Sabtu, 06 April 2013

Backpacker ke Sawarna

Happy Long Weekend...!! Begitu status BBM saya kamis pagi 28 Maret 2013. Bayangan indah menghabiskan long weekend yang jatuh tepat setelah gajian membuat saya sangat antusias menyambut hari ini.

Sudah cukup lama saya berencana ngetrip ke Sawarna. Tapi belum kesampaian karena terhalang cuaca yang masih musim hujan. Dari hasil browsing sana sini saya memutuskan untuk jalan sendiri dengan santi tanpa ikut rombongan backpacker manapun. Karena rencana pergi tanpa rombongan maka kami memilih jalan pagi hari sambil terus browsing rute mana yang sebaiknya kami ambil, via pelabuhan ratu atau via rangkasbitung.

Terminal Baranangsiang, Sabtu, 30 Maret 2013
Akhirnya kami putuskan ikut rombongan backpacker Bogor dengan asumsi lebih efektif karena itinerary mereka akan menjelajah beberapa tempat menarik lain di sekitar Sawarna.

Meeting poin di Terminal Baranangsiang jam 8 pagi ternyata kami berangkat hampir jam 09.30 karena beberapa orang yang datang terlambat. Dengan menyewa minibus jurusan Bogor-Pelabuhan Ratu kami menempuh 3 jam perjalanan. Beruntung walaupun long weekend pagi itu kami tidak kena macet. Karena 3 jam adalah waktu tempuh normal Bogor-Pel.Ratu.

Dari terminal pelabuhan ratu kami sempat diri makan siang di warung nasi kabita depan terminal pel. ratu. Tempat makannya bersih, makanannya cukup enak dan prasmanan, alias porsi makan silahkan tentukan sendiri dengan harga makanan hampir sama dengan di Jakarta.

Pelabuhan Ratu - Sawarna
Jam 13.30 kami berangkat menuju Sawarna menyewa 2 elf rute sawarna (rombongan kami 30 orang) dengan estimasi waktu tempuh 2 jam. Saya dan santi sengaja memilih tempat di samping sopir selain karena santi mabuk darat juga agar kami bisa mendapatkan pemandangan maksimal.

Perjalanan yang kami lalui sangat menantang walaupun jalanan aspal cukup mulus tapi jalurnya naik turunnya cukup extrem tapi lebih banyak jalan landai kok, so dont worry be Happy.

Sampai Sawarna jam 14.30 kami langsung di suguhi pemandangan unik, yaitu antrian motor dan orang yang akan menyebrang di jembatan Sawarna yang menjadi ikon tempat ini. Jembatan gantung yang masih beralas kayu yang digantung pada kawat baja ini sangat terasa berayun jika dilewati. Karena itulah ada kamtib yang menjaga alur lalu lintas jembatan agar tidak terjadi overload beban jembatan.

Desa Sawarna
Selama perjalanan menuju sawarna kami disambut hujan deras. Sampai sawarna pun kami kehujanan. Homestay kami terletak tidak jauh dari jembatan sawarna. 2 rumah sederhana dengan masing-masing tiga kamar tidur kami isi full termasuk ruang tamu yang diberi kasur. Saya dan santi memilih tidur diruang tamu yang lebih lega, karena kamarnya sendiri berukuran cukup kecil.

Dengan tarif permalam perorang antara 100-120rb sudah termasuk makan 3x, gorengan pagi dan kopi, teh, gula yang di sediakan. Kondisi rumah bersih dan nyaman. Tidak ada AC tapi tersedia kipas angin di setiap kamar dan ruang tamu. Untuk harga kamar tanpa makan adalah 50rb/orang/malam.

Berikut beberapa contact homestay di desa Sawarna :
Java Beach               : 087875293958
Homestay Niken        : 081906368816
Tanjung Layar Resort : 087877922863
Homestay Widi         : 081906358932
Elsa homestay           : 081809426569


Homestay di Desa Sawarna

Panta Ciantir/Pasir Putih Setelah istirahat sejenak dan menunggu hujan reda, kami langsung menuju pantai ciantir/pasir putih yang terletak 700m dari penginapan. Tidak lama kami sampai pantai hujan kembali turun. Melihat pantai yang bersih dan cantik kami menghiraukan hujan yang turun dengan tetap lanjut foto-foto dan menikmati senja di tepi pantai sawarna.


Pantai Ciantir - Sawarna

Tanjung Layar
Tanjung layar terletak 1KM dari homestay kami. Tanjung layar adalah sebuah pantai dengan batu karang menjulang seperti layar di pinggi pantainya. Pantai cantik ini sangat pas untuk foto-foto atau untuk dinikmati pemandangannya dengan deburan ombak yang menghantam jajaran batu karang pantai tanjung layar. Cantiknya lokasi ini pun kerap kali dijadikan lokasi foto prewedd seperti yang kami temui salah satunya pagi itu.

Karena di dominasi olah karang inilah sehingga pantai ini tidak bisa digunakan untuk berenang. Sekedar basah basahan tentu bisa tapi sebaiknya anda berhati-hati dengan karang tajam yang bisa melukai kaki.

Pantai pasir putih sawarna dan pantai tanjung layar bisa di akses dari homestay. Saat berjalan menuju pantai anda akan bertemu dengan persimpangan jalan, yang ke kanan menuju pantai pasir putih sawarna, yang ke kiri menuju pantai tanjung layar.


Pantai Tanjung Layar - Sawarna

Goa Lalay
Setelah sarapan sekitar jam 08.30 kami melanjutkan  trekking ke lokasi selanjutnya yaitu goa lalay dan pantai legon pari. Goa lalay terletak 3KM dari homestay kami. Setelah kurang lebih 1 jam jalan kaki, kami sampai di goa Lalay. Setelah mendaftar di pos pendaftaran yang terletak di muka goa dan menitipkan sandal dan sepatu kami, kami mulai turun ke sungai kecil untuk masuk ke goa.

