Kamis, 15 November 2018

Nonton Moto GP Sepang 2018

Have you a life bucket list?
Me : Yess.. I have
And one of that is nonton Moto GP untuk lihat The Doctor Valentino Rossi race live sebelum dia pensiun. Dan alhamdulillah that wish came true this year.

Tertakdir nonton di tribunnya VR46 karena kehabisan tiket yang lebih murah pada akhirnya saya sangat syukuri, selain karena lebih dekat dengan pintu masuk/keluar sirkuit, tentunya aura seru mendukung VR46 lebih terasa. Ditribun ini juga memiliki sudut pandang yang bagus karena dekat dengan 2 track belokan tajam. Sialnya di track itu pula VR46 jatuh di depan tribun pendukungnya. Tapi idola tetap idola, habis kami shock karena The Doctor jatuh, kami langsung berteriak untuk tetap mensupportnya.

Tribun VR46

Yang unik adalah saat menyanyikan lagu kebangsaan Malaysia "Negaraku" penonton diminta berdiri tapi tidak terdengar suara apapun dari speaker, lalu inisiatif dari penonton tribun kami yang memang mayoritas dari Indonesia ramai-ramai menyanyikan lagu Indonesia Raya.


Feel lain yang saya rasakan adalah ternyata nonton live memang lebih memacu adrenalin saat mendengar suara deru motor, dan lebih merinding lagi saat melihat motor overtaking dibelokan, hingga lihat pembalap jatuh.

Cerita ini saya share bukan semata-mata untuk pamer jalan-jalan ke luar negeri atau masalah buang-buang duit untuk sesuatu yang tidak penting. Tapi ini tentang bagaimana kita mencapai tujuan kita, tentang saya mewujudkan mimpi-mimpi saya. Dan kamu juga bisa seperti saya, mampu mewujudkan mimpi-mimpimu.

And this are my life bucket list :
1. Sekolah S2 di luar negeri (Done walaupun hanya di dalam negeri)
2. Sekolah S3 di luar negeri (Inggris, Qatar, atau Australia)
3. Umroh
4. Haji
5. Nonton live VR46 live di sircuit (Done)
6. Nonton live Kimi Raikonen - F1 (Cancel karena dia sudah pensiun)
7. Palestine
8. Jordania (Petra & Laut Mati)
9. Lihat Aurora Borealis
10. Bikin Buku/Penulis
11. Nge- Dosen

Aamiin... bantu doanya ya pemirsa :)
Share your dream list sini, biar saya bantu aminin juga.
Saling mendoakan.. spread love, dream and positif vibes

Rabu, 14 Februari 2018

Trip Laskar Pelangi (Belitung Flash Packer)

Setelah menunggu setahun, akhirnya alhamdulillah saya bisa ngetrip lagi (yeaayyy..)

Planning utama saya dan reni sejak lama sebenernya adalah ke Aceh. Tapi karena tiket promo baik ke aceh maupun ke medan sangat jarang dan susah dapetnya, maka tiket promo yang ada jadi pilihan alternatif. Kami booking tiket promo citilink sejak Agustus 2017 untuk keberangkatan 10 Februari 2018. Lumayan dapat harga 622.400 untuk PP include meal. Harga pasaran citilink termurah sebenernya gak jauh beda sih, Soeta - Tanjung Pandan rate terendah bisa sampai 385ribu sekali jalan exclude meal.

Walaupun booking cukup lama, kami prepared segala hal cukup mepet, yaitu H-7, mulai dari booking hotel, booking rental mobil, hingga booking trip hopping island. Alhasil ada saja yang kurang maksimal, but no problemo karena masih on budget. Yang bikin over budget justru makan + ngopi. Dengan misi traveling yaitu wisata pantai, edukasi, dan kuliner, maka budget yaa musti ekstra juga deeehh.. Dan ternyata budegt wiskul lah yang over bangetss wkwkwk

Berangkat sabtu pagi dengan pesawat first flight citilink jam 05.55 dan penerbangan on time, kami landing di Bandara Hanandjoeddin Tanjung Pandan sekitar jam 07.11 Wib. Tidak sangaja bertemu teman kuliah di IPB yang ternyata juga traveling ke sini bersama istri dan 2 putrinya. Sayangnya karena beda itinerary (saya 3 hari, dia 2 hari) jadi kami tidak bisa jalan bareng selama di Belitung.

