Tampilkan postingan dengan label Travelling. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Travelling. Tampilkan semua postingan

Kamis, 13 Juni 2019

Family Trip Teluk Kiluan Lampung Selatan


(Jakarta, 14 Juni 2019)
Tiap tahun mudik pulang kampung ke rumah mbah di Lampung tapi hampir tidak pernah sekalian traveling, bahkan wisata kuliner pun enggak, kecuali beli oleh-oleh aja. Dulu memang tidak memungkinkan karena mudiknya masih menggunakan kendaraan umum. Pun setelah mudik bawa kendaraan pribadi kami hampir tidak pernah traveling explore Lampung. Way Kambas yang setiap tahun dilewati saat mudik pun tak pernah kami mampiri, katrok banget ya? hehe.. Padahal saya, adik, dan ibu termasuk penikmat traveling dan wiskul.

Dan akhirnya, tahun ini kami mulailah petualangan keluarga ini untuk mulai explore tempat-tempat wisata di Lampung yang mulai banyak dan marak, di mulai dari way kambas. Kebetulan tahun ini pertemuan keluarga besar kakek neneknya bapak diselenggarakan di daerah dekat way kambas. Bahkan tuan rumahnya adalah pegawai way kambas. Alhasil, setelah acara silaturahim selesai kami sekeluarga langsung cusss ke way kambas diantar di pakde pegawai way kambas tadi agar bisa masuk gratis, hehe.. rezeki silaturahim ya khaaan??

WAY KAMBAS
Lumrahnya tempat wisata saat libur lebaran ya pasti rame abisss. Dari beberapa jenis wisata gajah, kami hanya kebagian nonton atraksi gajah yang sudah dilatih berbagai macam aktivitas untuk menghibur manusia mulai dari upacara bendera (salah satu gajah narik tali tiang bendera, dan lainnya hormat), main bola, joget, foto ala sarung gajah duduk, sampai main harmonika dan berhitung. Sayangnya stadion tempat atraksi kurang dirawat dengan baik. bangku semennya setengahnya hancur, pagar besi penghalang arena gajah dan penonton pada patah dan karatan, cukup menyedihkan. Wisata lainnya ada juga naik gajah yang antriannya sangat panjang, naik kereta gak yang gak tega naiknya karena 1 gajah naik 1 gerbong kereta berisi 20an orang. Dan ada trekking gajah, yaitu naik gajah menjelajah hutan habitat gajah serta memandikan gajah. Yang lebih menyedihkan adalah fasilitas toiletnya yang sangat kotor dan sedikit, sehingga antrian toilet tidak kalah panjang dengan antrian naik gajah. Semoga pemda Lampung bisa segera memperbaiki fasilitas way kambas, karena ini adalah potensi wisata yang harusnya mulai dikelola dengan baik sehingga wisatawan lokal dan luar negeri menjadi nyaman.

TELUK KILUAN
Trip berikutnya adalah Teluk Kiluan Lampung Selatan. Walaupun sama-sama Lampung tapi jarak tempuh dari rumah mbah ke sini 174KM. Kalau estimasi google akan ditempuh selama hampir 5 jam. Aktualnya karena kami belum pernah kesana dan hanya modal Bismillah dan google map, walhasil aktualnya kami tempuh 6 jam perjalan (adooh men).


Sehabis jalur bandar lampung, rute perjalanan mulai memasuki jalur susur pantai-pantai Lampung Selatan setelah Teluk Betung.Walaupun pinggir pantai, tapi jalan tidak selalu lurus, malah banyak naik turun bukitnya. Tapi jangan khawatir, kondisi jalan sudah relatif mulus dan jarang yang rusak. Mulai dari sini kita akan melewati beberapa jajaran pantai mulai dari pantai mutun (pasir putih), pantai sari ringgung (pasir putih), dan pantai Klara (pasir putih dan landai). Tapi yang paling ujung selatan ya Teluk Kiluan. Kalau mau menyebrang dari pelabuhan Ketapang juga anda bisa wisata ke pulau Pahawang yang lagi trending di instagram karena spot snorkling yang bagus dan pantai pasir putihnya yang bagus dan bersih.
Di Teluk Kiluan selain anda bisa nyebrang ke tengah laut untuk lihat Lumba-Lumba, ada juga Laguna gayau yang bisa direnangi kalau laut sedang surut dan ombak tidak tinggi. Slain itu ada juga pulau kelapa yang pasirnya putih bersih, landai dan berombak kecil hingga bisa direnangi dengan nyaman.

AKOMODASI
Untuk mencapai tempat-tempat ini menggunakan kendaraan umum memang cukup sulit, selain kendaraan pribadi opsi lainnya adalah sewa angkot (opsi termurah), sewa mobil, atau ikut travel-travel open trip yang murah meriah. Penginapan di Teluk Kiluan cukup murah. 1 kamar +1 kasur king size dan 1 kasur single size, kipas angin, toilet dalam/luar hanya seharga 250ribu bisa di isi maksimal 6 orang. Saya sekeluarga (4 orang dewasa, 2 anak kecil, dan 1 bayi) cukup sewa 1 kamar biar irit hehe. Harga tersebut sudah termasuk minum, kopi, teh gratis. Tapi belum termasuk sarapan, apalagi makan siang-malam. Biaya makan bisa di order ke pemilik penginapan dengan tarif 25rb/orang. Sewa perahu untuk lihat lumba-lumba 300rb/3 orang. Tiket ke Laguna 6rb/orang. Guide ke Laguna 50rb. Tiket ke pulau Kelapa 55b/org. Perahu ke pulau Kelapa 20rb/org. Kami masih dapat bonus Kedondong 3kg hasil metik dari pohon di depan penginapan seizin pemiliknya dong pastinya.
Untuk sampai kesini memang harus niat banget. Selain jauh, naik perahu jukung yang langsing dan terombang-ambing ombak selat sunda selama mencari lumba-lumba itu membutuhkan kondisi badan yang fit dan keberanian yang cukup serta kesabaran yang ekstra sampai bertemu si Lumba-lumba hidung botol dan paruh panjang.

Pantai Pulau Kelapa Teluk Kiluan, Lampung

Pantai Pulau Kelapa Teluk Kiluan, Lampung
Jenis wisata di Teluk Kiluan
Sunset di Teluk Kiluan
Naik Gajah di Way Kambas. Tiket 20/org

Atraksi Gajah di Way Kambas. Tiket 20rb/org






Kamis, 15 November 2018

Nonton Moto GP Sepang 2018

Have you a life bucket list?
Me : Yess.. I have
And one of that is nonton Moto GP untuk lihat The Doctor Valentino Rossi race live sebelum dia pensiun. Dan alhamdulillah that wish came true this year.

Tertakdir nonton di tribunnya VR46 karena kehabisan tiket yang lebih murah pada akhirnya saya sangat syukuri, selain karena lebih dekat dengan pintu masuk/keluar sirkuit, tentunya aura seru mendukung VR46 lebih terasa. Ditribun ini juga memiliki sudut pandang yang bagus karena dekat dengan 2 track belokan tajam. Sialnya di track itu pula VR46 jatuh di depan tribun pendukungnya. Tapi idola tetap idola, habis kami shock karena The Doctor jatuh, kami langsung berteriak untuk tetap mensupportnya.