Goa lalay adalah sebuah goa buntu horizontal dengan panjang kurang lebih 1KM. Sepanjang goa dialiri dengan sungai. Lalay sendiri artinya adalah kelelawar. Tapi saat saya masuk ke dalam goa tidak dtemukan 1 kelelawar pun. Hanya sedikit jejak bau kotoran kelelawar yang sempat tercium.

Karena goa buntu, goa lalay sangat gelap. Untuk masuk kedalam anda harus membawa penerangan. Yang paling simple adalah menggunakan headlamp. Jika anda tidak bawa lampu senter jangan khawatir, anda bisa menyewanya di pos pendaftaran atau bisa juga membayar guide (Rp.50.000) jika anda ingin merasa lebih safety.


Goa Lalay

Pantai Legon Pari
Pantai cantik ini biasa terkenal dikalangan penduduk setempat sebagai lokasi untuk memancing. Di tepi pantai legon pari banyak bersandar perahu-perahu nelayan tapi hanya digunakan untuk memancing, bukan untuk menangkap ikan dengan jaring. Letaknya cukup jauh dari homestay, sekitar 4KM. Bagi yang kelelahan untuk jalan kaki untuk menuju kesana atau kembali ke homestay, penduduk setempat bersedia menjadi ojeg dengan harga yg lumayan menguras kocek yaitu 40rb. Tapi harga ini worth ed mengingat jalur sangat extreme berbatu besar dengan turun naik curam, serasa sedang off road dengan motor bebek,hehee..
Jalan Menuju Legon Pari

Pantai berpasir putih dengan bentuk pantai seperti bulan sabit dan ombak khas pantai selatan yang cetar membahana ini indah abeeeesss... Sayang batere kamera saya lowbatt saat sampai pantai ini. Walhasil keindahan ini hanya bisa tercapture dalam memory kepala, bukan memory kamera.


Legon Pari dari atas bukit
Pantai Legon Pari - Sawarna
Pantai Karang Taraje
Sebenernya ada satu tempat lagi yang cukup eksotis untuk dilihat di sekitar sawarna, yaitu pantai karang taraje. Dalam bahasa sunda taraje artinya tangga. Jadi pantai karang taraje adalah pantai dengan dominasi karang yang berundak undak seperti tangga alami. Sayangnya karena waktu dan cuaca yang kurang mendukung, kami tidak sempat untuk melihat pantai ini. Karang taraje terletas berdekatan dengan legon pari, sekitar 3 KM dari desa sawarna. Bisa ditempuh dengan jalan kaki selama 45-1 jam. Atau 30 menit dengan ojeg dengan tarif 20-25 ribu.

Legon pari dan karang taraje juga bisa ditempuh via tanjung layar sambil susur pantai. Tapi harus lihat kondisi ombak dulu apakah sedang pasang atau tidak.



Last but not least, kampung sawarna ini bagi saya adalah very recommended place to visit. Jenis wisatanya variatif. Homestay-nya murah. Kalo mau nge camp juga bisa banget. Warung-warung pinggir pantainya menyediakan saung-saung yg bisa ditidurin gratis. Mau gelar tenda juga oke karna WC umum pun disediakan. Jalan menuju ke sawarna juga mulus. So what you waiting for?

Untuk nambah referensi kamu yang berminat kesana, berikut contoh itin dan estimasi budget sesuai waktu saya berkunjung yaa,,artinya harga yg tercantum di budget adalah as of Maret 2013. Silahkan di simak..

Itinerary
Day 1
07.00 - 10.00 : Bogor - Pelabuhan Ratu
10.00 - 12.00 : Pelabuhan Ratu - Sawarna
12.00 - 13.00 : Ishoma Homestay
13.00 - 15.00 : Caving goa lalay
15.00 - 16.00 : Ishoma Homestay
16.00 - 18.30 : Sunset Pantai Pasir Putih/Ciantir Sawarna
18.30 - 20.00 : Ishoma Homestay
20.00 - 22.00 : Makrab/Barbeque

Day 2
04.00 - 08.00 : Sunrise di pantai Legon pari dan karang taraje
08.00 - 09.00 : Sarapan
09.00 - 11.00 : Foto hunting Tanjung Layar
11.00 - 13.00 : Ishoma, Persiapan pulang, check out homestay
13.00 - 18.00 : Sawarna - Bogor

Budget











Total budget hanya 230 ribu
Murah meriah bangetkan..?? Ayoo.. tunggu apalagi.. 

Happy Travelling \^_^/







Minggu, 03 Maret 2013

One Day Trip Lembang, Bandung

Lembang adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Kecamatan Lembang berada pada ketinggian antara 1.312 hingga 2.080 meter diatas permukaan laut. Titik tertingginya ada di Puncak Gunung Tangkuban Parahu. Sebagai daerah yang terletak di pegunungan, suhu rata-rata berkisar antara 17°-27°C.

Senin siang salah seorang sahabat saya menghubungi lewat bbm. Dia mengajak untuk jalan. Kami memang sudah cukup lama tidak jalan bareng ke luar kota. Kami sempat berencana untuk ke Sawarna. Karena kondisi cuaca yang masih sering hujan, saya memilih tempat lain untuk dikunjungi.

Akhirnya saya memilih Boscha sebagai tujuan refreshing kami dan teman saya setuju. Senin sore saya mulai browsing tentang Boscha dan cara menuju kesana.