Sampai bandara, mobil dan driver + tour guide yang kami booking sudah menunggu. Hari pertama di Belitong ini agenda kami adalah keliling Kota Tanjung Pandan dan pantai tanjung tinggi (pantai laskar pelangi). Sebenarnya hari pertama ini sudah sesuai plan itenerary sih, tapi sebenarnya masih bisa dapat beberapa tempat lagi kalau kami strik dengan waktu. Sayangnya kami pilih jalan santai dan tidak terburu-buru sehingga ya tidak bisa nambah tempat.

Berikut itinerary kami :
Day 1 - Sabtu (Kota Tanjung Pandan & Pantai)
- Danau Kaolin
- Makan mie belitong & suto belitung Kedai Mak Janah
- Ngopi di Kedai Kopi Ake
- Musium Geologi
- Rumah adat Belitong
- Makan di RM Timpo Duluk
- Makan kepiting isi
- Pantai Tanjung Tinggi

Day 2 - Minggu (Belitong Timur)
- Batu Mentas - Penangkaran Tarsius (hewan khas Belitong)
- SD Laskar Pelangi
- Musium Kata Andrea Hirata
- Kampung Ahok
- Pantai Serdang
- Makan siang di RM Rudi Pakistan
- Vihara dewi kwan im
- Pantai Burong Mandi

Day 3 - Senin
- Pulau lengkuas dan sekitarnya
- Snorkling
- Pantai tanjung tinggi

Wisata Pantai
Pantai-pantai belitong memang cantik dan unik. Cantik karena berpasir putih halus, unik karena banyak batuan besar megalitik yg menghiasi pantai-pantai ini bahkan ada yg ditengah laut. Yang kami kunjungi kali ini hanya sebagian kecil pantai belitong yg paling mashur dikalangan traveler first timer Belitong.  Urutan pantai berikut sesuai urutan favorite saya, hehe..

a. Pantai Tanjung Tinggi
Pantai Tanjung Tinggi (Sisi kiri)
Pantai paling terkenal diBelitong setelah masuk film Laskar Pelangi ini berpasir putih dan dihiasi batuan besar disepanjang pantai ini memang sangat cantik. Sisi pinggir pantai masih banyak pohon rindang sehingga membuat pengunjung semakin nyaman menikmati pantai. Kami sampai berkunjung 2x ke pantai ini dihari pertama dan ketiga. Dihari pertama kami memang hanya sempat mengeksplore sisi kiri pantai dan menikmati sunset dari atas batuan tinggi. Tapi sayangnya kurang maksimal karena langit mendung. Sore hari ke 3 setelah snorking di P.lengkuas kami kembali untuk mengeksplore sisi kanan pantai. Dari sisi kanan, pantai memang terlihat lebih indah dan sunset juga bisa tercapture maksimal. Karena hari ke 3 kami jatuh hari senin, pantai jd lebih sepi, sehingga lebih nyaman serta leluasa untuk menikmati pantai dan foto-foto. Kedua teman saya memilih menikmati pantai dengan duduk diatas salah satu batu besar yg dinaungi pohon. Leluasa melihat sekitar pantai dengan nyaman dan adem. Saya ikut duduk sebentar foto2 lalu memutuskan jalan2 mengeksplore pantai hingga selfie-selfie sendiri walaupun tanpa tongsis 😁 sampai sunset dan bateri hp lowbat bahkan mati 😬. Tapi saya puaaaassss 😊
Pantai Tanjung Tinggi (sisi kanan)