Tribun VR46

Yang unik adalah saat menyanyikan lagu kebangsaan Malaysia "Negaraku" penonton diminta berdiri tapi tidak terdengar suara apapun dari speaker, lalu inisiatif dari penonton tribun kami yang memang mayoritas dari Indonesia ramai-ramai menyanyikan lagu Indonesia Raya.


Feel lain yang saya rasakan adalah ternyata nonton live memang lebih memacu adrenalin saat mendengar suara deru motor, dan lebih merinding lagi saat melihat motor overtaking dibelokan, hingga lihat pembalap jatuh.

Cerita ini saya share bukan semata-mata untuk pamer jalan-jalan ke luar negeri atau masalah buang-buang duit untuk sesuatu yang tidak penting. Tapi ini tentang bagaimana kita mencapai tujuan kita, tentang saya mewujudkan mimpi-mimpi saya. Dan kamu juga bisa seperti saya, mampu mewujudkan mimpi-mimpimu.

And this are my life bucket list :
1. Sekolah S2 di luar negeri (Done walaupun hanya di dalam negeri)
2. Sekolah S3 di luar negeri (Inggris, Qatar, atau Australia)
3. Umroh
4. Haji
5. Nonton live VR46 live di sircuit (Done)
6. Nonton live Kimi Raikonen - F1 (Cancel karena dia sudah pensiun)
7. Palestine
8. Jordania (Petra & Laut Mati)
9. Lihat Aurora Borealis
10. Bikin Buku/Penulis
11. Nge- Dosen

Aamiin... bantu doanya ya pemirsa :)
Share your dream list sini, biar saya bantu aminin juga.
Saling mendoakan.. spread love, dream and positif vibes

Rabu, 14 Februari 2018

Trip Laskar Pelangi (Belitung Flash Packer)

Setelah menunggu setahun, akhirnya alhamdulillah saya bisa ngetrip lagi (yeaayyy..)

Planning utama saya dan reni sejak lama sebenernya adalah ke Aceh. Tapi karena tiket promo baik ke aceh maupun ke medan sangat jarang dan susah dapetnya, maka tiket promo yang ada jadi pilihan alternatif. Kami booking tiket promo citilink sejak Agustus 2017 untuk keberangkatan 10 Februari 2018. Lumayan dapat harga 622.400 untuk PP include meal. Harga pasaran citilink termurah sebenernya gak jauh beda sih, Soeta - Tanjung Pandan rate terendah bisa sampai 385ribu sekali jalan exclude meal.

Walaupun booking cukup lama, kami prepared segala hal cukup mepet, yaitu H-7, mulai dari booking hotel, booking rental mobil, hingga booking trip hopping island. Alhasil ada saja yang kurang maksimal, but no problemo karena masih on budget. Yang bikin over budget justru makan + ngopi. Dengan misi traveling yaitu wisata pantai, edukasi, dan kuliner, maka budget yaa musti ekstra juga deeehh.. Dan ternyata budegt wiskul lah yang over bangetss wkwkwk

Berangkat sabtu pagi dengan pesawat first flight citilink jam 05.55 dan penerbangan on time, kami landing di Bandara Hanandjoeddin Tanjung Pandan sekitar jam 07.11 Wib. Tidak sangaja bertemu teman kuliah di IPB yang ternyata juga traveling ke sini bersama istri dan 2 putrinya. Sayangnya karena beda itinerary (saya 3 hari, dia 2 hari) jadi kami tidak bisa jalan bareng selama di Belitung.

Sampai bandara, mobil dan driver + tour guide yang kami booking sudah menunggu. Hari pertama di Belitong ini agenda kami adalah keliling Kota Tanjung Pandan dan pantai tanjung tinggi (pantai laskar pelangi). Sebenarnya hari pertama ini sudah sesuai plan itenerary sih, tapi sebenarnya masih bisa dapat beberapa tempat lagi kalau kami strik dengan waktu. Sayangnya kami pilih jalan santai dan tidak terburu-buru sehingga ya tidak bisa nambah tempat.

Berikut itinerary kami :
Day 1 - Sabtu (Kota Tanjung Pandan & Pantai)
- Danau Kaolin
- Makan mie belitong & suto belitung Kedai Mak Janah
- Ngopi di Kedai Kopi Ake
- Musium Geologi
- Rumah adat Belitong
- Makan di RM Timpo Duluk
- Makan kepiting isi
- Pantai Tanjung Tinggi

Day 2 - Minggu (Belitong Timur)
- Batu Mentas - Penangkaran Tarsius (hewan khas Belitong)
- SD Laskar Pelangi
- Musium Kata Andrea Hirata
- Kampung Ahok
- Pantai Serdang
- Makan siang di RM Rudi Pakistan
- Vihara dewi kwan im
- Pantai Burong Mandi

Day 3 - Senin
- Pulau lengkuas dan sekitarnya
- Snorkling
- Pantai tanjung tinggi

Wisata Pantai
Pantai-pantai belitong memang cantik dan unik. Cantik karena berpasir putih halus, unik karena banyak batuan besar megalitik yg menghiasi pantai-pantai ini bahkan ada yg ditengah laut. Yang kami kunjungi kali ini hanya sebagian kecil pantai belitong yg paling mashur dikalangan traveler first timer Belitong.  Urutan pantai berikut sesuai urutan favorite saya, hehe..

a. Pantai Tanjung Tinggi
Pantai Tanjung Tinggi (Sisi kiri)
Pantai paling terkenal diBelitong setelah masuk film Laskar Pelangi ini berpasir putih dan dihiasi batuan besar disepanjang pantai ini memang sangat cantik. Sisi pinggir pantai masih banyak pohon rindang sehingga membuat pengunjung semakin nyaman menikmati pantai. Kami sampai berkunjung 2x ke pantai ini dihari pertama dan ketiga. Dihari pertama kami memang hanya sempat mengeksplore sisi kiri pantai dan menikmati sunset dari atas batuan tinggi. Tapi sayangnya kurang maksimal karena langit mendung. Sore hari ke 3 setelah snorking di P.lengkuas kami kembali untuk mengeksplore sisi kanan pantai. Dari sisi kanan, pantai memang terlihat lebih indah dan sunset juga bisa tercapture maksimal. Karena hari ke 3 kami jatuh hari senin, pantai jd lebih sepi, sehingga lebih nyaman serta leluasa untuk menikmati pantai dan foto-foto. Kedua teman saya memilih menikmati pantai dengan duduk diatas salah satu batu besar yg dinaungi pohon. Leluasa melihat sekitar pantai dengan nyaman dan adem. Saya ikut duduk sebentar foto2 lalu memutuskan jalan2 mengeksplore pantai hingga selfie-selfie sendiri walaupun tanpa tongsis 😁 sampai sunset dan bateri hp lowbat bahkan mati 😬. Tapi saya puaaaassss 😊
Pantai Tanjung Tinggi (sisi kanan)

