Senin, 02 Januari 2017

Derawan.. Im Coming (Berau Flashpacker)


Haiiii.... Dah lama banget saya tidak update blog ini, maapkeun yaaa.. Kangen banget sih bisa nulis-nulis lagi, tapi yaa gitu deh, pertama butuh mood bagus, kedua butuh bahan yang mau diceritain, sedangkan sudah 2 tahun ini saya jarang nonton film bioskop, jarang baca novel or buku (kecuali buku kuliah), dan hampir gak pernah travelling. Kenapa bisa begitu? Karena semua budget senang-senang di atas selama 2 tahun ini sudah teralokasi untuk kebutuhan lain, yaitu biaya pendidikan (maklum otak pas pasan jadi kuliah biaya sendiri tanpa beasiswa, hehee..) dan nabung buat Haji/Umroh 😇

Back to subject, kali ini saya mau sharing pengalaman saya jalan-jalan ke Pulau Derawan. Syukur alhamdulillah awal desember 2016 kemarin saya dapat tugas dinas ke Berau. Salah satu area dinas yang sangat saya tunggu-tunggu selama ini, karena di Berau lah terletak tempat pariwisata pantai salah satu yang paling happening di Indonesia, khususnya diantara para traveler, yaitu Pulau Derawan dan Pulau-pulau sekitarnya.

INFO GEOGRAFIS

Kepulauan Derawan adalah sebuah kepulauan yang berada di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.  Sedikitnya ada empat pulau yang terkenal di kepulauan tersebut, yakni Pulau Maratua, Derawan, Sangalaki, dan Kakaban. Di kepulauan ini terdapat sejumlah objek wisata bahari menawan, pantai-pantai berpasir putih bersih, taman bawah laut yang indah dan sangat diminati wisatawan mancanegara terutama para penyelam kelas dunia, satwa-satwa langka seperti penyu hijau, penyu sisik, dan ubur-ubur yang tidak menyengat (stingless jelly fish), lumba-lumba, pasukan ikan barakuda, ikan pari manta, sampai whale shark atau Hiu Paus yang bisa diajak selfie bareng.
Derawan Map
Derawan Island Dive Spot
Semakin banyak wisatawan lokal dan mancanegara yang berwisata disana baik untuk menyelam, snorkeling, melihat proses penyu bertelur, juga menikmati pemandangan pantai yang bersih dan indah. Fasilitas komunikasi di pulau Derawan juga sudah baik, karena sudah terjangkau dengan sinyal Telkomsel 3G. Resort dan penginapan yang ada di Kepulauan Derawan ada banyak pilihan dengan harga yang cukup terjangkau, homestay hanya sekitar Rp.100 ribu/malam, penginapan pinggir pantai seharga Rp.250 ribu s/d 300 ribu/malam, cottage Rp.500 ribu s/d 1 juta/malam, pilihan ini bisa disesuai dengan isi kantong anda atau kenyamanan keluarga anda. Harga makanan sih relatif ya klo menurut saya, tapi klo dibandingkan harga makanan di Jakarta dan kebanyakan pulau Jawa memang sedikit lebih mahal. Contohnya harga seporsi nasi ayam goreng 35 ribu, nasi ayam penyet 40 ribu, ikan bakar mulai dari 50 ribu, dst.

Intinya sih, menurut saya budget yang anda keluarkan untuk bisa berwisata ke Derawan sangat wort it banget lah. Karena view dan experience yang anda dapatkan disini belum tentu bisa didapatkan ditempat lain, seperti foto dengan penyu di dalam laut, foto dengan pari manta, whale shark dan ubur-ubur.

SEPENGGAL CERITA

ITINERARY

Karena hanya memanfaatkan weekend disela-sela waktu dinas, saya hanya 1 hari 1 malam berada di pulau Derawan. Walaupun waktu cukup sempit anda masih bisa menikmati keindahan kepulauan Derawan ini dengan mengunjungi 4 pulau utamanya (Derawan, Maratua, Kakaban, Sangalaki). Tapi jika ingin lebih maksimal mengeksplore kepulauan ini, saya sarankan anda menjadwalkan minimal 3 hari 2 malam.