b. Pantai Pulau Lengkuas
Pulau Lengkuas
Untuk sampai ke pulau ini butuh tekad kuat dan zikir khusyuk sepanjang perjalanan pergi pulang. Walaupun hanya 1 jam dari dermaga pantai tanjung layang tapi ombak lumayan tinggi karena sedang musim angin barat (nov - maret) begitu menurut penduduk setempat. Kami berangkat menggunakan kapal nelayan hanya ber 5 (3 org grup kami + 2 org nahkoda kapal). Tas2 kami langsung dibungkus plastik besar oleh pak nahkoda agar tidak basah. Pelampung langsung wajib pakai. Tapi tenang aja temans, jika berlayar ke P. lengkuas diluar musim angin barat nyaman kok, laut lebih tenang, bahkan tanpa ombak kata penduduk setempat. Alhamdulillahnya ditengah perjalanan kami bertemu serombongan lumba-lumba, fokus langsung pindah dari deg-degan ke happy bertemu ikan2 lucu ini. This is my second lucky sea trip tdk sengaja bertemu lumba2 dalam perjalanan laut dgn kapal kecil, yg pertama saat ke kakaban, Berau. Ada 2 hal menarik di P.Lengkuas, pertama dipulau ini ada mercusuar yang boleh dinaiki walaupun hanya sampai lantai 3 (lumayan yaa.. secara kami blom pernah naik mercusuar dan gak tau dalemnya kek mana), yang kedua adalah pantainya. Mirip dengan tanjung tinggi, dipulau ini pantai berpasir putih dan banyak batu besar. Yang istimewa, batuan besar disini membentuk beberapa kolam kecil, yang dijuluki kolom bidadari oleh penduduk lokal. Konon katanya, dahulu dikolam inilah ujung pelangi seringkali jatuh. Awalnya agak serem yaa.. lompat dari satu batu ke batu besar lainnya untuk mencapai kolam bidadari ini, belum lagi ditambah debur ombak yang 'lumayan' tadi saat menyebrangi laut. Tapi alhamdulillah semua yang bikin parno tadi hilang seketika saat lihat dan berendam dikolam bidadari. Airnya tenang hanya setinggi paha orang dewasa, deburan ombak terhalang batuan besar sehingga kolam aman. Air laut yang masuk ke kolam hanya terasa seperti dorongan-dorongan ombak lemah. Kami berendam, lalu lompat dari satu batu ke batu lainnya untuk mendapatkan spot foto terbaik lalu berendam lagi hingga matahari diatas kepala. Saya sih udah gak mikir takut kulit gosong, bodo amat hahaha... yang penting saya suka sama tempatnya dan bisa nikmatin sepuasnya, hehe..
Kolam Bidadari P.Lengkuas

c. Pantai Serdang
Pantai serdang terletak di Belitong timur. Pantai ini umumnya digunakan oleh nelayan lokal untuk melabuhkan kapal karena di pantai ini tidak ada batuan besar yang menghalangi kapal. Pantai ini juga sangat cantik, berpasir putih bersih dan tidak berkarang. Deretan kapal nelayan dengan warna warni pastel sangat cantik menghiasi pantai dan sangat instagramable. 

Senin, 02 Januari 2017

Derawan.. Im Coming (Berau Flashpacker)


Haiiii.... Dah lama banget saya tidak update blog ini, maapkeun yaaa.. Kangen banget sih bisa nulis-nulis lagi, tapi yaa gitu deh, pertama butuh mood bagus, kedua butuh bahan yang mau diceritain, sedangkan sudah 2 tahun ini saya jarang nonton film bioskop, jarang baca novel or buku (kecuali buku kuliah), dan hampir gak pernah travelling. Kenapa bisa begitu? Karena semua budget senang-senang di atas selama 2 tahun ini sudah teralokasi untuk kebutuhan lain, yaitu biaya pendidikan (maklum otak pas pasan jadi kuliah biaya sendiri tanpa beasiswa, hehee..) dan nabung buat Haji/Umroh 😇

Back to subject, kali ini saya mau sharing pengalaman saya jalan-jalan ke Pulau Derawan. Syukur alhamdulillah awal desember 2016 kemarin saya dapat tugas dinas ke Berau. Salah satu area dinas yang sangat saya tunggu-tunggu selama ini, karena di Berau lah terletak tempat pariwisata pantai salah satu yang paling happening di Indonesia, khususnya diantara para traveler, yaitu Pulau Derawan dan Pulau-pulau sekitarnya.