Jumat malam, 01 Maret 2013 sepulang kerja saya langsung menuju rumah sahabat saya di Citereup Bogor. Kami berencana berangkat ke Bandung via Cibinong atau Bogor sabtu pagi. Keluar pintu tol Cibinong jam 21.30 saya dijemput sahabat saya dengan motor. Kami langsung cari informasi disekitar tol sampai ke terminal Cibinong mengenai bis yang ke Bandung.

Cibinong - Bandung

Sabtu pagi jam 06.15 kami sudah stand by di pool bis MGI cibinong menunggu bis datang dari terminal. Kami sempat bertanya pada petugas bus MGI apakah bis pertama ke Bandung sudah jalan. Petugas bilang belum tapi sudah full penumpang. Kami lumayan kecewa mendengar kabar tersebut. Karena kami butuh segera sampai Bandung mengejar jam buka Boscha yang hanya buka sampai jam 13.00 pada hari sabtu.

Gak lama bis MGI datang. Kami diminta menunggu lebih dahulu untuk melihat kemungkinan kami bisa ikut bis pertama atau bis ke 2 yang berangkat jam 7 pagi. Saat bis datang penumpang langsung berebut naik, tapi ditahan oleh petugas. Penumpang diminta tertib dan dipanggil naik satu persatu sesuai nomer urut yang sudah dibagikan saat  datang ke pool.

Saya dan teman saya gak ngeh klo antrian bus ini menggunakan nomer urut. Beruntung kami masih kebagian tempat duduk di bagian smoking room. Lalu mamang petugas tsb memberitahu agar lain kali kami antri dengan mengambil nomor urut lebih dahulu.
Bus MGI Cibinong - Bandung

Terminal Leuwipanjang

Kami tiba diterminal leuwipanjang sekitar jam 09.30 pagi. Lebih cepat 30 menit dari prediksi kami. Bis berangkat dari pool cibinong sekitar jam 06.30 dan tol cipularang cukup lancar sehingga kami tiba tepat waktu.

Sampai terminal saya langsung tanya-tanya dimana saya bisa naik damri ke terminal ledeng. Dan sahabat saya sempat sarapan dahulu disebuah warung nasi padang. Saya sudah sarapan mie rebus  dirumah sebelum berangkat tadi pagi. 

Selesai sarapan kami langsung menuju ke bagian angkutan dalam kota tempat angkot dan Damri. Beruntung lagi tanpa menunggu lama damri jurusan terminal Ledeng masuk terminal. Ternyata damri tersebut cukup lama ditunggu oleh penumpang lainnya. Akibatnya, penumpang menumpuk dan kami harus rebutan naik ke bis agar mendapat tempat duduk.

Bagi warga Jakarta, bis damri ini mirip bis PPD di Jakarta. dengan bangku plastik khas metromini dan harga angkutan flat, jauh dekat 2000 rupiah. Bis mulai berangakt sekitar jam 10.00 wib. Dengan jalur membelah kota Bandung nan padat dan kecepatan sedang, bis sampai terminal Ledeng sekitar jam 11.00 Wib.


Damri Jurusan Leuwi Panjang - Term Ledeng

Terminal Ledeng - Boscha

Terminal Ledeng adalah sebuah terminal kecil yang letaknya tidak jauh dari kampus UPI. Untuk menuju Lembang kami hanya perlu naik kendaraan umum sejenis elf dari sebrang terminal.

Perjalanan menuju Boscha yang terletak di lembang ini ditempuh sekitar 20 menit dari terminal Ledeng. Cukup bilang ke supir angkot untuk minta diturunkan di Boscha dengan ongkos hanya Rp. 3000.

Setelah turun angkot dan menyebrang, kami langsung naik ojeg menuju pintu masuk Boscha dengan tarif ojeg Rp.4000. Sebelum mendaftar untuk masuk ke Boscha, tukang ojeg tadi menawari kami jika perlu ditunggu. Kami bilang tidak perlu ditunggu. Saya lumayan suprised, tukang ojeg tsb dengan proaktivenya memberikan nomor hapenya agar jika kami perlu dijemput cukup sms saja.

Boscha

Boscha adalah salah satu tempat wisata edukatif yang sudah lama ingin saya kunjungi selain planetarium. saya ingin lihat langsung besarnya sebuah teropong bintang. Bahkan jika memungkinkan mencoba menggunakannya. sayangnya teropong ini hanya bisa digunakan malam hari.

Sebenernya ada jadwal tertentu pada musim panas dimana kita bisa mengunjungi Boscha dan mencoba teropong bintang tersebut pada malam hari. Karena waktunya terbatas, maka tidak bisa sembarangan datang. Tapi harus booking lebih dahulu dari jauh-jauh hari.

Setelah mendengarkan penjelasan guide dan foto-foto kami langsung menuju gunung Tangkuban Perahu setelah sholat jamak Qashar dzuhur dan asar.

Boscha

Tangkuban Perahu

Sebenernya kawasan wisata Tangkuban Perahu masih dalam status waspada dan terlarang untuk dikunjungi. Tapi saat saya searching infonya di twitter ternyata ada beberapa pengunjung yang sedang checkin twitter disana. Akhirnya kami memutuskan untuk kesana dengan naik ojeg dari Boscha.

Sebenernya dari Boscha anda cukup naik elf yang sama saat anda menuju Boscha dari terminal Ledeng. Karena jalur elf tsb lewat depan pintu masuk Tangkuban Perahu. Kami memutuskan naik ojeg dengan ongkos 25rb/orang agar kami cukup waktu untuk mengunjungi 1 tempat lagi setelah dari sana. 