Berikut itinerary 1 hari 1 malam saya.

Sabtu
15.00 - 17.00 Perjalanan darat Tanjung Redep ke Pelabuhan Tj. Batu
17.00 - 18.00 Menyeberang dari Pelabuhan Tanjung Batu ke Pulau Derawan by Speed Boat
18.00 - 19.00 Check in Penginapan, Sholat Maghrib
19.00 - 20.00 Cari makan malam + pesan lunch box untuk makan siang hari minggu
20.00 - 21.00 Istirahat

Minggu
05.30 - 07.30 Berburu Sunrise, souvernir, dan foto dgn Penyu di sekitaran Pulau Derawan
07.30 - 08.00 Sarapan dan persiapan keliling pulau-pulau lain
08.00 - 09.00 Perjalanan ke Pulau Maratua
09.00 - 09.30 Snorkeling di Pulau Maratua
09.30 - 10.00 Perjalanan ke Pulau Kakaban
10.00 - 11.00 Snorkeling di Lagoon/Atol
11.00 - 11.15 Perjalanan ke Danau Kakaban
11.15 - 12.30 Snorkeling di Danau Kakaban
12.30 - 13.30 Istirahat dan Makan Siang di Pantai Pulau Kakaban
13.30 - 14.30 Snorkeling di Pantai Kakaban
14.30 - 15.00 Perjalanan ke Pulau Sangalaki
15.00 - 16.00 Eksplore Pulau Sangalaki dan Nengok Penangkaran Penyu & Tukik
16.00 - 17.00 Perjalanan kembali ke Pulau Derawan  
17.00 - 18.00 Bilas dan Check Out
18.00 - 19.00 Perjalanan Pulau Derawan - Pelabuhan Tanjung Batu
19.00 - 21.00 Perjalanan Pelabuhan Tanjung Batu ke Kota Tanjung Redep (Bandara)

BUDGET
Perhitungan budget di bawah ini tidak termasuk biaya tiket pesawat, biaya dihitung mulai start dan end di kota Tanjung Redep, Berau. Biaya tiket bisa dicari sendiri di website penjualan tiket/kantor travel. Pesawat dari Jakarta - Berau biasanya transit di Balikpapan baru nyambung ke Balikpapan - Berau. Lamanya perjalanan pesawat Balikpapan - Berau hanya 1 jam. Atau bisa juga pesawat langsung Jakarta - Tarakan. Ada speedboat dari Tarakan yang langsung ke Pulau Derawan dengan waktu tempuh 3 jam.

Rp. 200.000,- Travel Tanjung Redep - Pelabuhan Tanjung Batu PP per orang
Rp. 1.800.000,- Sewa Speed Boat 1 hari untuk keliling 4 pulau dengan muatan max 4 Orang (Inc. google snorkeling dan pelampung) - Bisa share cost dengan teman
Rp. 300.000,- Penginapan pinggir pantai 1 Malam (Double bed, kamar mandi dalam, AC, dapat sarapan mantau, boleh check out sore) - Bisa share cost dengan teman sekamar
Rp. 50.000,- Makan malam per orang
Rp. 50.000,- Lunch Box per orang untuk dibawa saat keliling 3 pulau (box makan siang dikembalikan lagi ke pemilik warung makan)

Total Budget di atas Rp. 2.400.000
Jika share cost dengan teman (1 grup ber 4 orang), total budget perorang jadi Rp. 900.000,-

Note : Harga diatas adalah harga Desember 2016 yaaa...

Sekian sharing ceritanya. Dibawah ini foto-fotonya.
Smoga bermanfaat and Happy Traveling pals ^_^

Penginapan saya di P. Derawan. Hanya 300ribu permalam dapat double bed, AC, Kamar mandi didalam, sarapan mantau, dan boleh check out sore.
Minggu pagi eksplore pulau Derawan, hunting sunrise, souvernir dan penyu. Di kanan kiri jembatan kayu inilah saya melihat penyu hijau dan penyu sisik wara-wiri dengan leluasa bersama ikan-ikan warna warni berukuran kecil sedang. View bawah airnya sangaaaaatt jerniiiihh.... Masya Allah
Pulau Maratua
Dermaga Pulau Kakaban
Sun bathing di Laguna Pulau Kakaban