INFO GEOGRAFIS

Kepulauan Derawan adalah sebuah kepulauan yang berada di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.  Sedikitnya ada empat pulau yang terkenal di kepulauan tersebut, yakni Pulau Maratua, Derawan, Sangalaki, dan Kakaban. Di kepulauan ini terdapat sejumlah objek wisata bahari menawan, pantai-pantai berpasir putih bersih, taman bawah laut yang indah dan sangat diminati wisatawan mancanegara terutama para penyelam kelas dunia, satwa-satwa langka seperti penyu hijau, penyu sisik, dan ubur-ubur yang tidak menyengat (stingless jelly fish), lumba-lumba, pasukan ikan barakuda, ikan pari manta, sampai whale shark atau Hiu Paus yang bisa diajak selfie bareng.
Derawan Map
Derawan Island Dive Spot
Semakin banyak wisatawan lokal dan mancanegara yang berwisata disana baik untuk menyelam, snorkeling, melihat proses penyu bertelur, juga menikmati pemandangan pantai yang bersih dan indah. Fasilitas komunikasi di pulau Derawan juga sudah baik, karena sudah terjangkau dengan sinyal Telkomsel 3G. Resort dan penginapan yang ada di Kepulauan Derawan ada banyak pilihan dengan harga yang cukup terjangkau, homestay hanya sekitar Rp.100 ribu/malam, penginapan pinggir pantai seharga Rp.250 ribu s/d 300 ribu/malam, cottage Rp.500 ribu s/d 1 juta/malam, pilihan ini bisa disesuai dengan isi kantong anda atau kenyamanan keluarga anda. Harga makanan sih relatif ya klo menurut saya, tapi klo dibandingkan harga makanan di Jakarta dan kebanyakan pulau Jawa memang sedikit lebih mahal. Contohnya harga seporsi nasi ayam goreng 35 ribu, nasi ayam penyet 40 ribu, ikan bakar mulai dari 50 ribu, dst.

Intinya sih, menurut saya budget yang anda keluarkan untuk bisa berwisata ke Derawan sangat wort it banget lah. Karena view dan experience yang anda dapatkan disini belum tentu bisa didapatkan ditempat lain, seperti foto dengan penyu di dalam laut, foto dengan pari manta, whale shark dan ubur-ubur.

SEPENGGAL CERITA

ITINERARY

Karena hanya memanfaatkan weekend disela-sela waktu dinas, saya hanya 1 hari 1 malam berada di pulau Derawan. Walaupun waktu cukup sempit anda masih bisa menikmati keindahan kepulauan Derawan ini dengan mengunjungi 4 pulau utamanya (Derawan, Maratua, Kakaban, Sangalaki). Tapi jika ingin lebih maksimal mengeksplore kepulauan ini, saya sarankan anda menjadwalkan minimal 3 hari 2 malam.

Berikut itinerary 1 hari 1 malam saya.

Sabtu
15.00 - 17.00 Perjalanan darat Tanjung Redep ke Pelabuhan Tj. Batu
17.00 - 18.00 Menyeberang dari Pelabuhan Tanjung Batu ke Pulau Derawan by Speed Boat
18.00 - 19.00 Check in Penginapan, Sholat Maghrib
19.00 - 20.00 Cari makan malam + pesan lunch box untuk makan siang hari minggu
20.00 - 21.00 Istirahat

Minggu
05.30 - 07.30 Berburu Sunrise, souvernir, dan foto dgn Penyu di sekitaran Pulau Derawan
07.30 - 08.00 Sarapan dan persiapan keliling pulau-pulau lain
08.00 - 09.00 Perjalanan ke Pulau Maratua
09.00 - 09.30 Snorkeling di Pulau Maratua
09.30 - 10.00 Perjalanan ke Pulau Kakaban
10.00 - 11.00 Snorkeling di Lagoon/Atol
11.00 - 11.15 Perjalanan ke Danau Kakaban
11.15 - 12.30 Snorkeling di Danau Kakaban
12.30 - 13.30 Istirahat dan Makan Siang di Pantai Pulau Kakaban
13.30 - 14.30 Snorkeling di Pantai Kakaban
14.30 - 15.00 Perjalanan ke Pulau Sangalaki
15.00 - 16.00 Eksplore Pulau Sangalaki dan Nengok Penangkaran Penyu & Tukik
16.00 - 17.00 Perjalanan kembali ke Pulau Derawan  
17.00 - 18.00 Bilas dan Check Out
18.00 - 19.00 Perjalanan Pulau Derawan - Pelabuhan Tanjung Batu
19.00 - 21.00 Perjalanan Pelabuhan Tanjung Batu ke Kota Tanjung Redep (Bandara)