Dengan harga tiket masuk perorang Rp.13.000 dan tarif motor Rp.5000, kami juga diminta membayar biaya shuttle bus Rp.10.000. Dengan shuttle bus inilah kami menuju bibir kawah Ratu yang menjadi pusat wisata gunung Tangkuban Perahu. Karena statusnya yang masih waspada inilah pengunjung hanya diberikan waktu 10-15 menit saja untuk berada di bibir kawah.

Dari cukup luasnya bibir kawah yang menjadi tempat wisata Tangkuban Perahu, kami hanya di ijinkan di spot pertama saja, tidak boleh lebih jauh. Tidak ada pedagang makanan digubuk-gubuk seperti biasa. Yang ada hanya pedangan aksesoris dan oleh-oleh yang menjaja keliling. Tak sampai 100 orang termasuk petugas dan pedagang yang ada disana saat itu.

Tangkuban Perahu

Floating Market Lembang

Saat serching info wisata Lembang di twitter, saya sempat membaca beberapa orang merekomendasikan tempat ini. sebuah tempat wisata baru di Lembang yang cukup bagus. Kami tapa sengaja menemukan tempat ini. Awalnya kami sedang mencari rumah makan yang menjual tahu susu yang sempat kami lihat saat menuju Tangkuban Perahu. Karena salah naik angkot, kami tidak berhasil menemukan tempat tersebut malah menemukan tempat ini.

Tempat ini sebenarnya sudah buka sekitar 2 bulan namun infonya baru akan grand launching Maret ini. Pemiliknya tak lain adalah salah satu pengusaha Factory Outlet kenamaan di Bandung.

Konsep tempat wisata ini adalah memadukan keindahan pemandangan pegunungan, kesederhanaan kehidupan desa dan wisata air. Dengan adanya danau buatan yang dibelah menjadi tempat makan denga konsep jajanan pasar yang dijual menggunakan perahu sehinggu disebut floating market atau pasar terapung.

Danau tersebut juga menyediakan permainan air. Kami mencoba untuk berkano ria seharga RP.50.000/kano yang memuat 2 orang. Saat kami sedang membiasakan diri mengayuh kano dengan seimbang. Tiba-tiba hujan turun dengan derasnya. kami panik dan buru-buru berusaha menepikan kano tersebut. Karena kami masih belum biasa mengendalikan kano, alhasil kami nabrak sana sini sampai akhirnya kami berhasi menepikan kano dengan kondisi sudah basah kuyup.

Disini pengunjung tidak diperkenankan membawa makanan dari luar. Pengelola menyediakan banyak pilihan menu makanan yang dijual. Transaksi pembelian makanan maupun tiket permainan air harus menggunakan koin yang bisa dituker senilai dengan uang asli. Kami makan siang dengan nasi timbel komplit seharga Rp.35.000/paket termasuk air mineral.
Floating Market Lembang


Back Home

Sekitar jam 16.00 kami pulang menuju terminal Ledeng. Dari info yang kami dapat disekitar terminal Ledeng, Damri ke leuwi panjang masih ada sampai jam 19.00 wib malam. Tapi karena kondisi Bandung yang selalu macet kalau malam minggu, maka Damri datang terlambat.

Karena jalur turun dari Lembang menuju Bandung cukup padat, kami baru sampai terminal LEdeng sekitar jam 17.30 wib. Setelah menunggu 30 menit damri tidak kunjung datang kami kembali cari informasi. Akhirnya ada seorang sopir angkot Ledeng-Kelapa yang menawari penumpang untuk mengantar ke Leuwi Panjang melalui jalur alternatif.

Sampai Lewipanjang sekitar jam 7 malam lewat, sahabat saya ketinggalan bus MGI terakhir menuju Cibinong. Akhirnya kami memutuskan naik bus Bogor. Alhamdulillah bus Bogor ini ternyata keluar tol cibinong. Dan saya naik bus  Arimbi Merak-Bandung yang lewat Cikokol Tangerang dengan tarif Rp.50.000/org.

Bus berangkat jam 20.00 wib dari terminal Leuwipanjang dan sampai Cikokol Tangerang jam 23.00 Wib. Beruntung jam tersebut di tangerang masih cukup ramai. Bahkan angkot R11 jurusan perumnas 2 yang saya tumpangipun nyaris penuh penumpang.

Alhamdulillah saya sampai rumah dengan selamat sekitar jam 23.20 wib. Ternyata, one day trip Jakarta-Bandung (Lembang) bisa kok dilakukan. Walaupun terlatk jauh diluar kota Jakarta, karena adanya akses tol Cipularang, perjalan Jakarta Bandung semakin dekat dan mudah. Termasuk perjalanan wisata one day trip Jakarta-Bandung.

Berikut contekan info budget dan itinerary-nya yaa..

Bus Arimbi Bandung - Merak yang Lewat Cikokol Tangerang

ITINERARY

06.00 - 09.30 Jakarta - Bandung (Terminal Leuwi Panjang) dengan Bus umum
09.30 - 10.00 Sarapan di terminal Leuwi Panjang
10.00 - 11.00 Terminal Leuwipanjang ke Terminal Ledeng dengan bus Damri
11.00 - 11.30 Terminal Ledeng - Boscha (naik Elf jurusan Lembang)
11.30 - 13.00 Explore Boscha dan Sholat
13.00 - 13.15 Boscha - Tangkuban Perahu (naik Elf)
13.15 - 14.00 Foto-foto di Tangkuban Perahu
14.00 - 15.00 Makan siang (banyak pilihan tempat kuliner enak di Lembang, tinggal pilih)
15.00 - 16.30 Floating Market
16.30 - 18.00 Menuju Terminal Ledeng
18.00 - 19.00 Terminal Ledeng ke Terminal Leuwi Panjang.
19.00 - 20.00 Makan malam + Beli oleh-oleh di sekitar terminal
20.00 - 23.00 Bandung - Jakarta