b. Pantai Pulau Lengkuas
Pulau Lengkuas
Untuk sampai ke pulau ini butuh tekad kuat dan zikir khusyuk sepanjang perjalanan pergi pulang. Walaupun hanya 1 jam dari dermaga pantai tanjung layang tapi ombak lumayan tinggi karena sedang musim angin barat (nov - maret) begitu menurut penduduk setempat. Kami berangkat menggunakan kapal nelayan hanya ber 5 (3 org grup kami + 2 org nahkoda kapal). Tas2 kami langsung dibungkus plastik besar oleh pak nahkoda agar tidak basah. Pelampung langsung wajib pakai. Tapi tenang aja temans, jika berlayar ke P. lengkuas diluar musim angin barat nyaman kok, laut lebih tenang, bahkan tanpa ombak kata penduduk setempat. Alhamdulillahnya ditengah perjalanan kami bertemu serombongan lumba-lumba, fokus langsung pindah dari deg-degan ke happy bertemu ikan2 lucu ini. This is my second lucky sea trip tdk sengaja bertemu lumba2 dalam perjalanan laut dgn kapal kecil, yg pertama saat ke kakaban, Berau. Ada 2 hal menarik di P.Lengkuas, pertama dipulau ini ada mercusuar yang boleh dinaiki walaupun hanya sampai lantai 3 (lumayan yaa.. secara kami blom pernah naik mercusuar dan gak tau dalemnya kek mana), yang kedua adalah pantainya. Mirip dengan tanjung tinggi, dipulau ini pantai berpasir putih dan banyak batu besar. Yang istimewa, batuan besar disini membentuk beberapa kolam kecil, yang dijuluki kolom bidadari oleh penduduk lokal. Konon katanya, dahulu dikolam inilah ujung pelangi seringkali jatuh. Awalnya agak serem yaa.. lompat dari satu batu ke batu besar lainnya untuk mencapai kolam bidadari ini, belum lagi ditambah debur ombak yang 'lumayan' tadi saat menyebrangi laut. Tapi alhamdulillah semua yang bikin parno tadi hilang seketika saat lihat dan berendam dikolam bidadari. Airnya tenang hanya setinggi paha orang dewasa, deburan ombak terhalang batuan besar sehingga kolam aman. Air laut yang masuk ke kolam hanya terasa seperti dorongan-dorongan ombak lemah. Kami berendam, lalu lompat dari satu batu ke batu lainnya untuk mendapatkan spot foto terbaik lalu berendam lagi hingga matahari diatas kepala. Saya sih udah gak mikir takut kulit gosong, bodo amat hahaha... yang penting saya suka sama tempatnya dan bisa nikmatin sepuasnya, hehe..
Kolam Bidadari P.Lengkuas

c. Pantai Serdang
Pantai serdang terletak di Belitong timur. Pantai ini umumnya digunakan oleh nelayan lokal untuk melabuhkan kapal karena di pantai ini tidak ada batuan besar yang menghalangi kapal. Pantai ini juga sangat cantik, berpasir putih bersih dan tidak berkarang. Deretan kapal nelayan dengan warna warni pastel sangat cantik menghiasi pantai dan sangat instagramable. 

Senin, 02 Januari 2017

Derawan.. Im Coming (Berau Flashpacker)


Haiiii.... Dah lama banget saya tidak update blog ini, maapkeun yaaa.. Kangen banget sih bisa nulis-nulis lagi, tapi yaa gitu deh, pertama butuh mood bagus, kedua butuh bahan yang mau diceritain, sedangkan sudah 2 tahun ini saya jarang nonton film bioskop, jarang baca novel or buku (kecuali buku kuliah), dan hampir gak pernah travelling. Kenapa bisa begitu? Karena semua budget senang-senang di atas selama 2 tahun ini sudah teralokasi untuk kebutuhan lain, yaitu biaya pendidikan (maklum otak pas pasan jadi kuliah biaya sendiri tanpa beasiswa, hehee..) dan nabung buat Haji/Umroh 😇

Back to subject, kali ini saya mau sharing pengalaman saya jalan-jalan ke Pulau Derawan. Syukur alhamdulillah awal desember 2016 kemarin saya dapat tugas dinas ke Berau. Salah satu area dinas yang sangat saya tunggu-tunggu selama ini, karena di Berau lah terletak tempat pariwisata pantai salah satu yang paling happening di Indonesia, khususnya diantara para traveler, yaitu Pulau Derawan dan Pulau-pulau sekitarnya.

INFO GEOGRAFIS

Kepulauan Derawan adalah sebuah kepulauan yang berada di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.  Sedikitnya ada empat pulau yang terkenal di kepulauan tersebut, yakni Pulau Maratua, Derawan, Sangalaki, dan Kakaban. Di kepulauan ini terdapat sejumlah objek wisata bahari menawan, pantai-pantai berpasir putih bersih, taman bawah laut yang indah dan sangat diminati wisatawan mancanegara terutama para penyelam kelas dunia, satwa-satwa langka seperti penyu hijau, penyu sisik, dan ubur-ubur yang tidak menyengat (stingless jelly fish), lumba-lumba, pasukan ikan barakuda, ikan pari manta, sampai whale shark atau Hiu Paus yang bisa diajak selfie bareng.
Derawan Map
Derawan Island Dive Spot
Semakin banyak wisatawan lokal dan mancanegara yang berwisata disana baik untuk menyelam, snorkeling, melihat proses penyu bertelur, juga menikmati pemandangan pantai yang bersih dan indah. Fasilitas komunikasi di pulau Derawan juga sudah baik, karena sudah terjangkau dengan sinyal Telkomsel 3G. Resort dan penginapan yang ada di Kepulauan Derawan ada banyak pilihan dengan harga yang cukup terjangkau, homestay hanya sekitar Rp.100 ribu/malam, penginapan pinggir pantai seharga Rp.250 ribu s/d 300 ribu/malam, cottage Rp.500 ribu s/d 1 juta/malam, pilihan ini bisa disesuai dengan isi kantong anda atau kenyamanan keluarga anda. Harga makanan sih relatif ya klo menurut saya, tapi klo dibandingkan harga makanan di Jakarta dan kebanyakan pulau Jawa memang sedikit lebih mahal. Contohnya harga seporsi nasi ayam goreng 35 ribu, nasi ayam penyet 40 ribu, ikan bakar mulai dari 50 ribu, dst.

Intinya sih, menurut saya budget yang anda keluarkan untuk bisa berwisata ke Derawan sangat wort it banget lah. Karena view dan experience yang anda dapatkan disini belum tentu bisa didapatkan ditempat lain, seperti foto dengan penyu di dalam laut, foto dengan pari manta, whale shark dan ubur-ubur.

SEPENGGAL CERITA

ITINERARY

Karena hanya memanfaatkan weekend disela-sela waktu dinas, saya hanya 1 hari 1 malam berada di pulau Derawan. Walaupun waktu cukup sempit anda masih bisa menikmati keindahan kepulauan Derawan ini dengan mengunjungi 4 pulau utamanya (Derawan, Maratua, Kakaban, Sangalaki). Tapi jika ingin lebih maksimal mengeksplore kepulauan ini, saya sarankan anda menjadwalkan minimal 3 hari 2 malam.

Berikut itinerary 1 hari 1 malam saya.