BUDGET
Perhitungan budget di bawah ini tidak termasuk biaya tiket pesawat, biaya dihitung mulai start dan end di kota Tanjung Redep, Berau. Biaya tiket bisa dicari sendiri di website penjualan tiket/kantor travel. Pesawat dari Jakarta - Berau biasanya transit di Balikpapan baru nyambung ke Balikpapan - Berau. Lamanya perjalanan pesawat Balikpapan - Berau hanya 1 jam. Atau bisa juga pesawat langsung Jakarta - Tarakan. Ada speedboat dari Tarakan yang langsung ke Pulau Derawan dengan waktu tempuh 3 jam.

Rp. 200.000,- Travel Tanjung Redep - Pelabuhan Tanjung Batu PP per orang
Rp. 1.800.000,- Sewa Speed Boat 1 hari untuk keliling 4 pulau dengan muatan max 4 Orang (Inc. google snorkeling dan pelampung) - Bisa share cost dengan teman
Rp. 300.000,- Penginapan pinggir pantai 1 Malam (Double bed, kamar mandi dalam, AC, dapat sarapan mantau, boleh check out sore) - Bisa share cost dengan teman sekamar
Rp. 50.000,- Makan malam per orang
Rp. 50.000,- Lunch Box per orang untuk dibawa saat keliling 3 pulau (box makan siang dikembalikan lagi ke pemilik warung makan)

Total Budget di atas Rp. 2.400.000
Jika share cost dengan teman (1 grup ber 4 orang), total budget perorang jadi Rp. 900.000,-

Note : Harga diatas adalah harga Desember 2016 yaaa...

Sekian sharing ceritanya. Dibawah ini foto-fotonya.
Smoga bermanfaat and Happy Traveling pals ^_^

Penginapan saya di P. Derawan. Hanya 300ribu permalam dapat double bed, AC, Kamar mandi didalam, sarapan mantau, dan boleh check out sore.
Minggu pagi eksplore pulau Derawan, hunting sunrise, souvernir dan penyu. Di kanan kiri jembatan kayu inilah saya melihat penyu hijau dan penyu sisik wara-wiri dengan leluasa bersama ikan-ikan warna warni berukuran kecil sedang. View bawah airnya sangaaaaatt jerniiiihh.... Masya Allah
Pulau Maratua
Dermaga Pulau Kakaban
Sun bathing di Laguna Pulau Kakaban

Snorkeling di Pantai Pulau Kakaban. Foto begini butuh nyali nih gaiss (abaikan hidung mekar), maklum gak bisa berenang, cuma bisa ngambang pake pelampung. Sisi kanan foto ini adalah laut dalam dengan karang agak tegak lurus, jadi indah (karena karangnya dan ikannya banyak dan warna warni baguuuss bingits. My best snorkeling spot ever) tapi ya agak bikin deg-degan.
Penyu learning di Pulau Sangalaki
Bisa lihat lomba lari Tukik (anak penyu) seperti ini di Pulau Sangalaki, karena disini memang ada penangkaran Tukik.
Buat yang berani, bisa snorkeling dan foto bareng sama Whale Shark (Paus Hiu) yang ramah dan walaupun badannya besar tapi makannya hanya plankton, jadi aman berenang di dekat si big guy ini. Saya belum sempat begini sih, mudah2an klo berkesempatan ke Derawan lagi insyaAllah mau nyoba juga silaturahmi sama whale shark. Berani gak ya? hehee..
Foto sama penyu seperti ini juga bisa di Derawan nih gaiss. Sayangnya saya sempet liat penyunya tapi gak sempet foto bareng, hiks. Next time insya Allah ya nyuu..
Last but not least, foto bareng stingless jelly fish alias ubur ubur tidak menyengat di Danau Kakaban. Sayangnya foto saya dengan jelly fish masih di memory card kawan yang belum sempat dikirim.