BUDGET

Bus Jakarta - Bandung  PP                       Rp. 100.000
Damri Leuwi Panjang - Ledeng PP         Rp.      4.000
Mobil Elf Ledeng - Boscha                         Rp.      3.000
Tiket masuk Boscha                                   Rp.      7.500
Ojeg Boscha PP                                          Rp.      8.000
Mobil Elf Boscha - T.Perahu                      Rp.      3.000
Tiket masuk T.Perahu                                Rp.    13.000
Mobil Shuttle T.Perahu                               Rp.    10.000
Mobil Elf T.Perahu ke Floating Market     Rp.      5.000
Tiket masuk Floating Market                     Rp.    10.000
Tarif Kano di Floating Market                    Rp.     50.000 (bagi 2org, @25.000)
Makan siang di Floating Market               Rp.     35.000
Mobil Elf ke Term. Ledeng                        Rp.       3.000
Angkot Term.Ledeng ke L.Panjang         Rp.      5.000

Total                                                              Rp.   231.500


Murah meriah kan?? 
Tapi teteup maksimal tempat wisata yang bisa dikunjungi.
Ayoo... try this experience!!

Happy Travelling ^_^

Sabtu, 27 Oktober 2012

Backpacker ke 4 Kota, 2 Negara dalam 6 Hari

Kuala Lumpur, Penang, Krabi + Phi Phi Island, dan Bangkok

Sudah lama saya berniat ke Bangkok. Menyaksikan dengan mata kepala sendiri keindahan dan kemegahan Grand Palace dan seribu Wat (Candi) yang ada di Bangkok.

Setelah sekian lama berburu tiket promo ke Bangkok, akhirnya sampailah pilihan jatuh ke promo dari Mandala Tiger yang sedang membuka jalur penerbangan baru Jakarta - Bangkok. Harganya sih masih relatif mahal yaitu sekitar 700 ribu, tapi karena pas kebeneran dapet cuti dan ada temen jalan, akhirnya kami ambil promo tersebut walaupun akhirnya kami dapat harga 950 ribu include pajak untuk tiket Bangkok - Jakarta hari Sabtu 27 Oktober 2012. Sedangkan untuk berangkat kami ambil Jakarta - Kuala Lumpur dengan tiket 250rb untuk hari senin, 22 Oktober 2012. Tiket sudah ditangan, berangkat....!!

Walaupun saya dan Reni sudah pernah ke KL sebelumnya, tapi ada beberapa tempat yang belum kami kunjungi, maka kami pun sepakat untuk explore KL sekali lagi. Selain itu, dari semua jalur darat menuju Bangkok, harga tiket pesawat pada tanggal yg kami pilih, harga paling murah adalah via KL. Jadi, sekali mendayung, 1-2 negara terlampaui, hehee..

Day 1 - Kuala Lumpur

Take off dari Terminal 3 on time jam 07.30wib sampai KL jam 10.30 waktu KL beda 1 jam dengan Jakarta. Heran deh, padahal kan KL sejajar dengan medan klo di peta, kenapa mereka memaksakan diri dengan berbeda 1 jam lebih awalnya?

Pertama tama kami menuju KL sentral, pusat transit semua transportasi di KL. Disana kami menitipkan tas ransel kami diloker yang disewakan. Harganya variatif tergantung besar loker. Kami masukkan tas kami bertiga di satu loker seharga 10RM. Kemtudian kami makan siang di KFC dengan paket lunch seharga 5,59 RM yang isinya nasi, 1 ayam, salad, dan medium coke. Baru setelah itu beli tiket kereta malam menuju Penang.

Setelah urusan di KL sentral selesai, kami langsung menuju Batu Caves menggunakan KTM Komuter dari KL sentral dengan harga tiket 1 RM. Beda jauh dengan Komuter yang ada di Jakarta, kereta ini canggih, baru, dan sangat bersih. Dari luar bentuknya mirip LRT, bedanya ya ini KRL dan jalannya lebih lambat dari LRT.

Selanjutnya, kami sholat di Masjid Jameek. Di sekitar masjid Jameek ternyata banyak bangunan tua yang cantik dan terawat. Langsung deh, kamera kami gak berhenti jeprat-jepret sana sini.

Berbekal peta yang kami dapat di pusat informasi pariwisata Bandara LCCT KL, kami menelusuri jalan demi jalan sesuai petunjuk peta. Dari sekitar lapangan Merdeka tempat gedung tua cantik berdiri, kami jalan menuju Pasar Seni. Disini kami niat belanja oleh-oleh kemudian sholat magrib di masjid Nasional. Ditengah jalan kami menemukan tempat makan halal pakistani yang masakannya enak, murah dan paling penting bumbunya cocok di lidah indonesia kami.

Karena jalan yg tidak searah dengan pasar seni akhirnya kami batal sholat magrib di masjid Nasional. Setelah makan, kami lanjut ke Pasar Seni masih dengan jalan kaki. Sampai pasar seni, okta dan reni langsung belanja oleh-oleh sementara saya hanya beli coklat Beryls favorite di stand coklat boutique tempat saya pernah beli coklat yang sama tahun lalu.
 
Dari Pasar Seni kami lanjut ke Petaling street yang terletak 250 meter ke arah kiri dari pasar seni. Disana saya sempat beli gantungan kunci khas KL yg juga bisa berfungsi sebagai gunting kuku dan pembuka botol. 1 set ada 6 buah seharga 13 RM (di Pasar Seni 15 RM tidak bisa ditawar). Kami juga beli kaos KL seharga 6 RM, murah karena kaosnya tipis.