Sabtu
15.00 - 17.00 Perjalanan darat Tanjung Redep ke Pelabuhan Tj. Batu
17.00 - 18.00 Menyeberang dari Pelabuhan Tanjung Batu ke Pulau Derawan by Speed Boat
18.00 - 19.00 Check in Penginapan, Sholat Maghrib
19.00 - 20.00 Cari makan malam + pesan lunch box untuk makan siang hari minggu
20.00 - 21.00 Istirahat

Minggu
05.30 - 07.30 Berburu Sunrise, souvernir, dan foto dgn Penyu di sekitaran Pulau Derawan
07.30 - 08.00 Sarapan dan persiapan keliling pulau-pulau lain
08.00 - 09.00 Perjalanan ke Pulau Maratua
09.00 - 09.30 Snorkeling di Pulau Maratua
09.30 - 10.00 Perjalanan ke Pulau Kakaban
10.00 - 11.00 Snorkeling di Lagoon/Atol
11.00 - 11.15 Perjalanan ke Danau Kakaban
11.15 - 12.30 Snorkeling di Danau Kakaban
12.30 - 13.30 Istirahat dan Makan Siang di Pantai Pulau Kakaban
13.30 - 14.30 Snorkeling di Pantai Kakaban
14.30 - 15.00 Perjalanan ke Pulau Sangalaki
15.00 - 16.00 Eksplore Pulau Sangalaki dan Nengok Penangkaran Penyu & Tukik
16.00 - 17.00 Perjalanan kembali ke Pulau Derawan  
17.00 - 18.00 Bilas dan Check Out
18.00 - 19.00 Perjalanan Pulau Derawan - Pelabuhan Tanjung Batu
19.00 - 21.00 Perjalanan Pelabuhan Tanjung Batu ke Kota Tanjung Redep (Bandara)

BUDGET
Perhitungan budget di bawah ini tidak termasuk biaya tiket pesawat, biaya dihitung mulai start dan end di kota Tanjung Redep, Berau. Biaya tiket bisa dicari sendiri di website penjualan tiket/kantor travel. Pesawat dari Jakarta - Berau biasanya transit di Balikpapan baru nyambung ke Balikpapan - Berau. Lamanya perjalanan pesawat Balikpapan - Berau hanya 1 jam. Atau bisa juga pesawat langsung Jakarta - Tarakan. Ada speedboat dari Tarakan yang langsung ke Pulau Derawan dengan waktu tempuh 3 jam.

Rp. 200.000,- Travel Tanjung Redep - Pelabuhan Tanjung Batu PP per orang
Rp. 1.800.000,- Sewa Speed Boat 1 hari untuk keliling 4 pulau dengan muatan max 4 Orang (Inc. google snorkeling dan pelampung) - Bisa share cost dengan teman
Rp. 300.000,- Penginapan pinggir pantai 1 Malam (Double bed, kamar mandi dalam, AC, dapat sarapan mantau, boleh check out sore) - Bisa share cost dengan teman sekamar
Rp. 50.000,- Makan malam per orang
Rp. 50.000,- Lunch Box per orang untuk dibawa saat keliling 3 pulau (box makan siang dikembalikan lagi ke pemilik warung makan)

Total Budget di atas Rp. 2.400.000
Jika share cost dengan teman (1 grup ber 4 orang), total budget perorang jadi Rp. 900.000,-

Note : Harga diatas adalah harga Desember 2016 yaaa...

Sekian sharing ceritanya. Dibawah ini foto-fotonya.
Smoga bermanfaat and Happy Traveling pals ^_^

Penginapan saya di P. Derawan. Hanya 300ribu permalam dapat double bed, AC, Kamar mandi didalam, sarapan mantau, dan boleh check out sore.
Minggu pagi eksplore pulau Derawan, hunting sunrise, souvernir dan penyu. Di kanan kiri jembatan kayu inilah saya melihat penyu hijau dan penyu sisik wara-wiri dengan leluasa bersama ikan-ikan warna warni berukuran kecil sedang. View bawah airnya sangaaaaatt jerniiiihh.... Masya Allah
Pulau Maratua
Dermaga Pulau Kakaban
Sun bathing di Laguna Pulau Kakaban

Snorkeling di Pantai Pulau Kakaban. Foto begini butuh nyali nih gaiss (abaikan hidung mekar), maklum gak bisa berenang, cuma bisa ngambang pake pelampung. Sisi kanan foto ini adalah laut dalam dengan karang agak tegak lurus, jadi indah (karena karangnya dan ikannya banyak dan warna warni baguuuss bingits. My best snorkeling spot ever) tapi ya agak bikin deg-degan.
Penyu learning di Pulau Sangalaki
Bisa lihat lomba lari Tukik (anak penyu) seperti ini di Pulau Sangalaki, karena disini memang ada penangkaran Tukik.
Buat yang berani, bisa snorkeling dan foto bareng sama Whale Shark (Paus Hiu) yang ramah dan walaupun badannya besar tapi makannya hanya plankton, jadi aman berenang di dekat si big guy ini. Saya belum sempat begini sih, mudah2an klo berkesempatan ke Derawan lagi insyaAllah mau nyoba juga silaturahmi sama whale shark. Berani gak ya? hehee..
Foto sama penyu seperti ini juga bisa di Derawan nih gaiss. Sayangnya saya sempet liat penyunya tapi gak sempet foto bareng, hiks. Next time insya Allah ya nyuu..
Last but not least, foto bareng stingless jelly fish alias ubur ubur tidak menyengat di Danau Kakaban. Sayangnya foto saya dengan jelly fish masih di memory card kawan yang belum sempat dikirim.


Sabtu, 05 Oktober 2013

Itinerary Makassar 3D3N

Its my 3rd time to Makasar, masih banyak tempat yang mau saya liat di tempat ini. Tapi karena saya kali ini datang bersama kawan-kawan yang baru pertama kali datang ke makassar, jadi bikin itin ala firstimer makasar but include tanjung bira. Berikut contekannya..

Day 1
07.30 - 10.00 : Eksplore sekitar pantai Losari, Masjid Terapung dan Benteng Rotterdam
10.00 - 12.00 : Perjalanan menuju Maros
12.00 - 15.00 : Ishoma + Explore air terjun Bantimurung
15.00 - 17.00 : Explore Leang-leang

Day 2
07.30 - 12.30 : Makassar - Tanjung Bira
12.30 - 14.00 : Ishoma + cari penginapan
14.00 - 17.00 : Nyebrang ke pulau liukang loe + snorkling (ikannya banyak banget, baguuuss...)

Day 3
07.30 - 12.30 : Tanjung Bira - Makassar
12.30 - 15.00 : Benteng Somba Opu
15.00 - 17.00 : Belanja oleh-oleh

Buat yang punya waktu lebih dari 3 hari, tambahan wajib tempat yang harus dikunjungi di Sulsel ya Tanah Toraja. Karena letaknya cukup jauh dari makasar (8 jam perjalanan) maka bisa diatur, sbb :

21.00 - 05.00 : Perjalanan makasar - tanah toraja
05.00 - 07.00 : Ishoma
07.00 - 17.00 : Eksplore Tanah toraja (sewa motor)
21.00 - 05.00 : Perjalanan Tanah toraja - Makassar

Untuk wisata kuliner bisa di selipkan diantara jadwal makan yaa..
Berikut beberapa rekomendasi wisata kuliner yang perlu di coba.

1. Coto makassar : Coto Gagak, ada di jl, Gagak no. 27
2. Sop Konro & Konro Bakar karebosi, dekat dengan lapangan karebosi
3. Palubasa Serigala (terletak di jalan serigala)
4. Mie titi (mirip i fu mie)
5. Pisang Ijo
6. Palu butung
7. Pisang epe

Saya baru nyobain menu no.1, 2, 3, 6 dan 7. Dan juaranya adalaaaaaah, coto makasar jalan gagak, mak nyuuus klo kata pak Bondan, hehee..

