Jumat, 13 Maret 2015

My First Marketing Class

Desy Ery K
Student of Master Program in Management Syariah MB IPB (www.mb.ipb.ac.id)
Graduated student of Islamic State University (www.uin-jkt.ac.id)

 
MARKETING CLASS
Lecturer

Prof. Dr. Ir. Ujang Sumarwan, M.Sc. (
www.ujansumarwan.blog.mb.ipb.ac.id, www.sumarwan.staff.ipb.ac.id, sumarwan@mb.ipb.ac.id)
Dr. Ir. Hartoyo, M.Sc.
Dr. Ir. Dodik Nur Rachmat, M.Sc.F.
Dr. Kirbandoko, M.S.M.
Dr. Ir. Mukhammad Najib, M.M.



Marketing adalah dunia yang awalnya tidak saya minati karena first impression saya mengenai kata marketing adalah salesman. Salesman yang terbayang pertama kali adalah salesman panci door to door atau salesman credit card yang mengejar pengunjung-pengunjung mall. Salesman seperti ini membuat saya kurang impresif pada cara berjualan maupun jenis pekerjaannya.

Tapi takdir berkata lain, setelah memasuki dunia kerja sampai satu titik saya justru di challange untuk memimpin sebuah team sales tanpa pengalaman sama sekali. Saya belajar dari dasar bagaimana cara yang efektif untuk memasarkan sebuah produk yang sama sekali jauh dari dunia perempuan pada umumnya, yaitu spare part alat berat yang sebelumnya hanya pria saja yang menjadi salesnya.

Dari situlah akhirnya saya mulai menikmati bersentuhan dengan dunia sales & marketing yang saya sebut sebagai “the art of sales & marketing” dengan mengamalkan jurus learning by doing. The art of sales & marketing yang saya maksud disini adalah bagaimana cara masing-masing para pemasar melakukan seni berkomunikasi dan gaya bernegosiasi dengan customer/konsumen serta jenis promosi dan memasarkan produk yang berbeda-beda. 
 
Suhail Nadeem (2011)

Sejujurnya, saat pertama kali membaca modul mata kuliah manajemen pemasaran saya lumayan shock karena disana tercantum 5 nama dosen yang dalam bayangan saya adalah 5 dosen dikalikan minimal 1 tugas dari masing-masing dosen dalam 3 bulan kuliah belum ditambah dengan tugas dari dosen mata kuliah yang lain. Pusing dan mual langsung melanda. Tapi kemudian saya sadari bahwa ini adalah konsekuensi atas pilihan saya untuk kuliah lagi dan mengubah maindset dengan tidak menjadikannya beban tapi membaliknya dengan menikmati setiap proses tersebut dengan menganggapnya tantangan yang harus ditaklukkan.

Materi manajemen marketing yang pertamakali disampaikan Dr Mukhamad Najib, MM seperti segmentasi customer, tipe-tipe pasar, product positioning, planning sales marketing target sangatlah menarik dan memberikan sudut pandang baru bagi saya. Kami diajari dengan ilustrasi cerita actual yang dialami oleh banyak perusahaan dan terjadi di pasar dunia. Tugas mempresentasikan jurnal  mengenai “Pengaruh agama dalam menyikapi iklan–iklan produk kontroversialmemberikan wawasan baru mengenai bagaimana latar belakang agama seseorang dan ketaatan beragaman juga berdampak pada efektifitas iklan sebagai salah satu alat pemasaran”. Disinilah kemudian kami diberikan kesadaran betapa besar peluang pasar muslim dunia yang belum tergarap maksimal oleh umat Islam itu sendiri tapi justru banyak dimafaatkan oleh non muslim.

Prof. Ujang Suwarman membuat mata kuliah ini semakin menarik lagi dengan gaya lecturernya yang easy going, humoris, dan more practical sehingga kami sangat antusias dan merasa tertantang dengan tugas-tugas smart creative yang sebelumnya mungkin belum pernah kami lakukan seperti membuat blog, melakukan e-learning, membuat marketing plan bahkan membuat cara memperkenalkan diri yang unik dengan menuliskan biodata masing-masing mahasiswa seperti seorang penulis buku di portal e-learning MB IPB. Materi kuliahnya ditulis dalam buku yang disusun bersama mahasiswanya dengan bahasa yang mudah dicerna dan yang paling penting mudah dipraktikkan karena simple & sangat jelas dengan banyak sekali contoh kasus.

So marketing for me now is become “from haters to be lovers”.

Text Book
Ujang Sumarwan (editor). 2015. Pemasaran Strategic: Perspektif Perlilaku Konsumen dan Marketing Plan. IPB Press.
Silahkan download e-book:


 

Sumarwan Ujang; Agus Djunaedi; Aviliani; H.C Royke; Jusuf Agus Sayono; Rico R Budidarmo; Sofyan Rambe. (Strategic Marketing: Strategy for Corporate Growth and Share Holder Value).-Pemasaran Strategik: Strategi Untuk Pertumbuhan Perusahaan dalam Penciptaan Nilai bagi Pemegang Saham . Published byInti Prima, Februari 2009, ISBN 979-450-451-3  Please dowload link below for book preview:
 
Silahkan download e-book:


Sumarwan, U., Achmad Fachrodji., Adman Nursal., Arissetyanto Nugroho., Erry Ricardo Nurzal., Ign Anung Setiadi., Suharyono., Zeffry Alamsyah. 1st Printing. 2011. Marketing Strategic: Value Based Marketing and Marketing Metrics. Pemasaran Strategik: Persfektif Value-Based Marketing dan Pengukuran Kinerja. Bogor, IPB Press.
 