Saat itu sudah jam 20.30, perjalan kami lanjutkan ke menara kembar Twin Tower Petronas untuk foto session sampai jam 10 malam.

Day 2 - Penang

Menuju penang menggunakan kereta malam dari KL Sentral, kami sengaja memilih kelas dengan tempat tidur dan tidak di gerbong ujung agar tidak dekat dengan lokomotif yang sangat berisik.

Berangkat jam 11 malam kami sampai di stasiun Butterwood jam 05.00 subuh dengan kondisi jalanan yang masih sangat sepi dan gelap. Setelah sholat subuh di musola stasiun sambil menunggu agak terang kami lanjut berjalan kaki ke pelabuhan ferry untuk menyebrang ke Penang. Letak pelabuhan tidak terlalu jauh, hanya sekitar 200 meter dari stasiun. Nyebrang feri-nya juga gak lama, cuma 30 menit.

Sampai Penang kami sarapan nasi lemak dan samosa, lalu menuju terminal bus.
Pelabuhan penang satu area dengan terminal bus penang. Jadi turun kapal bisa langsung pilih bus sesuai tempat tujuan. Ada juga free shuttle bus atau bus wisata gratis untuk keliling penang diterminal itu. Tinggal tanya aja sama kernet bus yang ada disana. Biasanya bus wisata gak masuk terminal, tapi ngetem didepan terminal.

Yang menarik di penang ada 2 hal, pertama penang terkenal sebagai pusat wisata kuliner Malaysia. Kedua, penang juga terkenal dengan wisata kota tua karena banyak bangunan tua zaman penjajahan inggris yang masih terawat rapi bahkan masuk ke dalam world herritage.

Tempat wisata yang menarik untuk dikunjungi rekomedasi saya, adalah Kek Lok Si temple yaitu sebuah temple dengan patung budha yang gede luar biasa terletak disebuah bukit dengan pemandangan ciamik. 

Lalu kami juga mengunjungi bukit bendera atau nama lainnya penang hills, tempatnya sih semacem puncak bukit gitu, tapi viewnya adalah seluruh kota penang. Tapi yang paling seru menurut saya ya kereta untuk naik turun bukitnya. Semacam trem dengan jalaur naik turun yang cukup curam karena tingkat kemiringannya 45-60 derajat cuuuy.. Terakhir ya foto-foto di sekitar wilayah yang masuk kawasan gedung tua/world heritage. 

Untuk wisata kuliner pusatnya ada ditempat makan yang namanya gurney drive, semacam outdoor food court dengan berbagai makanan khas malaysia yang banyak banget pilihannya. Kalo kesini hati-hati ya, karena walaupun malaysia mayoritasnya muslim tapi banyak juga beredar makanan tidak halal. Dan di gurney drive ini dibagi 2 area, yaitu area makanan halal dan non halal. Gurney drive buka malam hari dan tutup sekitar jam 11 malam. 

Karena gurney drive terletak jauh dari penginapan kami di tunehotel penang dan kondisi yang sudah sangat malam serta cukup lelah akhirnya kami memutuskan pulang ke hotel naik taksi dengan harga nego bukan harga argo yaitu 20RM.

Day 3 - Road to Krabi

Jam 6 pagi kami sudah dijemput travelcar yang kami booking tadi malam diresepsionis sebuah hotel yang akan membawa kami menuju Krabi town di wilayah Thailand. Walaupun bangku depan/samping driver kosong, kami tidak bisa duduk disitu karena sudah dibooking oleh langganan si driver. Ternyata first in first out tidak berlaku, padahal kami yang pertama dijemput. Sialnya lagi saya lupa dimana menaruh kwitansi pembayaran travelcar. Untungnya si driver cukup baik hati tetap mengizikan kami naik mobilnya. Kami bersyukur karena belum tentu driver yang lain sebaik dia. Jangan dicontoh ya guys. Simpan baik baik bukti bayar travel car anda karena pasti ditagih lagi oleh drivernya.
Dijemput pertama memang membuat kami harus bangun dan cek out hotel pagi-pagi sekali dan harus rela mengikuti si driver menjemput penumpang lainnya. Positifnya adalah kami jadi bisa melihat bagian lain penang yang tidak sempat kami kunjungi kemarin termasuk universitas sains malaysia yang terletak di Penang.


Dengan travelcar ini kami juga menyebrangi jembatan yang terbentang sepanjang 13,5 KM antara pulau penang dan kota georgetown. Jembatan ini adalah salah satu jembatan terpanjang seasia tenggara loh, seru juga dan anginnya lumayan kenceng.

Lepas melewati jembatan, mobil langsung masuk tol yang menghubungkan malaysia thailand. Di mobil ini tidak hanya kami yang pakai jilbab, ada 2 ibu rumah tangga dan 1 mahasiswi yang ternyata adalah warga thailand selatan yang pulang untuk merayakan hari raya idul adha lusanya (kami travelling di long weekend idul adha). Sepanjang perjalanan ini kami berhenti 3 kali. 1 kali dipinggir tol karena ada pemeriksaan dari polisi malaysia, pemberhentian yang kedua adalah disemacam rest area gitu dimana kami bisa makan siang atau beli oleh-oleh. Best found saya disini adalah white coffie buatan penang. Rasanya enak menurut saya. Lebih enak dari nescaffe. Rasa kopinya lebih ringan (pastilah namanya juga white coffie) tapi tetap enak dan mantaps. Saya bisa menilai karena saya termasuk penggemar kopi sejenis latte dan capucino tapi jarang ngopi di starbuck kecuali ditraktir *just inpoh* hahaha..