Baiklah, selamat membuktikan & hepi traveling kawans ^_^





Leang-Leang Petakere, Makassar

Objek wisata ini ada di kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Terletak tidak jauh dari air terjun Bantimurung, leang-leang cenderung kurang dikenal masyarakat dibandingkan dengan Bantimurung. Padahal menurut saya, tempat ini cukup unik dan eksotis sebagai lokasi wisata edukatif prasejarah yang tidak banyak bisa ditemui di Indonesia.

Di sepanjang pengunungan batu Maros-Pangkep konon terdapat ratusan goa sehingga tempat ini disebut leang-leang (dalam bahasa makassar leang artinya goa). Selain goa, ditempat ini juga terdapat batu batu besar berwarna hitam yang konon berasal dari laut. Bahkan banyak ditemukan kerang-kerang yang sudah membatu. Alkisah dahulu kala wilayah ini adalah lautan.

Bagi anda yang ke Bantimurung, jangan lupa sempatkan mampir ke Leang-leang. Pemandangannya sangat indah dan eksotis, cocok untuk foto-foto pre wedd, juga untuk narsis di akun media sosial, heheee.. Oia, harga tiket masuk seikhlasnya saja.

Rute Angkot Menuju Leang-Leang

Bagi traveler yang datang dengan kendaraan umum, letak pintu masuk tempat ini sekitar 3 Km meter dari jalan umum menuju Bantimurung. Dari makassar naik angkot ke terminal daya, naik angkot lagi menuju Maros. Dari Maros, naik angkot menuju Bantimurung, minta turun di leang-leang (sebelum Bantimurung). Untuk menuju pintu masuk leang-leang yang lumayan agak jauh dari jalan umum, anda bisa naik ojeg dengan tarif 10rb pulang pergi. Tapi perjalanan tersebut tidak akan terasa, karena pemandangan di kanan kiri jalan sangat indah.


Jalan menuju Goa Petakere

Batu-batu pra sejarah di leang-leang
Cerita tentang Leang Petakere

Diantara batu-batu purba

Tips Bikin Itinerary & Budget Traveling ala Backpacker

Berikut tips yang mau saya share mengenai bagaimana cara menyusun itinerary (itin) dan budget traveling ala backpacker hasil pengalaman pribadi, baik traveling dalam negri maupun diluar negeri.

Jadi, buat anda yang hanya punya waktu singkat untuk mengexplore sebuah wilayah tapi ingin tetap maksimal, pertama-tama browsing sebanyak-banyaknya informasi mengenai daerah tujuan, dengan urutan :
1. Tempat wisata + tarif tiket masuk
2. Makanan khas + tarif dan lokasi penjualnya
3. Jalur transportasi + tarifnya
4. Akomodasi alias penginapan + tarifnya.

Kemudian susunlah daftar tempat wisata yang akan dikunjungi sesuai dengan wilayah terdekat masing-masing tempat agar pengaturan dan pembagian waktu lebih efektif. Jika anda tidak tahu, maka bukalah peta untuk mengetahui letak tempat wisata tersebut. Jika anda buta peta, maka carilah info atau contoh itin dari pengalaman orang lain.

Kemudian mulai cari tau transportasi apa yang akan digunakan untuk menuju tempat-tempat tersebut. Berapa ongkos masing-masing angkutan transportasi. Anda perlu tau juga jam operasional angkutan umum tersebut, agar anda tau jam berapa maksimal anda bisa berada di suatu tempat wisata dan masih bisa kembali melanjutkan perjalanan atau jika kemalaman disuatu tempat anda jadi tau apakah anda masih bisa menggunakan alat transportasi tersebut atau mencari alternatif lainnya (cari infonya juga). Mungkin anda pikir mudah saja kenapa tidak bertanya pada penduduk setempat. Hal itu tetap dilakukan, tapi sebagai tindakan preventif agar kita tahu apakah kita di bohongi atau tidak atas info tsb akan lebih baik jika anda memiliki persiapan informasi lebih lengkap di awal perjalanan bukan?

Terakhir, jika anda berencana menginap dalam perjalanan anda, tentukan dimana sebaiknya anda bermalam, apakah di bus, di kereta, atau di penginapan. Pilihan tempat menginap tentu saja akan mempengaruhi efektifitas itin dan berpengaruh juga ke budget traveling anda.

Contohnya, ketika saya traveling ke Malaysia. Daripada menginap di KL saya memilih menginap di kereta malam dari KL menuju Penang. Jadi biaya menginap di hostel dihemat dengan beristirahat di kereta malam menuju penang. Atau jika anda memilih menginap di penginapan, cari info beberapa penginapan agar anda punya beberapa pilihan dengan harga murah tapi tetap nyaman.

Nah, setelah semua info tsb sudah terkumpul tinggal itung aja deh budgetnya. Budget transport, penginapan dan tiket masuk tempat wisata kan sudah dapat tuh. Tinggal tambahin budget makan dan budget oleh-oleh deh. Selesai sudah nyusun itin dan budgetnya.

Beberapa contoh itin dan budgetnya bisa anda baca di beberapa artikel perjalanan saya di blog ini. Contohnya: http://deardesy.blogspot.com/2013/04/backpacker-ke-sawarna.html

Selamat mencobaaaaa...!!



Sabtu, 06 April 2013

Backpacker ke Sawarna

Happy Long Weekend...!! Begitu status BBM saya kamis pagi 28 Maret 2013. Bayangan indah menghabiskan long weekend yang jatuh tepat setelah gajian membuat saya sangat antusias menyambut hari ini.

Sudah cukup lama saya berencana ngetrip ke Sawarna. Tapi belum kesampaian karena terhalang cuaca yang masih musim hujan. Dari hasil browsing sana sini saya memutuskan untuk jalan sendiri dengan santi tanpa ikut rombongan backpacker manapun. Karena rencana pergi tanpa rombongan maka kami memilih jalan pagi hari sambil terus browsing rute mana yang sebaiknya kami ambil, via pelabuhan ratu atau via rangkasbitung.

Terminal Baranangsiang, Sabtu, 30 Maret 2013
Akhirnya kami putuskan ikut rombongan backpacker Bogor dengan asumsi lebih efektif karena itinerary mereka akan menjelajah beberapa tempat menarik lain di sekitar Sawarna.

Meeting poin di Terminal Baranangsiang jam 8 pagi ternyata kami berangkat hampir jam 09.30 karena beberapa orang yang datang terlambat. Dengan menyewa minibus jurusan Bogor-Pelabuhan Ratu kami menempuh 3 jam perjalanan. Beruntung walaupun long weekend pagi itu kami tidak kena macet. Karena 3 jam adalah waktu tempuh normal Bogor-Pel.Ratu.

Dari terminal pelabuhan ratu kami sempat diri makan siang di warung nasi kabita depan terminal pel. ratu. Tempat makannya bersih, makanannya cukup enak dan prasmanan, alias porsi makan silahkan tentukan sendiri dengan harga makanan hampir sama dengan di Jakarta.