Snorkeling di Pantai Pulau Kakaban. Foto begini butuh nyali nih gaiss (abaikan hidung mekar), maklum gak bisa berenang, cuma bisa ngambang pake pelampung. Sisi kanan foto ini adalah laut dalam dengan karang agak tegak lurus, jadi indah (karena karangnya dan ikannya banyak dan warna warni baguuuss bingits. My best snorkeling spot ever) tapi ya agak bikin deg-degan.
Penyu learning di Pulau Sangalaki
Bisa lihat lomba lari Tukik (anak penyu) seperti ini di Pulau Sangalaki, karena disini memang ada penangkaran Tukik.
Buat yang berani, bisa snorkeling dan foto bareng sama Whale Shark (Paus Hiu) yang ramah dan walaupun badannya besar tapi makannya hanya plankton, jadi aman berenang di dekat si big guy ini. Saya belum sempat begini sih, mudah2an klo berkesempatan ke Derawan lagi insyaAllah mau nyoba juga silaturahmi sama whale shark. Berani gak ya? hehee..
Foto sama penyu seperti ini juga bisa di Derawan nih gaiss. Sayangnya saya sempet liat penyunya tapi gak sempet foto bareng, hiks. Next time insya Allah ya nyuu..
Last but not least, foto bareng stingless jelly fish alias ubur ubur tidak menyengat di Danau Kakaban. Sayangnya foto saya dengan jelly fish masih di memory card kawan yang belum sempat dikirim.


Minggu, 19 Juni 2016

Kisah Panglima Perang Yang Di Pecat Karena Tak Pernah Berbuat Kesalahan



Pada zaman pemerintahan Khalifah Syaidina Umar bin Khatab, ada seorang panglima perang yang disegani lawan dan dicintai kawan. Panglima perang yang tak pernah kalah sepanjang karirnya memimpin tentara di medan perang. Baik pada saat beliau masih menjadi panglima Quraish, maupun setelah beliau masuk Islam dan menjadi panglima perang umat muslim. Beliau adalah Jenderal Khalid bin Walid.

Namanya harum dimana-mana. Semua orang memujinya dan mengelu-elukannya. Kemana beliau pergi selalu disambut dengan teriakan, "Hidup Khalid, hidup Jenderal, hidup Panglima Perang, hidup Pedang Allah yang Terhunus." Ya! beliau mendapat gelar langsung dari Rasulullah SAW yang menyebutnya sebagai Pedang Allah yang Terhunus.

Dalam suatu peperangan beliau pernah mengalahkan pasukan tentara Byzantium dengan jumlah pasukan 240.000. Padahal pasukan muslim yang dipimpinnya saat itu hanya berjumlah 46.000 orang. Dengan kejeliannya mengatur strategi, pertempuran itu bisa dimenangkannya dengan mudah. Pasukan musuh lari terbirit-birit.

Itulah Khalid bin Walid, beliau bahkan tak gentar sedikitpun menghadapi lawan yang jauh lebih banyak.
Ada satu kisah menarik dari Khalid bin Walid. Dia memang sangat sempurna di bidangnya; ahli siasat perang, mahir segala senjata, piawai dalam berkuda, dan karismatik di tengah prajuritnya. Dia juga tidak sombong dan lapang dada walaupun dia berada dalam puncak popularitas.

Pada suatu ketika, di saat beliau sedang berada di garis depan, memimpin peperangan, tiba-tiba datang seorang utusan dari Amirul mukminin, Syaidina Umar bin Khatab, yang mengantarkan sebuah surat. Di dalam surat tersebut tertulis pesan singkat, "Dengan ini saya nyatakan Jenderal Khalid bin Walid di pecat sebagai panglima perang. Segera menghadap!"

Menerima khabar tersebut tentu saja sang jenderal sangat gusar hingga tak bisa tidur. Beliau terus-menerus memikirkan alasan pemecatannya. Kesalahan apa yang telah saya lakukan? Kira-kira begitulah yang berkecamuk di dalam pikiran beliau kala itu.