Pemberhentian ke3 adalah perbatasan. Disini kita perlu turun mobil dan mengantri di imigrasi. Dimana mana jika urusan cap imigrasi kan gratis ya? Khususnya untuk negara free visa. Tapi diperbatasan ini anda perlu menyelipkan 2RM di passport anda. Semacam retribusi tidak resmi tapi biasa. Hmm..

Selesai imigrasi kami naik travelcar yang sama dan melanjutkan perjalanan. Kami sampai kota hatyai jam 3 sore. Dikota ini ternyata kami dioper ke mobil lain untuk melanjutkan perjalanan ke Krabi town. Sambil menunggu mobil tersebut kami cari makan siang halal pertama kami di wilayah thailand.

Ternyata yang menjemput kami semacam angkot odong-odong yang biasa beroperasi di wilayah tsb. Kami diantar ke terminal antarkota. Disini kami pindah travelcar lagi menuju ke Krabi town. Dalam perjalanan kami sempat berhenti disemacam rest area untuk istirahat solat asar jamak. Olala, ternyata drivernya muslim dan kami ketemu di musola. 

Sampai Krabi town jam 8 malam membuat kami cukup was was karena kami masih harus menuju pantai Aonang yang terletak 30 menit dari Krabi town tempat penginapan yang sudah kami booking. 

Pada pagi hingga sore hari sebenarnya ada tuktuk atau angkot odong-odong yang melayani jalur krabi ke pantai aonang. Kalau malam hari begini yang ada hanya taxi dalam bentuk mobil pribadi dengan tarif 150 baht. Karena tidak ada pilihan akhirnya kami naik taxi. Bersyukur driver taxinya baik dan mau membantu cari resort yang sudah kami booking. Kalau tidak dibantu supir taxi kami pasti kesulitan mencari penginapan kami karena tidak banyak penduduk yang paham bahasa inggris.

Beruntung lagi penginapan kami ternyata benar benar dipinggir pantai. Walaupun tidak langsung menghadap pantai tapi pantai bisa dicapai hanya dengan jalan kaki 5 menit. Note penting adalah kamar yang kami sewa ternyata hanya boleh dihuni 2orang karena kami ber3 jadinya kena charge tambahan. Dan hati-hati saat mencari tempat makan, karena kami sempat terjebak ditempat makan dengan harga makanan yang nyaris menguras baht kami -_- 

Selesai makan, kami langsung mencari travel agent yang bisa membawa kami ke phi phi island ke esokan paginya. Paket tour ke phi phi island ternyata menghabiskan waktu seharian. Kami sempat ragu karena sorenya kami sudah harus menuju Bangkok dengan bus jurusan Krabi Bangkok yang berangkat jam 5 sore dari Krabi. Sementara paket tour juga baru selesai jam 5 sore. Akhirnya travel agent memberikan solusi, yaitu jika kami menggunakan taxi mereka menuju terminal Krabi maka mereka akan buat tour selesai jam 4. Sehingga kami bisa ikut tour Phiphi island tapi tidak ketinggalan bis ke Bangkok. Kami kami disarankan untuk pesan tiket busnya dahulu.

Sayangnya malam itu toko yang menjual tiket bus sudah tutup sementara pagi pagi sekali sebelum kami berangkat ke krabi tokonya juga belum buka, hadeeh..

Day 4 - Phi Phi Island

Akhirnyaaaa.... Jadi juga kami berangkat ke phiphi island, horeeee...!!! But,, where are the others? Kok kantor travelnya masih tutup? Kok jalanan sepi amat? Trus turis lain yang mau ke phiphi island mana? Apa kami kepagian ya? Tapi sesuai info semalam kami udah standby jam 7 pagi didepan kantor travel. Setengah jam nunggu tiba-tiba fortuner hitam berhenti didepan kami dan menyapa saya. Drivernya memperkenalkan diri dan menyampaikan bahwa dia jemput kami untuk diantar ke kapal yang akan membawa kami ke phiphi island. Kami dijemput fortuner pemilik travel (yang driver in ownernya travel agent ternyatah) karena tuktuk yang seharusnya jemput kami sudah lewat sebelum kami sampai alias kami telat (hsss..endonesah,,maapkeun kami, hehee..). Dan bener aja kamilah yg terakhir sampe dipantai sebelum naik boat. Maap ya guys, dan makasih udah nungguin kami, he he..
 
Boat kami cukup besar berkapasitas sekitar 30 orang. Sekapal hanya kami bertiga dari Indonesia. Lainnya ada turis lokal, Singapore dan bule-bule. Dalam one day tour ini kami berhenti di 3 pulau dan 2 snorkeling point yang keren semua dan please noted bersih! Ini nih bedanya pengelolaan wisata thailand dan indonesia. Kita harus belajar banyak memgenai hal ini dari Thailand. Karena pengelolaan wisata yang baik ini pulalah Thailand menjadi negara dengan tingkat kunjungan turis terbesar di dunia. 
Pulau pertama (saya lupa nama pulaunya) yang kami singgahi adalah sebuah pulau kosong, berpasir putih, berombak kecil, dan bersih! Disini kami hanya foto-foto dan jalan menyusuri pinggir pantai. Bule bule langsung berebut lapak buat berjemur. Setelah 1 jam boat kami jalan lagi, kali ini ke sebuah Goa disalah satu tebing karang yang menjadi spot snorkeling pertama. Sayangnya kami tidak bisa ikutan nyemplung karna kami tidak bawa baju ganti dan juga karena after tour kami akan langsung berangkat ke Bangkok, jadi tidak akan sempat bilas jika kami ikut nyemplung.
Setelah itu kami menuju phiphi island tempat Leonardo di caprio syuting film. Lokasi pantainya dikelilingi pulau pulau karang seperti di raja ampat. Berpasir putih, lagi lagi bersih banget walaupun turis bejubel kayak cendol. Dan eksotis karena dilatarbelakangi hutan hijau. Setelah puas foto-foto kami menuju phiphidon, pulau utama di phiphi island untuk makan siang, istirahat dan solat. Disini sebagian turis tinggal untuk menginap. Sisanya kembali melanjutkan tour ke spot snorkeling ke 2. Setelah itu boat kembali ke pantai aonang dan kami langsung menuju terminal menggunakan fortuner yang sama dengan tadi pagi yang memang sudah kami sewa sekaligus dengan paket tour phiphi island.
Sampai terminal kami langsung ke loket untuk membeli ticket bus ke Bangkok. Jam 17.30 waktu setempat bus berangkat menuju Bangkok. Perjalanan kami tempuh selama 11 jam. Beruntung bus antar kota di Thailand sangat bagus dan nyaman. Busnya bertingkat dan kami dapat duduk di lantai atas. Supir bus berseragam putih hitam dengan topi persis pilot pesawat. Didalam bus ada pramugari yang membagikan selimut dan snack box. Kami sempat berhenti makan disebuah restoran cina yang menyediakan makanan halal.