Pelabuhan Ratu - Sawarna
Jam 13.30 kami berangkat menuju Sawarna menyewa 2 elf rute sawarna (rombongan kami 30 orang) dengan estimasi waktu tempuh 2 jam. Saya dan santi sengaja memilih tempat di samping sopir selain karena santi mabuk darat juga agar kami bisa mendapatkan pemandangan maksimal.

Perjalanan yang kami lalui sangat menantang walaupun jalanan aspal cukup mulus tapi jalurnya naik turunnya cukup extrem tapi lebih banyak jalan landai kok, so dont worry be Happy.

Sampai Sawarna jam 14.30 kami langsung di suguhi pemandangan unik, yaitu antrian motor dan orang yang akan menyebrang di jembatan Sawarna yang menjadi ikon tempat ini. Jembatan gantung yang masih beralas kayu yang digantung pada kawat baja ini sangat terasa berayun jika dilewati. Karena itulah ada kamtib yang menjaga alur lalu lintas jembatan agar tidak terjadi overload beban jembatan.

Desa Sawarna
Selama perjalanan menuju sawarna kami disambut hujan deras. Sampai sawarna pun kami kehujanan. Homestay kami terletak tidak jauh dari jembatan sawarna. 2 rumah sederhana dengan masing-masing tiga kamar tidur kami isi full termasuk ruang tamu yang diberi kasur. Saya dan santi memilih tidur diruang tamu yang lebih lega, karena kamarnya sendiri berukuran cukup kecil.

Dengan tarif permalam perorang antara 100-120rb sudah termasuk makan 3x, gorengan pagi dan kopi, teh, gula yang di sediakan. Kondisi rumah bersih dan nyaman. Tidak ada AC tapi tersedia kipas angin di setiap kamar dan ruang tamu. Untuk harga kamar tanpa makan adalah 50rb/orang/malam.

Berikut beberapa contact homestay di desa Sawarna :
Java Beach               : 087875293958
Homestay Niken        : 081906368816
Tanjung Layar Resort : 087877922863
Homestay Widi         : 081906358932
Elsa homestay           : 081809426569


Homestay di Desa Sawarna

Panta Ciantir/Pasir Putih Setelah istirahat sejenak dan menunggu hujan reda, kami langsung menuju pantai ciantir/pasir putih yang terletak 700m dari penginapan. Tidak lama kami sampai pantai hujan kembali turun. Melihat pantai yang bersih dan cantik kami menghiraukan hujan yang turun dengan tetap lanjut foto-foto dan menikmati senja di tepi pantai sawarna.


Pantai Ciantir - Sawarna

Tanjung Layar
Tanjung layar terletak 1KM dari homestay kami. Tanjung layar adalah sebuah pantai dengan batu karang menjulang seperti layar di pinggi pantainya. Pantai cantik ini sangat pas untuk foto-foto atau untuk dinikmati pemandangannya dengan deburan ombak yang menghantam jajaran batu karang pantai tanjung layar. Cantiknya lokasi ini pun kerap kali dijadikan lokasi foto prewedd seperti yang kami temui salah satunya pagi itu.

Karena di dominasi olah karang inilah sehingga pantai ini tidak bisa digunakan untuk berenang. Sekedar basah basahan tentu bisa tapi sebaiknya anda berhati-hati dengan karang tajam yang bisa melukai kaki.

Pantai pasir putih sawarna dan pantai tanjung layar bisa di akses dari homestay. Saat berjalan menuju pantai anda akan bertemu dengan persimpangan jalan, yang ke kanan menuju pantai pasir putih sawarna, yang ke kiri menuju pantai tanjung layar.


Pantai Tanjung Layar - Sawarna

Goa Lalay
Setelah sarapan sekitar jam 08.30 kami melanjutkan  trekking ke lokasi selanjutnya yaitu goa lalay dan pantai legon pari. Goa lalay terletak 3KM dari homestay kami. Setelah kurang lebih 1 jam jalan kaki, kami sampai di goa Lalay. Setelah mendaftar di pos pendaftaran yang terletak di muka goa dan menitipkan sandal dan sepatu kami, kami mulai turun ke sungai kecil untuk masuk ke goa.

Goa lalay adalah sebuah goa buntu horizontal dengan panjang kurang lebih 1KM. Sepanjang goa dialiri dengan sungai. Lalay sendiri artinya adalah kelelawar. Tapi saat saya masuk ke dalam goa tidak dtemukan 1 kelelawar pun. Hanya sedikit jejak bau kotoran kelelawar yang sempat tercium.

Karena goa buntu, goa lalay sangat gelap. Untuk masuk kedalam anda harus membawa penerangan. Yang paling simple adalah menggunakan headlamp. Jika anda tidak bawa lampu senter jangan khawatir, anda bisa menyewanya di pos pendaftaran atau bisa juga membayar guide (Rp.50.000) jika anda ingin merasa lebih safety.


Goa Lalay

Pantai Legon Pari
Pantai cantik ini biasa terkenal dikalangan penduduk setempat sebagai lokasi untuk memancing. Di tepi pantai legon pari banyak bersandar perahu-perahu nelayan tapi hanya digunakan untuk memancing, bukan untuk menangkap ikan dengan jaring. Letaknya cukup jauh dari homestay, sekitar 4KM. Bagi yang kelelahan untuk jalan kaki untuk menuju kesana atau kembali ke homestay, penduduk setempat bersedia menjadi ojeg dengan harga yg lumayan menguras kocek yaitu 40rb. Tapi harga ini worth ed mengingat jalur sangat extreme berbatu besar dengan turun naik curam, serasa sedang off road dengan motor bebek,hehee..
Jalan Menuju Legon Pari

Pantai berpasir putih dengan bentuk pantai seperti bulan sabit dan ombak khas pantai selatan yang cetar membahana ini indah abeeeesss... Sayang batere kamera saya lowbatt saat sampai pantai ini. Walhasil keindahan ini hanya bisa tercapture dalam memory kepala, bukan memory kamera.


Legon Pari dari atas bukit
Pantai Legon Pari - Sawarna
Pantai Karang Taraje
Sebenernya ada satu tempat lagi yang cukup eksotis untuk dilihat di sekitar sawarna, yaitu pantai karang taraje. Dalam bahasa sunda taraje artinya tangga. Jadi pantai karang taraje adalah pantai dengan dominasi karang yang berundak undak seperti tangga alami. Sayangnya karena waktu dan cuaca yang kurang mendukung, kami tidak sempat untuk melihat pantai ini. Karang taraje terletas berdekatan dengan legon pari, sekitar 3 KM dari desa sawarna. Bisa ditempuh dengan jalan kaki selama 45-1 jam. Atau 30 menit dengan ojeg dengan tarif 20-25 ribu.

Legon pari dan karang taraje juga bisa ditempuh via tanjung layar sambil susur pantai. Tapi harus lihat kondisi ombak dulu apakah sedang pasang atau tidak.



Last but not least, kampung sawarna ini bagi saya adalah very recommended place to visit. Jenis wisatanya variatif. Homestay-nya murah. Kalo mau nge camp juga bisa banget. Warung-warung pinggir pantainya menyediakan saung-saung yg bisa ditidurin gratis. Mau gelar tenda juga oke karna WC umum pun disediakan. Jalan menuju ke sawarna juga mulus. So what you waiting for?

Untuk nambah referensi kamu yang berminat kesana, berikut contoh itin dan estimasi budget sesuai waktu saya berkunjung yaa,,artinya harga yg tercantum di budget adalah as of Maret 2013. Silahkan di simak..

