tertinggi sedunia, K2, di Himalaya. Bukan hanya gagal melaksanakan niatnya, Mortenson juga tersesat, mengalami keletihan kronis, bahkan kehilangan 15 kg bobot tubuhnya. Setelah berjalan kaki tertatih-tatih turun gunung selama tujuh hari, Mortenson yang menuju Askole, malah tiba di Korphe, desa yang bahkan tak pernah dilihatnya di peta Karakoram. Di sanalah, di gubuk Haji Ali, Mortenson dijamu dengan ramah, dirawat dengan penuh perhatian, dan dilayani bak tamu istimewa.Di lingkungan nan miskin inilah jalan hidup Mortenson, juga jalan hidup anak-anak di Pakistan Utara, berubah. Ketika memikirkan cara membalas budi baik mereka, jantung Mortenson serasa tercerabut dan napasnya tercekat saat melihat bagaimana anak-anak di sana bersekolah: mereka duduk melingkar, berlutut di tanah yang membeku, dalam udara nan dingin, dengan tertib mengerjakan tugas. Mortenson meletakkan tangannya di pundak Haji Ali dan berkata, “Aku akan membangun sebuah sekolah untuk kalian. Aku berjanji.”

Inilah kisah mengenai pemenuhan janji tersebut. Ya, selama satu dekade berikutnya, Mortenson telah membangun tak kurang dari lima puluh satu sekolah—terutama untuk anak-anak perempuan—di daerah tempat lahirnya Taliban. Kisahnya adalah sebuah petualangan seru sekaligus kesaksian akan kekuatan semangat kemanusiaan.


Hati-hati...karena anda akan jatuh hati dengan sosok sang pejuang pendidikan di pakistan utara ini. Jadi, saya sangat merekomendasikan untuk membaca buku ini. Kisahnya di gambarkan cukup detail sehingga kita bisa membayangkan yang terjadi pada & di sekitar greg. Bahkan buku ini juga di lengkapi foto-foto greg bersama dengan tokoh yg hidaup dalam kisah ini.


Greg tidak hanya berpetualang di Pakistan Utara. Tapi anda juga akan mendapatkan cerita petualangan Greg di Afganistan. Atas permohonan dari suku termiskin Afganistan yg berbatasan dengan Pakistan Utara yg rela berkuda selama 1 minggu dari kampung mereka demi untuk menemui greg dan memintanya untuk membangun sekolah dikampungnya, Greg nekat pergi ke Afganistan di tengah kecamuk perang Taliban dengan Amerika.


Sangat seru mendebarkan!


Deadly Mist



Deadly Mist; Upaya Amerika Merusak Kesehatan Manusia



Penulis : Jerry D. Gray
Harga : Rp.62.000 .
Penerbit : Gema Insani

Ternyata, kejahatan pemerintah Amerika bukan terhadap warga Muslim rakyat Afganistan, dan Palestina saja, warga negaranya pun bahkan menjadi targetnya. Setelah menginvasi dan membom Irak, Amerika juga melakukan kejahatan pada warga negaranya, dengan dijadikan bahan percobaan biologi dan kimia mereka. Semua untuk satu alasan, keamanan nasional. Sejak Perang Dunia II, secara sangat rahasia, pemerintah Amerika berkolaborasi dengan Hitler berencana menciptakan Tatanan Dunia Baru dengan membuat senjata kimia dan biologi pemusnah massal. Lewat buku ini, akan dibongkar rahasia-rahasia kejahatan Amerika selama ini. Kejahatan mereka bukan sekadar pada perang saja, melainkan juga pada pembuatan zat-zat biologi dan kimia yang sangat berbahaya bagi nyawa manusia. Sebut saja MSG, Aspartam (gula buatan), dan lain-lain. Bahkan penyakit Flu Burung, SARS, AIDS, dan penyakit-penyakit mematikan lainnya adaiah hasil rekayasa Amerika.


Semuanya dibongkar habis oleh Jerry D. Gray untuk para pembaca. Jerry D. Gray lahir 24 September 1960 di Wiesbaden, Jerman. Ketika berusia 3 tahun, keluarganya migrasi ke Amerika Serikat. Jerry menyelesaikan seluruh pendidikan dasarnya di Iowa, sebelum bergabung dengan Angkatan Udara AS tahun 1978. Kini, selain menjadi penulis kritis tentang politik dan media Amerika, Jerry juga sibuk berceramah di berbagai kota di Indonesia. Ini adalah buku keempatnya yang diterbitkan Sinergi Publishing, setelah The Real Truth: Fakta Sebenamya Tragedi 11 September, American Shadow Government: Pemerintah BayanganAmerika, dan Demokrasi Barbar Amerika.
Recommended Book.
Semoga Bermanfaat ^_^