Day 5 Bangkok

Sampai terminal Bangkok yang kondisinya gak beda jauh sama terminal kampung rambutan, kami langsung cari taxi menuju kadubes Indonesia di Bangkok. Karena hari itu pas idul adha, makanya kami cari kedubes RI agar bisa sholat ied. Kenapa kami tidak sholat di masjid lokal alasannya simple, karna kami belum mandi sedangkan kami baru bisa cek in hotel siang hari. Nah, di kadubes harapannya kami bisa mandi gratis dengan nyaman, kan gak lucu sholat ied tapi gak mandi. Beginilah resiko backpacker, mandipun terlunta-lunta, he he.

Naik taksi pun kami sempat tertipu. Mayoritas taksi bangkok memang tidak mau menggunakan argo, maunya pakai harga tembak. Setelah cukup banyak taksi kami stop akhirnya ada juga taksi yg mau pakai argo. And you know what? Yes right kami diputer puter dulu keluar masuk tol supaya argonya tinggi. Oyaampun asiaaaahh... Gak dimana-mana taksi perilakunya sama ajah. Alhamdulillah di Kadubes kami bisa mandi, sholat Ied dan makan bakso gratis yang disediakan kadubes. Dari kadubes kami naik bus ke hostel jalan khaosan road. Setelah istirahat sebentar dan makan siang, sholat jamak taqdim dzuhur-asar, kami lanjut jalan-jalan ke grand palace, emerald budha, sleeping budha/wat pho, wat arun, dan mall MBK. 
 
Dari hotel ke grand palace pun kami hampir kena tipu tuk tuk. Driver-driver tuk tuk bilang grand palace jauh kalau jalan kaki, jadi mereka nawarin naik tuk tuk. Berbekal google maps ternyata deket-deket aja jaraknya.
Khaosan Road (lokasi hotel kami) ke Grand palace : 1.5 km - 20 menit jalan kaki.

Grand palace ke emeral budha : 300 meter - 3 menit jalan kaki
Grand Palace ke Sleeping budha/wat pho : 750 meter, 9 menit jalan kaki
Wat pho ke Wat arun : 350 meter, 10 menit nyebrang sungai pakai kapal wisata
Wat arun jadi destinasi paling sore karena disini terkenal dengan view sunsetnya. Tapi mesti sabar dan hati-hari naik 318 anak tangga dengan kemiringan 45 derajat ya.

Day 6 Bangkok - Jakarta

Hari terakhir di Bangkok kami ke weekend market chatuchak untuk shopping oleh-oleh. Saya beli gantungan kunci 2 lusin, t-shirt dan tas-tas lucu khas thailand setelah itu langsung naik kereta BTS ke Bandara. Di Bandara kami beli snack khas Thailand untuk oleh-oleh dan sisa baht saya belikan makan siang di pesawat menuju Jakarta.

Budget & Itinerary's
Day 1
Airport tax 100rb
Bus bandara KLIA to KL central 13RM
Sewa loker 10RM (share cost b3)
Makan siang 10RM
LRT KL center to batu caves PP 4RM
LRT KL center to petronas PP 4RM
Makan malam 10RM
Train to Penang 7,5RM

Day 2
Ferry to Penang 5RM
Bus Penang to hostel 2RM
Bus to kek lok so temple 2RM
Bus to Penang hils 2RM
Trem Penang hils 20 RM
Makan siang 10 RM
Bus Penang hils gurney drive 4RM
Makan malam 10RM
Taxi gurney drive to hostel 20RM (share cost b3)
Hostel 55RM (share cost b3)

Day 3
Travel minibus penang-krabi 65RM
Taxi krabi to pantai aonang 500baht (share cost ber3)
Hostel 650baht (share cost ber3)

Day 4
Packet tour phiphi island 1200baht
Taxi pantai aonang to terminal krabi 500baht (share cost ber3)
Bus krabi-bangkok 600baht

Day 5
Hostel in Bangkok 2 night 3000baht (share cost ber3)
Htm grand palace 400baht
Htm emerald budha free
Htm way pho 50baht
Htm way arun 59 baht
Htm madam Tussaud 809baht
Taxi river to wat arun 20baht
BTS to MBK mall 40baht
Taxi to hostel 100baht (share cost ber3)

Day 6
Taxi to BTS stadium 50baht (share cost ber3)
BTS to chatuchak market 40 baht
BTS to airport 80baht
 
Total
193.5 RM
4901 Baht
Kalau di konversi sekitar 2 juta rupiah (tahun 2012) exclude biaya makan di Bangkok krn saya lupa rekap.