Itinerary
Day 1
07.00 - 10.00 : Bogor - Pelabuhan Ratu
10.00 - 12.00 : Pelabuhan Ratu - Sawarna
12.00 - 13.00 : Ishoma Homestay
13.00 - 15.00 : Caving goa lalay
15.00 - 16.00 : Ishoma Homestay
16.00 - 18.30 : Sunset Pantai Pasir Putih/Ciantir Sawarna
18.30 - 20.00 : Ishoma Homestay
20.00 - 22.00 : Makrab/Barbeque

Day 2
04.00 - 08.00 : Sunrise di pantai Legon pari dan karang taraje
08.00 - 09.00 : Sarapan
09.00 - 11.00 : Foto hunting Tanjung Layar
11.00 - 13.00 : Ishoma, Persiapan pulang, check out homestay
13.00 - 18.00 : Sawarna - Bogor

Budget











Total budget hanya 230 ribu
Murah meriah bangetkan..?? Ayoo.. tunggu apalagi.. 

Happy Travelling \^_^/







Minggu, 03 Maret 2013

One Day Trip Lembang, Bandung

Lembang adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Kecamatan Lembang berada pada ketinggian antara 1.312 hingga 2.080 meter diatas permukaan laut. Titik tertingginya ada di Puncak Gunung Tangkuban Parahu. Sebagai daerah yang terletak di pegunungan, suhu rata-rata berkisar antara 17°-27°C.

Senin siang salah seorang sahabat saya menghubungi lewat bbm. Dia mengajak untuk jalan. Kami memang sudah cukup lama tidak jalan bareng ke luar kota. Kami sempat berencana untuk ke Sawarna. Karena kondisi cuaca yang masih sering hujan, saya memilih tempat lain untuk dikunjungi.

Akhirnya saya memilih Boscha sebagai tujuan refreshing kami dan teman saya setuju. Senin sore saya mulai browsing tentang Boscha dan cara menuju kesana.

Jumat malam, 01 Maret 2013 sepulang kerja saya langsung menuju rumah sahabat saya di Citereup Bogor. Kami berencana berangkat ke Bandung via Cibinong atau Bogor sabtu pagi. Keluar pintu tol Cibinong jam 21.30 saya dijemput sahabat saya dengan motor. Kami langsung cari informasi disekitar tol sampai ke terminal Cibinong mengenai bis yang ke Bandung.

Cibinong - Bandung

Sabtu pagi jam 06.15 kami sudah stand by di pool bis MGI cibinong menunggu bis datang dari terminal. Kami sempat bertanya pada petugas bus MGI apakah bis pertama ke Bandung sudah jalan. Petugas bilang belum tapi sudah full penumpang. Kami lumayan kecewa mendengar kabar tersebut. Karena kami butuh segera sampai Bandung mengejar jam buka Boscha yang hanya buka sampai jam 13.00 pada hari sabtu.

Gak lama bis MGI datang. Kami diminta menunggu lebih dahulu untuk melihat kemungkinan kami bisa ikut bis pertama atau bis ke 2 yang berangkat jam 7 pagi. Saat bis datang penumpang langsung berebut naik, tapi ditahan oleh petugas. Penumpang diminta tertib dan dipanggil naik satu persatu sesuai nomer urut yang sudah dibagikan saat  datang ke pool.

Saya dan teman saya gak ngeh klo antrian bus ini menggunakan nomer urut. Beruntung kami masih kebagian tempat duduk di bagian smoking room. Lalu mamang petugas tsb memberitahu agar lain kali kami antri dengan mengambil nomor urut lebih dahulu.
Bus MGI Cibinong - Bandung

Terminal Leuwipanjang

Kami tiba diterminal leuwipanjang sekitar jam 09.30 pagi. Lebih cepat 30 menit dari prediksi kami. Bis berangkat dari pool cibinong sekitar jam 06.30 dan tol cipularang cukup lancar sehingga kami tiba tepat waktu.

Sampai terminal saya langsung tanya-tanya dimana saya bisa naik damri ke terminal ledeng. Dan sahabat saya sempat sarapan dahulu disebuah warung nasi padang. Saya sudah sarapan mie rebus  dirumah sebelum berangkat tadi pagi. 

Selesai sarapan kami langsung menuju ke bagian angkutan dalam kota tempat angkot dan Damri. Beruntung lagi tanpa menunggu lama damri jurusan terminal Ledeng masuk terminal. Ternyata damri tersebut cukup lama ditunggu oleh penumpang lainnya. Akibatnya, penumpang menumpuk dan kami harus rebutan naik ke bis agar mendapat tempat duduk.

Bagi warga Jakarta, bis damri ini mirip bis PPD di Jakarta. dengan bangku plastik khas metromini dan harga angkutan flat, jauh dekat 2000 rupiah. Bis mulai berangakt sekitar jam 10.00 wib. Dengan jalur membelah kota Bandung nan padat dan kecepatan sedang, bis sampai terminal Ledeng sekitar jam 11.00 Wib.


Damri Jurusan Leuwi Panjang - Term Ledeng

Terminal Ledeng - Boscha

Terminal Ledeng adalah sebuah terminal kecil yang letaknya tidak jauh dari kampus UPI. Untuk menuju Lembang kami hanya perlu naik kendaraan umum sejenis elf dari sebrang terminal.

Perjalanan menuju Boscha yang terletak di lembang ini ditempuh sekitar 20 menit dari terminal Ledeng. Cukup bilang ke supir angkot untuk minta diturunkan di Boscha dengan ongkos hanya Rp. 3000.

Setelah turun angkot dan menyebrang, kami langsung naik ojeg menuju pintu masuk Boscha dengan tarif ojeg Rp.4000. Sebelum mendaftar untuk masuk ke Boscha, tukang ojeg tadi menawari kami jika perlu ditunggu. Kami bilang tidak perlu ditunggu. Saya lumayan suprised, tukang ojeg tsb dengan proaktivenya memberikan nomor hapenya agar jika kami perlu dijemput cukup sms saja.

Boscha

Boscha adalah salah satu tempat wisata edukatif yang sudah lama ingin saya kunjungi selain planetarium. saya ingin lihat langsung besarnya sebuah teropong bintang. Bahkan jika memungkinkan mencoba menggunakannya. sayangnya teropong ini hanya bisa digunakan malam hari.

Sebenernya ada jadwal tertentu pada musim panas dimana kita bisa mengunjungi Boscha dan mencoba teropong bintang tersebut pada malam hari. Karena waktunya terbatas, maka tidak bisa sembarangan datang. Tapi harus booking lebih dahulu dari jauh-jauh hari.

Setelah mendengarkan penjelasan guide dan foto-foto kami langsung menuju gunung Tangkuban Perahu setelah sholat jamak Qashar dzuhur dan asar.

Boscha

Tangkuban Perahu

Sebenernya kawasan wisata Tangkuban Perahu masih dalam status waspada dan terlarang untuk dikunjungi. Tapi saat saya searching infonya di twitter ternyata ada beberapa pengunjung yang sedang checkin twitter disana. Akhirnya kami memutuskan untuk kesana dengan naik ojeg dari Boscha.