Silahkan download e-book:



SINOPSIS
Pemasaran strategik menguraikan bagaimana sebuah perusahaan harus memahami konsumen, sehingga dapat menyusun strategi pemasarannya untuk mencapai tujuan-tujuan perusahaan guna meningkatkan kinerja perusahaan dan menciptakan nilai tambah bagi pemegang saham.Pemasaran adalah memahami berbagai kebutuhan para pelanggan dan mengembangkan sebuah proposisi untuk menawarkan nilai yang superior. Melalui penyediaan nilai pelanggan yang lebih tinggi maka manajemen dapat memberikan dan menghasilkan nilai yang lebih tinggi pula kepada para pemegang saham. Nilai suatu merek dagang terbentuk dari kepercayaan para pelanggan terhadap merek dagang perusahaan. Kepercayaan ini membentuk relasi antara merek dan pelanggan yang mendorong preferensi, loyalitas merek, dan keinginan untuk mempertimbangkan produk dan jasa baru yang ditawarkan perusahaan di masa depan dengan merek tersebut. Buku ini juga menguraikan bagaimana langkah-langkah untuk membangun ekuitas merek serta menjelaskan beberapa metode untuk mengukur ekuitas merek.


Sabtu, 05 Oktober 2013

Itinerary Makassar 3D3N

Its my 3rd time to Makasar, masih banyak tempat yang mau saya liat di tempat ini. Tapi karena saya kali ini datang bersama kawan-kawan yang baru pertama kali datang ke makassar, jadi bikin itin ala firstimer makasar but include tanjung bira. Berikut contekannya..

Day 1
07.30 - 10.00 : Eksplore sekitar pantai Losari, Masjid Terapung dan Benteng Rotterdam
10.00 - 12.00 : Perjalanan menuju Maros
12.00 - 15.00 : Ishoma + Explore air terjun Bantimurung
15.00 - 17.00 : Explore Leang-leang

Day 2
07.30 - 12.30 : Makassar - Tanjung Bira
12.30 - 14.00 : Ishoma + cari penginapan
14.00 - 17.00 : Nyebrang ke pulau liukang loe + snorkling (ikannya banyak banget, baguuuss...)

Day 3
07.30 - 12.30 : Tanjung Bira - Makassar
12.30 - 15.00 : Benteng Somba Opu
15.00 - 17.00 : Belanja oleh-oleh

Buat yang punya waktu lebih dari 3 hari, tambahan wajib tempat yang harus dikunjungi di Sulsel ya Tanah Toraja. Karena letaknya cukup jauh dari makasar (8 jam perjalanan) maka bisa diatur, sbb :

21.00 - 05.00 : Perjalanan makasar - tanah toraja
05.00 - 07.00 : Ishoma
07.00 - 17.00 : Eksplore Tanah toraja (sewa motor)
21.00 - 05.00 : Perjalanan Tanah toraja - Makassar

Untuk wisata kuliner bisa di selipkan diantara jadwal makan yaa..
Berikut beberapa rekomendasi wisata kuliner yang perlu di coba.

1. Coto makassar : Coto Gagak, ada di jl, Gagak no. 27
2. Sop Konro & Konro Bakar karebosi, dekat dengan lapangan karebosi
3. Palubasa Serigala (terletak di jalan serigala)
4. Mie titi (mirip i fu mie)
5. Pisang Ijo
6. Palu butung
7. Pisang epe

Saya baru nyobain menu no.1, 2, 3, 6 dan 7. Dan juaranya adalaaaaaah, coto makasar jalan gagak, mak nyuuus klo kata pak Bondan, hehee..

Baiklah, selamat membuktikan & hepi traveling kawans ^_^





Leang-Leang Petakere, Makassar

Objek wisata ini ada di kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Terletak tidak jauh dari air terjun Bantimurung, leang-leang cenderung kurang dikenal masyarakat dibandingkan dengan Bantimurung. Padahal menurut saya, tempat ini cukup unik dan eksotis sebagai lokasi wisata edukatif prasejarah yang tidak banyak bisa ditemui di Indonesia.

Di sepanjang pengunungan batu Maros-Pangkep konon terdapat ratusan goa sehingga tempat ini disebut leang-leang (dalam bahasa makassar leang artinya goa). Selain goa, ditempat ini juga terdapat batu batu besar berwarna hitam yang konon berasal dari laut. Bahkan banyak ditemukan kerang-kerang yang sudah membatu. Alkisah dahulu kala wilayah ini adalah lautan.

Bagi anda yang ke Bantimurung, jangan lupa sempatkan mampir ke Leang-leang. Pemandangannya sangat indah dan eksotis, cocok untuk foto-foto pre wedd, juga untuk narsis di akun media sosial, heheee.. Oia, harga tiket masuk seikhlasnya saja.

Rute Angkot Menuju Leang-Leang

Bagi traveler yang datang dengan kendaraan umum, letak pintu masuk tempat ini sekitar 3 Km meter dari jalan umum menuju Bantimurung. Dari makassar naik angkot ke terminal daya, naik angkot lagi menuju Maros. Dari Maros, naik angkot menuju Bantimurung, minta turun di leang-leang (sebelum Bantimurung). Untuk menuju pintu masuk leang-leang yang lumayan agak jauh dari jalan umum, anda bisa naik ojeg dengan tarif 10rb pulang pergi. Tapi perjalanan tersebut tidak akan terasa, karena pemandangan di kanan kiri jalan sangat indah.


Jalan menuju Goa Petakere

Batu-batu pra sejarah di leang-leang
Cerita tentang Leang Petakere

Diantara batu-batu purba