Sebagai prajurit yang baik, taat pada atasan, beliaupun segera bersiap menghadap Khalifah Umar Bin Khatab. Sebelum berangkat beliau menyerahkan komando perang kepada penggantinya.
Sesampai di depan Umar beliau memberikan salam, "Assalamualaikum ya Amirul mukminin! Langsung saja! Saya menerima surat pemecatan. Apa betul saya di pecat?"
"Walaikumsalam warahmatullah! Betul Khalid!" Jawab Khalifah.
"Kalau masalah dipecat itu hak Anda sebagai pemimpin. Tapi, kalau boleh tahu, kesalahan saya apa?"
"Kamu tidak punya kesalahan."
"Kalu tidak punya kesalahan kenapa saya dipecat? Apa saya tak mampu menjadi panglima?"
"Pada zaman ini kamu adalah panglima terbaik."
"Lalu kenapa saya dipecat?" tanya Jenderal Khalid yang tak bisa menahan rasa penasarannya.

Dengan tenang Khalifah Umar bin Khatab menjawab, "Khalid, Anda itu jenderal terbaik, panglima perang terhebat. Ratusan peperangan telah Anda pimpin, dan tak pernah satu kalipun Anda kalah. Setiap hari Masyarakat dan prajurit selalu menyanjung Anda. Tak pernah saya mendengar orang menjelek-jelekkan Anda. Tapi, ingat Khalid, Anda juga adalah manusia biasa. Terlalu banyak orang yang memuji bukan tidak mungkin akan timbul rasa sombong dalam hatimu. Sedangkan Allah sangat membenci orang yang memiliki rasa sombong. Seberat debu rasa sombong di dalam hati maka neraka jahanamlah tempatmu. Karena itu, maafkan aku wahai saudaraku, untuk menjagamu terpaksa saat ini Anda saya pecat. Supaya Anda tahu, jangankan di hadapan Allah, di depan Umar saja Anda tak bisa berbuat apa-apa!"
Mendengar jawaban itu, Jenderal Khalid tertegun, bergetar, dan goyah. Dan dengan segenap kekuatan yang Ada beliau langsung mendekap Khalifah Umar. Sambil menangis belaiu berbisik, "Terima kasih ya Khalifah. Engkau saudaraku!"

Bayangkan Sahabat…. jenderal mana yang berlaku mulia seperti itu? Mengucapkan terima kasih setelah dipecat. Padahal beliau tak berbuat kesalahan apapun. Adakah jenderal yang mampu berlaku mulia seperti itu saat ini?

Hebatnya lagi, setelah dipecat beliau balik lagi ke medan perang. Tapi, tidak lagi sebagai panglima perang. Beliau bertempur sebagai prajurit biasa, sebagai bawahan, dipimpin oleh mantan bawahannya kemarin.

Beberapa orang prajurit terheran-heran melihat mantan panglima yang gagah berani tersebut masih mau ikut ambil bagian dalam peperangan. Padahal sudah dipecat. Lalu, ada diantara mereka yang bertanya, "Ya Jenderal, mengapa Anda masih mau berperang? Padahal Anda sudah dipecat."
Dengan tenang Khalid bin Walid menjawab, "Saya berperang bukan karena jabatan, popularitas, bukan juga karena Khalifah Umar. Saya berperang semata-mata karena mencari keridhaan Allah."

***
Sebuah kisah yang sangat indah dari seorang jenderal, panglima perang, Pedang Allah yang Terhunus. Kita bisa mengambil banyak hikmah dari kisah ini. Betapa rendah hati Sahabat Nabi yang mulia ini. Beliau penuh kemuliaan, punya jabatan, populer, dan tak pernah berbuat kesalahan. Namun, ketika semua itu dicabut beliau sedikitpun tak terpengaruh. Beliau tetap berbuat yang terbaik. Karena memang tujuannya semata-mata hanya mencari keridhaan Allah SWT...

From WA grup

Sabtu, 18 April 2015

Quote of Chocolate Wars: Mars & Hershey

"Coklat juara adalah yang meleleh di mulut, bukan di tangan"