Sebenernya dari Boscha anda cukup naik elf yang sama saat anda menuju Boscha dari terminal Ledeng. Karena jalur elf tsb lewat depan pintu masuk Tangkuban Perahu. Kami memutuskan naik ojeg dengan ongkos 25rb/orang agar kami cukup waktu untuk mengunjungi 1 tempat lagi setelah dari sana. 

Dengan harga tiket masuk perorang Rp.13.000 dan tarif motor Rp.5000, kami juga diminta membayar biaya shuttle bus Rp.10.000. Dengan shuttle bus inilah kami menuju bibir kawah Ratu yang menjadi pusat wisata gunung Tangkuban Perahu. Karena statusnya yang masih waspada inilah pengunjung hanya diberikan waktu 10-15 menit saja untuk berada di bibir kawah.

Dari cukup luasnya bibir kawah yang menjadi tempat wisata Tangkuban Perahu, kami hanya di ijinkan di spot pertama saja, tidak boleh lebih jauh. Tidak ada pedagang makanan digubuk-gubuk seperti biasa. Yang ada hanya pedangan aksesoris dan oleh-oleh yang menjaja keliling. Tak sampai 100 orang termasuk petugas dan pedagang yang ada disana saat itu.

Tangkuban Perahu

Floating Market Lembang

Saat serching info wisata Lembang di twitter, saya sempat membaca beberapa orang merekomendasikan tempat ini. sebuah tempat wisata baru di Lembang yang cukup bagus. Kami tapa sengaja menemukan tempat ini. Awalnya kami sedang mencari rumah makan yang menjual tahu susu yang sempat kami lihat saat menuju Tangkuban Perahu. Karena salah naik angkot, kami tidak berhasil menemukan tempat tersebut malah menemukan tempat ini.

Tempat ini sebenarnya sudah buka sekitar 2 bulan namun infonya baru akan grand launching Maret ini. Pemiliknya tak lain adalah salah satu pengusaha Factory Outlet kenamaan di Bandung.

Konsep tempat wisata ini adalah memadukan keindahan pemandangan pegunungan, kesederhanaan kehidupan desa dan wisata air. Dengan adanya danau buatan yang dibelah menjadi tempat makan denga konsep jajanan pasar yang dijual menggunakan perahu sehinggu disebut floating market atau pasar terapung.

Danau tersebut juga menyediakan permainan air. Kami mencoba untuk berkano ria seharga RP.50.000/kano yang memuat 2 orang. Saat kami sedang membiasakan diri mengayuh kano dengan seimbang. Tiba-tiba hujan turun dengan derasnya. kami panik dan buru-buru berusaha menepikan kano tersebut. Karena kami masih belum biasa mengendalikan kano, alhasil kami nabrak sana sini sampai akhirnya kami berhasi menepikan kano dengan kondisi sudah basah kuyup.

Disini pengunjung tidak diperkenankan membawa makanan dari luar. Pengelola menyediakan banyak pilihan menu makanan yang dijual. Transaksi pembelian makanan maupun tiket permainan air harus menggunakan koin yang bisa dituker senilai dengan uang asli. Kami makan siang dengan nasi timbel komplit seharga Rp.35.000/paket termasuk air mineral.
Floating Market Lembang


Back Home

Sekitar jam 16.00 kami pulang menuju terminal Ledeng. Dari info yang kami dapat disekitar terminal Ledeng, Damri ke leuwi panjang masih ada sampai jam 19.00 wib malam. Tapi karena kondisi Bandung yang selalu macet kalau malam minggu, maka Damri datang terlambat.

Karena jalur turun dari Lembang menuju Bandung cukup padat, kami baru sampai terminal LEdeng sekitar jam 17.30 wib. Setelah menunggu 30 menit damri tidak kunjung datang kami kembali cari informasi. Akhirnya ada seorang sopir angkot Ledeng-Kelapa yang menawari penumpang untuk mengantar ke Leuwi Panjang melalui jalur alternatif.

Sampai Lewipanjang sekitar jam 7 malam lewat, sahabat saya ketinggalan bus MGI terakhir menuju Cibinong. Akhirnya kami memutuskan naik bus Bogor. Alhamdulillah bus Bogor ini ternyata keluar tol cibinong. Dan saya naik bus  Arimbi Merak-Bandung yang lewat Cikokol Tangerang dengan tarif Rp.50.000/org.

Bus berangkat jam 20.00 wib dari terminal Leuwipanjang dan sampai Cikokol Tangerang jam 23.00 Wib. Beruntung jam tersebut di tangerang masih cukup ramai. Bahkan angkot R11 jurusan perumnas 2 yang saya tumpangipun nyaris penuh penumpang.

Alhamdulillah saya sampai rumah dengan selamat sekitar jam 23.20 wib. Ternyata, one day trip Jakarta-Bandung (Lembang) bisa kok dilakukan. Walaupun terlatk jauh diluar kota Jakarta, karena adanya akses tol Cipularang, perjalan Jakarta Bandung semakin dekat dan mudah. Termasuk perjalanan wisata one day trip Jakarta-Bandung.

Berikut contekan info budget dan itinerary-nya yaa..

Bus Arimbi Bandung - Merak yang Lewat Cikokol Tangerang

ITINERARY

06.00 - 09.30 Jakarta - Bandung (Terminal Leuwi Panjang) dengan Bus umum
09.30 - 10.00 Sarapan di terminal Leuwi Panjang
10.00 - 11.00 Terminal Leuwipanjang ke Terminal Ledeng dengan bus Damri
11.00 - 11.30 Terminal Ledeng - Boscha (naik Elf jurusan Lembang)
11.30 - 13.00 Explore Boscha dan Sholat
13.00 - 13.15 Boscha - Tangkuban Perahu (naik Elf)
13.15 - 14.00 Foto-foto di Tangkuban Perahu
14.00 - 15.00 Makan siang (banyak pilihan tempat kuliner enak di Lembang, tinggal pilih)
15.00 - 16.30 Floating Market
16.30 - 18.00 Menuju Terminal Ledeng
18.00 - 19.00 Terminal Ledeng ke Terminal Leuwi Panjang.
19.00 - 20.00 Makan malam + Beli oleh-oleh di sekitar terminal
20.00 - 23.00 Bandung - Jakarta

BUDGET

Bus Jakarta - Bandung  PP                       Rp. 100.000
Damri Leuwi Panjang - Ledeng PP         Rp.      4.000
Mobil Elf Ledeng - Boscha                         Rp.      3.000
Tiket masuk Boscha                                   Rp.      7.500
Ojeg Boscha PP                                          Rp.      8.000
Mobil Elf Boscha - T.Perahu                      Rp.      3.000
Tiket masuk T.Perahu                                Rp.    13.000
Mobil Shuttle T.Perahu                               Rp.    10.000
Mobil Elf T.Perahu ke Floating Market     Rp.      5.000
Tiket masuk Floating Market                     Rp.    10.000
Tarif Kano di Floating Market                    Rp.     50.000 (bagi 2org, @25.000)
Makan siang di Floating Market               Rp.     35.000
Mobil Elf ke Term. Ledeng                        Rp.       3.000
Angkot Term.Ledeng ke L.Panjang         Rp.      5.000

Total                                                              Rp.   231.500


Murah meriah kan?? 
Tapi teteup maksimal tempat wisata yang bisa dikunjungi.
Ayoo... try this experience!!

Happy Travelling ^_^